Foto: ANTARA FOTO/Fauzan

Mudik di Tengah Pandemi, Terobos Aja Demi Keluarga Tercinta?

Spread the love

Mudik adalah aktivitas pulang kampung yang udah jadi kebiasaan masyarakat Indonesia. Menjelang lebaran, orang sudah berbondong-bondong memenuhi terminal, stasiun, dan bandara demi bertemu orang tercinta. Namun, situasi mudik tahun ini sama seperti tahun sebelumnya. Kita nggak bisa sembarangan pulang kampung akibat adanya peraturan baru dari pemerintah mengingat pandemi Covid-19 masih belum surut. Akibatnya, kita harus menahan diri buat nggak ketemu dulu orang tua di kampung. Emang udah pasti kangen berat, sih..apalagi dengan opor ayam buatan emak dan THRnya.

KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan empat alasan pemerintah melarang mudik tahun ini. Pertama, terjadinya lonjakan kasus virus corona pada libur Natal 2020 lalu. Kedua, peningkatan kasus terjadi lagi pada Januari dan Februari 2021. Ketiga, mudik terlalu beresiko bagi penduduk lanjut usia (lansia) sehingga diperlukan perlindungan yang maksimal. Keempat, kasus virus mematikan ini juga melonjak di beberapa negara maju.

Merujuk pada empat alsan tersebut, pemerintah akhirnya mengeluarkan aturan larangan mudik untuk lebaran tahun ini. Menurut Pak Menhub, jumlah operasi kereta pada mudik Lebaran 2021 ini akan dibatasi. Selain itu, pihaknya juga akan membatasi arus transportasi. Caranya adalah dengan melakukan penyekatan di 300 lokasi.

Aturan Larangan Mudik 2021

via facebook.com/DivHumasPolri

Kita yang ingin mudik tentu bakalan mikir dua kali akibat adanya aturan baru ini. Pemerintah sudah mengeluarkan aturan larangan mudik Idul Fitri tahun ini. Dalam aturan tersebut, tercantum larangan pada semua moda transportasi, yang meliputi moda darat, laut, udara, dan perkeretaapian untuk beroperasi pada tanggal 6 hingga 17 Mei 2021. Terkait larangan tersebut, kendaraan bermotor umum dengan jenis mobil bus dan juga mobil penumpang juga dilarang.

Meski semua moda transportasi dilarang beroperasi, ada beberapa diantaranya yang masuk pengecualian, yaitu kendaraan pimpinan lembaga negara, kendaraan dinas operasinal berpelat dinas TNI dan Polri, kendaran dinas perjalanan petugas jalan tol, kendaraan pemadam kebakaran, ambulance, dan mobil jenazah.

Selain itu, mobil barang dtanpa penumpang, kendaraan khusus pelayanan kesehatan darurat ibu hamil, kendaraan yang mengangkut repatriasi pekerja migran Indonesia, WNI, dan pelajar-mahasiswa yang ada di luar negeri juga boleh beroperasi.

Selain kategori pengecualian pada moda transportasi, pemerintah juga mengizinkan pihak-pihak tertentu untuk melakukan mudik dengan catatan untuk perjalan dinas. Ada ASN, pegawai BUMN, pegawai BUMD, Polri, TNI, dan pegawai swasta lengkap dengan surat dinas dari institusi masing-masing. Pegawai swasta yang ada tugas dinas juga bisa tancap gas kalau ada surat tugas dengan tanda tangan basah dan cap basah dari pimpinannya.

Suka Duka Mudik, Dari Paling Asyik Sampe Ngenes Ke Ubun-ubun

Tahun ini, lagi-lagi kita harus menikmati Idul Fitri bersama keluarga inti saja atau bahkan seorang diri di kostan tanpa hidangan lezat opor ayam. Padahal, mudik memberikan kesan suka duka yang pengalamannya nggak bisa kita lupakan. Katakan saja beberapa tahun silam yang membuat kita stuck di jalan akibat macet yang nggak ada obat. Misalnya, jarak tempuh Tasik-Bandung yang harusnya tiga jam saja, saat itu malah harus menempuh sampai 12 jam perjalanan. Pusing nggak tuh? Karena bosan, akhirnya nggak sedikit pemudik yang malah melipir dulu ke rest area. Bahkan saking macetnya, kita jadi buka puasa di jalan. Ada yang makan di dalam mobil, ngebakso cuankie, dan lebih solehnya lagi solat di pinggir jalan.

