via freepik

Sejarah Lagu Nina Bobo, Riwayatnya Ternyata Ngeri Banget!

Spread the love

Anak kecil biasanya sulit tidur sendirian di malam hari. Entah itu karena emang dia takut sendirian, atau tersugesti hal-hal menyeramkan. Jadinya, orang tua harus ngelonin dulu. Selain dibacain dongeng, para emak dan bapak juga biasanya menyanyikan lagu Nina Bobo. Nina bobo, oh..nina bobo..kalau tidak bobo digigit nyamuk. Nyamuknya nggak gigit, anaknya juga nggak tidur. Gitu sih biasanya. Apapun itu, lagu Nina Bobo selalu jadi jurus orang tua agra buah hatinya bisa tidur nyenyak. Btw, nggak banyak juga yang tau kalau sejarah lagu Nina Bobo itu tidak ‘seindah’ lagunya.

Konon, lagu yang satu ini sudah dikenal sejak zaman penjajahan Belanda dan dipopulerkan oleh Anneke Grönloh dan Wieteke van Dort. Menariknya lagi, lagu Nina Bobo ini diiringi oleh irama musik keroncong. Lagunya juga bahkan populer di Belanda. Meski begitu, pembuatan lagu ini tidak terlepas dari kisah yang kelam. Untuk menuntaskan rasa penasaran, langsung aja baca sejarahnya yang terbagi ke dalam tiga versi berikut ini.

Sejarah lagu nina bobo Versi Helenina

Versi pertama lagu ini berasal dari sebuah keluarga kecil yang punya satu anak bernama Helenina atau sering disebtu Nina. Ia lahir dari seorang ayah berkebangsaan Belanda bernama Van Rodjnik dan ibu bernama Mustika yang merupakan asli orang Jawa. Nina saat itu selalu mengalami ganguan tidur. Sang ibu akhirnya selalu bersenandung, “Nina bobo ooh nina boo.. kalau tidak bobo digigit nyamuk..”. Nyanyian tersebut akhirnya menjadi kebiasaan dan selalu dinyanyikan setiap malam menjelang Nina tidur.

Pada suatu hari, Nina terserang penyakit mematikan hingga akhirnya meninggal dunia. Nina meninggalkan orang tuanya di usia 6 tahun dan itu cukup meninggalkan luka yang mendalam bagi Mustika dan Van Rodjnik.

Suatu malam, Van Rodjnik mendapati istrinya sedang menyanyikan lagu Ninan Bobo. Menurut pengakuan istrinya, ia mendengar suara Nina yang merengek meminta dinyanyikan lagu tersebut. Dengan demikian, si ibu ini selalu menyanyikan lagu itu setiap malam.

Saat Mustika meninggal dunia,  Van Rodjnik kin yang dihantui oleh anaknya sendiri. Jadi, mau tidak mau ia juga harus menyanyikan lagu Nina bobo setiap malam, bahkan sampai ia tutup usia.

Dengan beredarnya kisah ini, konon kalau kita menyanyikan lagu tersebut, arwah Nina akan datang dan membuat anak kita tertidur pulas. HAYOLOOO DIHANTUIN SI NINAAAAA T_T

Versi Nina Mijk

Versi kedua bermula dari kisah seorang gadis bernama Nina Mijk, yang merupakan bagian dari kelaurga musisi asal Belanda yang sedang merintis karier di Indonesia. Suatu hari, Nina merasakan hal yang luar biasa berbeda pada dirinya. Ia tiba-tiba berteriak-teriak tanpa sebab, badannya membentuk posisi kayang, dan bertingkah seperti orang kesurupan. Kejadian ini terjadi setiap malam. Bahkan dia harus diikat dengan kondisi tuuh yang kurus dan pucat agar tidak melukai diri senediri dan oran lain.

Karena situasinya semakin mencekam, sang ayah memutuskan untuk kembali ke Belanda. Karena nggak kuat juga, semua pembantunya juga meninggalkan Nina dan ibunya di rumah yang begitu besar.

Pada suatu malam, Nina tidak lagi agresif seperti sebelum-sebelumnya, Ia tampak sedang duduk di atas tempat tidurnya sambil menangis. Wajahnya berubah menjadi pucat dengan mata yang menghitam. Meski begitu, sang ibu tetap menghampirinya.

Nina saat itu meminta sang ibu untuk menyanyikan sebuah lagu agar ia merasa lebih tenang. Si ibu langsung bersenandung “Nina bobo ooh nina bobo… kalau tidak bobo digigit nyamuk”. Nina pun tertidur pulas dan tidak pernah bangun lagi.

Sejarah lagu nina bobo Versi Wikipedia

via Youtube

Versi terakhir datang dari sumber Wikipedia.  Lagu yang satu ini berasal dari Indonesia yang tujuannya memang untuk ngelonin anak yang susah tidur. Selain di Indonesia, lagu ini juga terkenal di Belanda yang dipopulerkan oleh Anneke Grönloh dan Wieteke van Dort. Berikut lirik lagu “Nina Bobo” dalam bahasa Belanda:

“Slaap meisje, oh slaap, meisje (tidurlah gadis, o tidur, gadis)

als je niet gaat slapen, zul je door een mug gestoken worden. (jika kamu tidak segera tidur, kamu akan disengat seekor nyamuk)

Laten we gaan slapen, oh lief meisje, (tidurlah tidur, o gadis manis)

als je niet gaat slapen, zul je door een mug gestoken worden. (jika kamu tidak segera tidur, kamu akan disengat nyamuk)”

Tidak ada unsur mitos dalam lagu tersebut. Lagu ini murni diciptakan sebagai lagu pengantar tidur bagi anak-anak yang bermasalah dengan pola tidurnya.

Film tentang Nina Bobo

via wikipedia.org

Beberapa versi sejarah menyebutkan bahwa Nina Bobo ini berasal dari kisah yang kelam. Untuk itu, Indonesia membuat sebuah film yang berjudul Oo Nina Bobo. Film yang satu ini menceritakan tentang sosok anak kecil bernama Ryan yang menolak dinyanyikan lagu Nina Bobo oleh ibunya. Ia merasa trauma jika harus lagu tersebut di usianya yang sekarang menginjak tujuh tahun.

Lima tahun kemudian, ada seorang mahasiswi jurusan Psikologi bernama Karina yang ingin membantu menyembuhkan trauma anak tersebut. Karina lantas membawa kembali Ryan ke rumah orangtuanya yang sudah meninggal dunia.

Alih-alih bisa menyembuhkan trauma anak kecil tersebut, Karina malah mengalamihal-hal ghaib selama tinggal disana. Kejadian-kejadian mistis tersebut diduga akibat peristiwa kematian orang tua Ryan yang mati secar janggal. Akhirnya, Karina malah harus menebak teka-teki yang ada di rumah tersebut dengan ending yang mengejutkan.

Dengan mengetahui sejarah lagu Nina Bobo, setidaknya kamu menjadi tahu riwayat pembuatan lagu anak-anak yang sebenarnya tidak selalu manis. Meski begitu, nggak perlu takut didatangi sosok Nina saat kita menyanyikan lagu tersebut. Nina kan ‘cuman anak kecil’ 🙂

Berikan komentarmu