Share this
Share

shares

Roket Antariksa Berusia 40 Tahun Ditemukan Di Bawah Tanah

3 June 2017

roket-bawah-tanah-1

Siapa sangka bahwa tanah yang kita pijak selama ini menimbun benda-benda yang tak pernah kita duga sebelumnya, mungkin bisa jadi barang bersejarah, harta karun atau bahkan… Roket!

Roket yang seharusnya terlontar keluar angkasa ini tepat berada di bawah tanah di dalam saluran luas seperti bunker yang besar di Everglades, Florida. Roket yang memiliki tinggi 100 kaki dan lebar 20 kaki ini adalah roket yang ternyata mempunyai booster atau motor penggerak terbesar yang pernah dibuat. Panta saja, karena roket ini adalah termasuk roket generasi pertama, jadi tak heran bila memiliki ukuran booster yang begitu besar. Aerojet-General adalah perusahaan Amerika yang yang membangun roket ini di Everglades, Florida pada tahun 1963. Tujuan awal dibuatnya roket ini adalah untuk membantu peluncuran Apollo pada misi ke bulan pada tahun 1969.

roket-bawah-tanah-2

Situs keberadaan roket tersebut telah tak digunakan dan ditinggalkan sejak tahun 1969 dengan kedalaman lubang 150 kaki dan hingga saat ini berarti sudah berumur 40 tahun!

roket-bawah-tanah-3

Setelah diselidiki, roket ini ternyata tak jadi dipakai oleh NASA karena saat itu NASA memutuskan untuk memakai teknologi liquid-fueled Saturn rockets untuk misi Apollos ke bulan. Angkatan Udara Amerika Serikat saat itu telah menyediakan anggaran untuk Aerojet General dengan 3 juta dollar untuk membuat dan mengembangkan roket dan tempat peluncuran di Homestead, Florida.

roket-bawah-tanah-5

Pada rentang tanggal 25 September 1965 sampai 17 Juni 1967, terjadi tiga kali uji statistik yang diujikan disini. Dan menurut kesaksian warga setempat, pada waktu itu ada api yang muncul pada tes kedua dan bahkan terlihat sampai Miami.
Ketika sampai pada uji coba ketiga, NASA saat itu telah mengambil keputusan untuk menggunakan liquid-fueled engine, atau mesin dengan bahan bakar cair untuk menjalankan ekspedisi ke bulan.

roket-bawah-tanah-6

 

roket-bawah-tanah-9

 

roket-bawah-tanah-7

roket-bawah-tanah-8

Dan akhirnya sejak saat itu status untuk project ini telah mati dan ditinggalkan menyisakan jalanan yang berada di pinggiran salah satu rawa terbesar di Amerika.

Area project ditutup pada tahun 1969, dengan roket yang tertinggal di bawah tanah. Aerojet diperkirakan harus membayar $2.50 per hektar dalam per tahun untuk sewa tanahnya, yang mana lebih murah daripada harus membeli sekaligus 25000 hektar seluruhnya.

Berikan komentarmu

Related articles

Share

Pilihan editor