Pengalaman menyenangkan saat pulang ke kampung halaman bisa dibilang unforgettable. Beberapa pengalaman seru di bawah ini mungkin pernah dialami kamu saat perjalanan mudik dan berada di kampung halaman.

1. Ngobrol Hal-hal Asik Bareng Keluarga Sepanjang Perjalanan

Perjalanan mudik bisa memakan waktu hingga berjam-jam lamanya. Selain menghibur diri dengan mendengarkan musik atau main game, kamu bisa banget ngobrol hal-hal asik bareng keluarga. Ini bisa saja jadi kesempatan emas bagi kamu yang jarang banget ngobrolbareng ibu, bapak, ade, atau kakak. Sepanjang perjalanan, biasanya kalian bakalan cerita-cerita tentang pengalaman ibu bapak waktu kecil dulu, pengalaman menegangkan saat melahirkan kamu, pengalaman nyasar di pasar, dan masih banyak lagi. Pengalaman seru ini nggak bisa semua orang rasakan, lho. Jadi, manfaatkan momen mudik untuk merekatkan hubungan bersama keluarga.

2. Jajan Aneka Camilan untuk Buka Puasa

Jika mudik memakan waktu perjalanan yang cukup lama, kemungkinan besar kamu bakalan buka puasa di jalan. Serunya, kamu bisa jajan apa aja yang ada di pinggir jalan selain melipir ke restoran atau cafe. Jajanan pinggir jalan tentu bisa jadi alternatif menu untuk buka puasa. Misalnya, bakso tahu, siomay, bakso, es buah, tahu sumedang, dan makanan mantap lainnya. Jadi, kamu nggak perlu keluar mobil saat buka puasa.

3. Ketemu Nenek, Kakek, dan Sanak Saudara Tercinta

via suratkabar.id

Salah satu tujuan mudik adalah silaturahmi dan melepas kangen dengan keluarga tercinta. Bayangin aja betapa panglingnya kamu dengan sang nenek yang kini udah bisa main gadget. Belum lagi ponakan kamu yang dulunya belom bisa baca sekarang udah bisa live di TikTok. Dengan temu kangen di momen lebaran ini, otomatis kamu bakalan nagih buat mudik tiap tahun.

4. Dapet THR

Perkara THR, tentu saja menjadi nomor satu saat kamu mudik ke kampung halaman. Kalau kamu masih anak sekolahan alias belum kerja dan kawin, THR bisa saja mengalir deras, apalagi kalau om tante kamu juga pulang kampung. Lain halnya kalau kamu udah kerja, yang ada THR harus keluar dari dompet kamu. Pokoknya, salah satu keseruan mudik adalah kamu bisa mendadak kaya sepulangnya dari sana.

5. Makan Opor Khas Buatan Nenek

via AmaliaEka

Asyiknya mudik salah satunya bisa menikmati opor ayam lezat khas nenek. Opor ini nggak bakalan kamu temuin di tempat kamu tinggal sekarang. Rasanya tentu saja ngga ada obat, yang ujung-ujungnya kamu pengen nambah terus. Kehangatan opor ayam bakal semakin terasa kalau kamu makan bareng-bareng di depan teras rumah. beuh!

Mudik tentu saja nggak selalu menyenangkan. Kalau ada suka, pasti ada duka, kan? So, bisa saja kamu juga mengalami keapesan ini saat mudik ke kampung halaman.

1. Terjebak Macet Selama Berjam-jam

via IndoWarta

Hal yang paling menyebalkan saat perjalanan mudik adalah terjebak macet. Ini tentu saja hal yang lumrah karena ribuan kendaraan memadati volume jalan yang nggak gede-gede amat. Akibatnya, kamu bakalan ngerasa bosan. Belum lagi cuacanya yang panas membuat kamu kehausan saat puasa. Ujung-ujungnya malah jadi ngedumel sendiri dan memutuskan buat tidur aja. Nyeseknya lagi, ternyata kamu masih disitu-situ aja meski udah tidur berjam-jam!

