Pramuka Itu Seru dan Menantang, Tapi Minusnya Bikin Ngenes?

Spread the love

Apa yang dirasakan saat pihak sekolah mengharuskan kita untuk ikut ekskul wajib? Adakah peraasaan senang, ataukah malah sebaliknya? Beberapa dari kita mungkin ada yang excited karena dia mungkin sudah terbiasa dengan aktivitas-aktivitas di luar sekolah yang katanya bisa membuat pribadi ini menjadi lebih elegan, mandiri, dan berintegritas. deuh. Sebut saja salah satunya  ekskul pramuka. Aktivitas yang mayoritas selalu pakai seragam warna coklat ini katanya bisa membuat perubahan yang signifikan terhadap perilaku manusia. Dalam aktivitas tersebut, diajarkan kekompakan, kedisplinan, dan kreativitas yang tentu saja dalam praktiknya nggak selalu menyenangkan. Kok bisa gitu? Bisa atuh. Yuk, kita coba korek-korek.

Dilansir dari KBBI, pramuka adalah organisasi untuk pemuda yang mendidik para anggotanya dalam berbagai keterampilan, disiplin, kepercayaan pada diri sendiri, saling menolong dan sebagainya. Ini tentu saja bukan tanpa tujuan, yaitu agar generasi muda ini bisa memaksimalkan potensi yang ada di dalam dirinya, baik itu intelektual, spiritual, sosial, dan fisiknya. Dengan demikian, pramuka ini dipastikan diisi dengan aktivitas-aktivitas seru. Istilahnya ya belajar sambil bermain..

Katakan saja waktu SD dulu, kita pernah diajarkan tepuk pramuka. Prok..prok.. prok…prok prok..prok…jadi apa? Woy, bukan ituuuuu :(. Ini sih seru banget ya, karena si kakak pembinanya bakalan menghitung jumlah tepukan, dan kalau kita offside, nantinya bakal kena hukuman. Hukumannya juga nggak berat-berat amat, paling juga squat jump buat anak cewek, dan push up buat anak cowok. Ini tentu saja menyenangkan karena kita cuman butuh kekompakan dan konsentrasi.

Selain itu, pramuka jadi semakin seru dan menantang saat kita duduk di SMP dan SMA. Ada beragam aktivitas baru yang mengharuskan kita untuk mengeluarkan nyali semaksimal mungkin. Sebut saja ada aktivitas Persami (Perkemahan Sabtu-Minggu). Disini, kita bakal mengikuti rangkaian kegiatan seru, mulai dari senam pagi bersama, jelajah alam, upacara api unggun, perlombaan, dan jelajah malam.

Dari keempat aktivitas tersebut, jelajah malam adalah yang paling seru. Pada tengah malam, kita biasanya akan dibangunkan, lalu mata bakal ditutup menggunakan kain. Nantinya, mereka harus menyusuri jalan setapak secara bersama-sama sambil memegang pundak teman yang ada di depannya. Sambil berjalan, kita biasanya harus memegang sesuatu dan menebaknya. Atau yang lebih ngerinya lagi, si pemandunya mengharuskan kita untuk melepas pegangan hingga terpisah. Disinilah momen seru nan menegangkan, yang mana anak-anak perempuan malah menjerit-jerit, bahkan sampai nangis. Dikiranya, dia bakal berjalan sampai ke rawa-rawa, padahal mah daritadi mereka cuman memutari area perkemahan saja. Seruuuu, khaaannn….

Dari gambaran umum aktivitas pramuka di atas, bisa dipastikan anggota pramuka ini merasakan hal yang menyenangkan. Apalagi kalau bukan adanya rasa kerjasama antaranggota saat harus memecahkan masalah atau melakukan sesuatu. Sebut saja pada saat melakukan jelajah alam. Saat melalui pos-posan, kita harus ngerti dengan aturan yang diberikan dan perlu megerjakan sesuatu yang sifatnya kelompok. Belum lagi pada saat memecahkan sandi semaphore, lomba tali temali, dan cerdas cermat. Pokoknya, kita nggak bakalan sendirian saat melakukan kegiatan ini, dan ini tuh seru!

