Suka Jadi Spot Berbuat Tidak Senonoh, Ini 8 Fakta Kuburan Cina

Spread the love

Kuburan Cina atau Tionghoa menjadi bukti adanya toleransi di Indonesia. Faktanya, itu bisa kamu jumpai di beberapa wilayah di Tanah Air seperti Bandung, Semarang, Depok, Makassar, dan lain sebagainya. Sayangnya, pemakaman tersebut tak jarang dijadikan sebagai spot-spot berbuat nggak senonoh. Kabar tersebut sering dijumpai di berbagai media online maupun offline, entah itu berita nongkrong yang bikin gaduh, minum-minuman keras, bahkan sampai berbuat m*sum di area kuburan tersebut. Untuk itu, ada baiknya kita mengetahui fakta kuburan Cina. Setidaknya, kita jadi tahu betapa pentingnya toleransi, khususnya dalam keagamaan.

1. Adanya 5 Elemen Pada Makam

Saat menentukan lokasi dan posisi makam, rupanya pihak keluarga harus memperhatikan fengshui pemakaman. Itu dipercaya bisa mempengaruhi nasib keluarga mendiang sampai tiga generasi ke bawahnya. Untuk itu, pastikan lima faktor elemen di bawah ini terpenuhi.

a. Naga (龙; Lóng): Melambangkan bukit yang ada di belakang makam. Bukitnya sendiri harus tampak penuh dengan tumbuhan hijau.

b. Pasir (沙; Shā):  ‘Bukit pasir juga harus ada di kuburan Cina. Bagian kirinya melambangkan harimau hijau, sedangkan bagian kanan melambangkan harimau putih.

c. Air (水; Shuǐ): Zat yang satu in merujuk pada tumbuhan yang berarti kekayaan. Tumbuhan tersebut harus ditanam di tempat yang tepat.

d. Goa (洞; Dòng): Goa in merujuk pada tanah perkuburan, yang berarti tidak menyerap aura naga.

e. Arah batu nisan (墓; Mù)” Arah batu nisan ini harus tepat agar bisa menyerap aura naga. Dengan demikian, keberlimpahan harta dipercaya bisa datang dengan mudah.

2. Fakta Kuburan Cina: Bentuknya yang Khas

Salah satu ciri khas yang membedakan kuburan Cina dengan yang lainnya adalah bentuknya. Makam Cina atau Tionghoa bisa lebih mudah dikenali dari gaya arsitekturnya yang khas. Ciri lainnya adalah gundukan tanahnya yang dibuat lebih tinggi, dengan ukuranya yang besar. Disana, kita bisa menemukan meja persembahan di depan nisan, tonggak Dewa Bumi sebagai penjaga di sebelah kiri makam, dan nisan yang ditulis dengan huruf kanji China atau Hanzi.

3. Fakta Kuburan Cina: Ukurannya Besar

Ukuran makam Cina yang besar rupanya memiliki filosofi tersendiri. Semakin besar makam tersebut, semakin tinggi pula status sosial orang yang dimakamkan. Itu berawal dari masyarakat zaman dulu yang tidak mampu untuk memiliki makam besar, dengan aneka hiasan seperti layaknya yang digunakan oleh makam-makam keturunan Kaisar/pejabat kerajaan.

Selain itu, makam besar juga dibangun agar bisa digunakan oleh sepasang suami-istri. Dengan demikian, nama pasangan, anak, dan menantu akan diukir pada batu nisan. Untuk anggota keluarga yang sudah meninggal dunia, namanya ditulis dengan tinta warna emas, sedangkan yag masih hidup ditulis dengan tinta warna merah. Khusus untuk anak atau cucunya yang masih hidup, namanya ditulis dengan tinta warna perak, atau warna emas.

4. Diziarahi Menjelang Ceng Beng

Masyarakat China biasanya ramai mengunjungi makam di hari-hari besar seperti Ceng Beng. Pada hari-hari tersebut, mereka melakukan ibadah di area makam dengan membawa perlengkapan kebersihan, seperti sapu, cat, kertas perak & emas. Seperti halnya menabur bunga, kertas-kertas tersebut uga nantinya ditaburkan di atas makam, sebagai tanda kalau kita sudah membersihkannya. Jika sudah tuntas, anggota keluarga menggelar persembahan dan membakar dupa (pay respect).

5. Bisa Dikremasi Atau Dikubur

Jika ada orang Cina yang meninggal dunia, rupanya jasadnya bisa diproses dengan dua cara, yaitu dikremasi (dibakar) atau dikubur. Untuk proses menguburkan mayat sendiri sudah jadi tradisi etnis Tionghoa (Tiongkok). Sedangkan kremasi menjadi cara baru dalam memperlakukan mayat sejak agama Buddha tersebar di Tiongkok.

Penguburan mayat dinilai lebih baik berdasarkan fengshui. Pasalnya, orang tua sudah membawa anak ke ke dunia, sehingga mayat si anak mesti dikubur saat meninggal dunia. Mereka percaya bahwa jasadnya akan membusuk secara alami, sedangkan tulangnya akan menerima aura/hawa Bumi.

Jika mayat dikremasi, sisa abunya akan dilepas ke laut sebagian, dan siasanya disimpan di dalam guci di rumah abu. Rumah abu tersebut juga harus mengikuti fengshui karena dipercaya bisa mempengaruhi nasib keturunannya almarhum/ah. Dengan demikian, pastikan tata letaknya sesuai.

6. Fakta Kuburan Cina: Nisan Menentukan Status

Nisan yang disematkan pada makam tersebut juga menentukan status sosial si mayat saat masih hidup. PAda zaman dulu, orang-orang yang tergolong nggak mampu menggunakan bongpai atau nisannya dari kayu. Sedangkan para pejabat atau orang-orang kaya menggunakan nisan yang terbuat dari batu yang diukir aneka simbol religi di makamnya. Bahkan, nisan orang-orang kaya tersebut juga dihiasi dengan motif, gambar yang ada hubungannay dengan kisah dewa-dewa, simbol-simbol keberuntungan, kesejahteraan, bakti, dan juga hal-hal baik.

7. Tediri Atas 8 Bagian Makam

Terakhir, kuburan Cina ini terdiri atas delapan komponen yang harus terpenuhi, yaitu Mu Gui (bukit makam; karapas kura-kura), Mu An Qian Kao (tembok pembatas dalam), Mu Cheng (tembok pembatas luar), Mu Bei (bongpai; batu nisan), Altar (meja batu kecil depan bongpai), Mu Shou (lekukan tangan di kedua sisi), Altar khusus Dewa Bumi (Hou Tu/Tu Di Gong, di bagian kanan makam), dan spot khusus untuk membakar kertas sembahyang.

Dari total delapan bagian tersebut, Mu Bei (bongpai) adalah bagian yang paling penting. Bongpai atau lebih dikenal dengan sebutan batu nisan ini sifatnya krusial karena peziarah bisa lebih mengenali identitas yang dimakamkan.

Baca juga artikel menarik lainnya:

Berikan komentarmu