2. Harus Bisa Nahan Buang Air

Tempat yang paling saat mudik apalagi kalau bukan rest area. Sayangnya, penyelamat jiwa raga yang satu ini kadang susah banget ditemukan. Akibatnya waktu menjadi begitu menegangkan ketika kamu atau si mamah kebelet pipis. Supir menjadi terganggu karena kamu ngoceh mulu pengen ngompol. Kalau nggak beruntung, kamu bisa buang air di wadah seadanya daripada nantinya jadi batu. Hiks.

3. Bisa Tertular Virus Corona

Di situasi seperti sekarang, potensi tertular virus corona yang mematikan cukup besar. Siapa tahu kamu adalah pembawanya, atau nanti kamu akan tertular oleh orang lain atau saudara. Jadi, kita emang harus mikir dua kali buat mudik kalau nggak mau ngambil resiko ini.

4. Diserang dengan Pertanyaan Menusuk Hati

Saat berada di kampung halaman, orang malah suka jadi kepo sama kita. Entah itu soal kabar diri, pekerjaan, atau bahkan tentang pasangan. Tentu saja, pertanyaan itu bukan sekedar basa-basi, gengs. Misalnya, si tante nanyain kapan nikah. Kita udah jawab dengan singkat, padat, dan jelas dengan kata “Nggak tahu”. Eh, dia malah jadi nyerocos panjang lebar, “Deuh, cari atuh, nanti ketuaan keburu nggak laku. Tuh, si Anu aja malah anaknya udah mau 2. Mau dicariin?”. Kan, marketing jadinye. 

Wajar aja sih kalau kita misal sampe baper, karena si tante ini nggak tahu perjalanan cinta kek mana. Bisa saja kita baru aja patah hati sama seseorang, ditinggal kawin, nggak dapet restu dari orang tua, (emang) kagak laku, dan masih banyak lagi.

Biar si tante diem, kamu bisa coba bilang kayak gini, “Nanti ya tante, aku tanyain orang dalem dulu” 🙂

5. Ajang Pamer

via Twitter/RecehNyaFacebok

Hal ini mungkin bisa saja terjadi, termasuk di keluarga kamu :(. Saat kumpul keluarga, setiap orang biasanya heboh nyeritain pencapaiannya masing-masing. Ada yang anaknya udah jadi dokter, ada yang udah kebeli rumah di usia 20 tahun, ada yang udah naek haji lima kali, dan masih banyak lagi.

Sebenarnya, kita mah ikut seneng aja dengernya. Tapi, masa sih nggak ada secuil pun rasa dengki dalam hati? Wkwkwk. Gak apa-apa, normal. Anggaplah itu jadi penyemangat kita buat bisa lebih semangat dalam mengejar mimpi dan bersyukur atas apa yang dimiliki. Wassalam.

Trik Pemudik Biar Lolos Aturan Pulang Kampung

Setelah tahu suka duka mudik di atas, gimana, kamu masih mau mudik? Kalau iya, ternyata ada tipsnya juga nih.

Menurut Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo, masyarakat yang mau mudik wajib mengikuti aturan yang ada. Aturan tersebut sesuai dengan  Surat Edaran Nomor 12 Tahun 2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri di Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Masyarakat boleh mudik sebelum tanggal 6 Mei 2021. Namun, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, yaitu sebagai berikut:

1. Menerapkan protokol kesehatan: penggunaan masker medis (tiga lapis), menjaga jarak ,cuci tangan atau pakai hand sanitizer, tidak boleh ngobrol satu arah maupun dua arah melalui telepon ataupun secara langsung sepanjang perjalanan, tidak boleh makan dan minum sepanjang perjalanan penerbangan bagi perjalanan yang kurang dari 2 jam, kecuali mereka yang harus mengonsumsi obat.

2. Wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR, atau hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3 x 24 jam sebelum keberangkatan (berlaku untuk transportasi darat pribadi dan umum, udara, dan laut)

Diam di Rumah atau Tancap Gas Aja Nih?

Perkara mudik, sebenarnya harus atau nggak nih di tengah pandemi? Kalau memang kamu sangat perlu untuk mengunjungi orang tua di kampung, silahkan mudik dengan mengikuti aturan yang sudah ditetapkan. Kalau emang dirasa tidak perlu, kamu bisa menghubungi mereka melalui video call saja. Kita sudah tahu resiko dari dua pilihan tersebut. Jadi, kamu pilih yang mana?

Berikan komentarmu