Selain itu, asiknya jadi anak pramuka adalah kita bisa unjuk gigi. Sebut saja pas lagi acara perlombaan. Kita dengan pedenya menunjukan bakat di depan semua anggota dari berbagai sekolah. Kita merasa menjadi yang paling wah karena anggota lain nggak ada yang bisa melakukannya. Jelas saja, ini juga bisa mendapat sorotan dari kakak pembina atau pemandu, sehingga kita bakalan selalu diandalkan dalam setiap perlombaan tersebut. Eksis khan jadinya…

Hal lain yang lebih menarik adalah kita bisa bertemu dengan si doi atau gebetan. Saat adanya gelaran Jambore Nasional atau Persami antar sekolah, kita otomatis bakal ketemu dengan orang-orang baru. Bening dikit, langsung dilirik..gitu, kan? Modusnya adalah biasanya pura-pura pinjam sesuatu atau menanyakan sandi morse. Eh, maaf..minta tolong, ini arti sandinya apa, ya? Oh, artiya “Boleh minta akun IG?”. Slebeeeeewww…..! Pokoknya mah kita bakalan ketemu sama orang-orang baru yang asik..

Asyiknya menjadi anggota pramuka tentu saja ngga cuma itu doang. Kita-kita ini bakal dibentuk menjadi pribadi yang lebih baik. Kenapa asyik? Ya jelaslah, bukankah sesuatu yang baik itu cenderung menyenangkan? Hehe. Katanya nih, kita ini bakal lebih bertanggung jawab, disiplin, mandiri, pemberani, punya empati, kreatif, dan hal-hal baik lainnya. Ini tentu bisa menjadi bekal untuk kehidupan kita di masa mendatang.

Ngomongin soal asyiknya jadi anak pramuka, diem-diem ternyata ada juga kekesalan terpendam yang dirasakan anak pramuka. Bukan soal dibenci gebetan gara-gara nggak mau kasih akun IG, tetapi lebih dari itu. Gedegnya jadi anggota pramuka adalah kita sering mendapat hukuman kalau salah atau tidak tuntas dalam mengerjakan sesuatu. Kalau levelnya udah anak SMA, hukumannya juga nggak main-main. Bisa saja push up belasan atau puluhan kali, atau melakukan hal yang memalukan. Nyanyi Potong Bebek Angsa pakai huruf “O”, misalnya.

Selain itu, jadi anggota pramuka itu capeeek bangetttt. Bisa dipastikan kita cuman punya waktu beberapa jam saja untuk istirahat karena padatnya aktivitas. Ya jelajah alam di siang harinya lah, belum lagi acara api unggun dan jelajah di malam harinya. Pokoknya, siap-siap tepar aja pas pulang ke rumah.

Keluhan lainnya adalah kita ngga bisa makan enak. Saat menggelar kegiatan pramuka, kita cuman disuguhkan dengan makanan seadanya. Apalagi kalau bukan mie instan dicampur nasi. Mana mienya ngembang lagi kan. Terus pas pagi harinya kita cuman dikasih bubur kacang hijau. kalau yang yang nggak suka sama makanan ini mah, bisa-bisa dibuang aja itu bubur, terus kitanya malah jadi sakit maag dan akhirnya nyusahin orang. Ya gitulah pokoknya, nggak usah ngarep bisa nge-grill, nyuki, dan semacamnya 🙁

Hal lain yang membuat anak pramuka bersedih adalah saat hujan turun. Bukan takut seragamnya basah, lebih tepatnya lagi adalah tenda kita yang bisa kebanjiran. Bayangin aja gitu, lagi enak-enak tidur, tiba-tiba kita ngerasa mimpi lagi ngompol, yang padahal bukan! Air dengan derasnya masuk ke tenda dan membuat peralatan kita jadi basah semua. Tidur nggak, repot beresin iya, mana sendal pada ilang. Ah, udahlah….

Duka terakhir yang dirasakan anak pramuka adalah titelnya itu sendiri. Maksudnya adalah saat kita melakukan kesalahan atau hal-hal yang jauh dari sifat anak pramuka, malah dapat sindiran. Katanya anak pramuka, tapi kok bangunnya siaaaaanggg….. 🙁 Mereka mungkin lupa kalauanak pramuka juga manusia, hhuuu..

Pokoknya, jadi anak pramuka itu udah paket lengkap. Ada suka, pasti ada duka. Btw, ceritain juga pengalaman kamu ikut ekskul pramuka, ya! Tulis aja di kolom komentar 🙂

Baca juga artikel menarik lainnya:

Berikan komentarmu