Trasmoz, Desa Penyihir Terkutuk di Spanyol Bak Negeri Dongeng

Spread the love

Berwisata ke sebuah desa biasanya memberikan kesan menyenangkan berkat suasana keaslian desanya. Kamu bisa menikmati pemandangan hijau sawah, angin sepoy-sepoy, kuliner khasnya, dan masih banyak lagi. Namun, kamu nggak bakalan menjumpai keindahan tersebut kalau berkunjung ke salah satu desa penyihir yang ada di Spanyol.

Desa yang terkenal itu bernama Trasmoz. Keberadaannya tidak biasa karena wilayah tersebut dijuluki Desa Penyihir. Disebut demikian karena Trasmoz ini dulunya punya masa lalu kelam yang sampai saat ini ceritanya masih terngiang di kalangan masyarakat maupun wisatawan.

Desa Trasmoz dikelilingi pegunungan Moncayo di wilayah Aragon, provinsi Zaragoza. Jika dilihat lewat peta, desa tersebut berada di bagian utara Spanyol dan memakan waktu tempuh kurang lebih 4 jam dari Madrid, ibukota Spanyol. Berdasarkan legenda, Desa Trasmoz ini pada abad ke-13 adalah daerah yang sangat tenang dengan pemandangan yang cantik. Di dalamnya pun terdapat sumber air dan pertambangan perak yang bisa dimanfaatkan untuk menunjang kehidupan penduduknya.

Masyarakatnya juga tergolong rukun. Bahkan, desa tersebut menjadi tempat bermukim sebanyak 10ribu orang. Penduduknya tidak diharuskan untuk membayar upeti kepada gereja-gereja di dekatnya karena desa tersebut bukanlah milik pemerintah. Pemerintahan Desa Trasmoz ada di bawah kekuasaan Kastil yang bertengger di paling atas.

Lama kelamaan, penduduk desa tersebut dibuat resah. Usut punya usut, nggak sedikit warganya yang melaporkan kalau kastil tersebut adalah tempat tinggal para penyihir. Mereka juga mengaku sering mendengar suara-suara misterius dari dalam bangunan megah tersebut.

Rupanya, tuduhan tersebut bukanlah sebuah prasangka. Nggak lama setelah dugaan tersebut mencuat, para penyihir kini berani menunjukan batang hidungnya. Bahkan mereka dengan PD-nya membawa alat tempurnya keluar seperti sapu, salib hitam dan kuali. Hingga suatu hari, desa tersebut diserang oleh wabah penyakit mematikan. Menariknya, penyihir-penyihir tersebutlah yang bisa menyembuhkannya.

Meski demikian, keberadaan penyihir-penyihir tersebut tetap meresahkan. Pada akhirnya, gereja-gereja Katolik pun menegur Pedro Manuel Ximenez de Urrea, sang penguasa Kastil Trasmoz. Pihak gereja bahkan mengeluarkan ancaman bagi penduduk desa Trasmoz, bahwa merek tidak boleh menghadiri pengakuan dosa atau mengambil sakramen sukci di gereja Katolik. Bahkan aliran sungai pun ditutup desa Trasmoz.

Pedro tidak takut dengan ancaman tersebut. Ia malah menantang balik pihak-pihak gereja. Kekuatan Pedro tentu saja sangat kuat berkat bantuan penyihir-penyihir tersebut. Peperangan tersebut akhirnya terdengar sampai ke telinga pemerintah pusat Spanyol di bawah pemerintahan Raja Ferdinand II. Pada tahun 1511, dengan bantuan dari Paus Julius II dari Vatikan, Italia, desa tersebut lantas dikutuk berdasarkan pada ayat 108 kitab Mazmur.

Pedro dan para tukang sihir akhirnya angkat tangan. Kastil Trasmoz lantas dibakar habis agar tidak ada lagi penyihir yang hidup disana. Penduduknya sendiri mulai berhijrah ke tempat lain. Untuk itu, hingga saat ini hanya ada puluhan penduduk saja yang masih bermukim. Desa Trasmoz sendiri masih belum didukung fasilitas publik seperti sekolah atau rumah sakit. Dan usut punya usut, kini hanya ada beberapa orang penyihir saja yang tinggal di sana. Mereka dipercaya masih membuat ramuan-ramuan dan mantra-mantra untuk menangkal roh jahat..

Jadi tempat wisata

Masa lalu yang kelam rupanya membawa keuntungan tersendiri bagi Desa penyihir di Spanyol, Trasmoz. Desa tersebut kini menjadi destinasi wisata yang selalu jaid incara wisatawan dari berbagai kota bahkan luar negeri. Bahkan, tempat ini bisa dibilang sangat ramai pada saat musim panas. Sebanyak 6.000 wisatawan terpantau memenuhi desa ini untuk melihat-lihat sejarah kelam masa lalu. Wisatawan bisa menjelajahi museum sihir kecil lengkap dengan sejarahnya.

Wisatawan yang mau datang ke desa penyihir di Spanyol nggak perlu ngerasa kayak orang hilang. Di sana ada seorang penduduk setempat bernama Lola Ruiz Diaz, yang merupakan pemandu wisata bagi turis. kamu juga bisa bebas bertanya apapun terkait penyihir-penyihir dahulu. Kamu juga bakal diantar ke tempat-tempat para penyihir saat mereka dieksekusi.

Salah satu hal yang menarik dari tempat ini adalah adanya gelaran festival Feria de Brujería. Acara bertajuk sihir tersebut biasa digelar tahunan. Adapun aktivitasnya meliputi pembacaan kartu tarot, penjualan losion yang terbuat dari bahan-bahan alami, dan  penobatan seorang penduduk desa sebagai “penyihir” tahun ini sebagai penutup acaranya. Acara tersebut digelar untuk mengembalikan hubungan baik desa dengan penyihir.

Diaz sendiri dinobatkan sebagai penyihir terbaik tahun 2008. Ia mengaku kalau orang-orang jadi lebih sering datang ke rumahnya untuk sekedar meminta pertolongan. Namun, Diaz tidak bisa membantunya sama sekali karena bagaimanapun juga titel penyihir terbaik itu hanya sekedar “guyonan”.

Festival Feria de Brujería menjadi salah satu yang paling diminati di wilayah utara Aragón. Semula, acara tersebut hanya dilakukan sebagai simbolis untuk desa. Karena aktivitasnya menarik,  orang-orang jadi tertarik untuk menyaksikannya.

Buat kamu yang tertantang untuk datang ke desa ini, segera rencanakan jadwal liburan! Btw, di Indonesia ada desa menarik apa? Tulis di kolom komentar, ya!

Baca juga artikel menarik lainnya:

Berikan komentarmu