Share this
Share

Share

shares

Mitos Pantai Parangtritis, Pantangan, Sampai Pesugihan

25 October 2020  Ajeng

Kalau ingin mantai di Yogyakarta, Pantai Parangtritis bisa jadi solusinya. Berada di wilayah selatan Yogyakarta, Pantai Parangtritis ini memiliki keistimewaan berupa pemadangan cantik gumuk pasir yang membentuk gunung-gunung. Bahkan gumuk tersebut menjadi satu-satunya di Asia Tenggara. Dibalik keindahan di sekitarnya, Parang Tritis tentu tidak terlepas dari mitos-mitosnya. Mitos Pantai Parangtritis sendiri sudah dikenal luas oleh warga sekitar bahkan orang-orang dari luar daerah Yogyakarta.

via penginapan.net

Kalau kamu penasaran dengan seluk beluk mitos Pantai Parangtritis yang identik dengan Nyi Roro Kidul ini, simak saja ulasannya di bawah ini.

Legenda Nyi Roro Kidul dan Kanjeng Ratu Kidul

via krjogja.com

Kanjeng Ratu Kidul dan Nyi Roro Kidul merupakan sosok yang berbeda. Menurut legenda, Kanjeng Ratu Kidul dikenal sebagai Dewi Sri atau Dewi Padi yang merupakan ciptaan Dewa Kaping telu. Ia menguasai aras ombak di Samudera Hindia dan tinggal di istana yang ada di jantung samudera.

Menurut legenda, Kanjeng Ratu Kidul adalah kekasih para raja-raja di Kerajaan Mataram dan Yogyakarta. Seiring berjalannya waktu, wujud dari Kanjeng Ratu Kidul selalu berubah-ubah.

Sempat beredar kabar bahwa Sri Sultan Hamengkubuwono IX pernah bertemu dengan Kanjeng Ratu Kidul. Beliau bersaksi bahwa Kanjeng Ratu adalah sosok perempuan muda saat bulan purnama dan berubah wujud di waktu yang lain menjadi perempuan tua.

Nyi Roro Kidul merupakan pembantu setia Kanjeng Ratu Kidul. Nyi Roro Kidul selalu menggunakan kemben hijau yang menjadi warna kesukaannya.

Mitos Pantai Parangtritis

1. Dilarang Menggunakan Baju Warna Hijau

via tribunnews.com

Konon, Nyi Roro Kidul sangat menyukai warna hijau. Untuk itu, siapa saja yang berkunjung ke Pantai Parangtritis menggunakan baju warna hijau akan ditarik ke dalam laut untuk dijadikan sebagai pengikutnya. Oleh karena itu, pengunjung disarankan untuk tidak menggunakan warna baju tersebut. Terlepas dari benar atau tidaknya mitos tersebut, kita sudah sepatutnya menghargai dan menghormati aturan yang berlaku disana.

Sebenarnya, larangan penggunaan baju warna hijau ini diberlakukan juga di pantai-pantai lain. Selain Pantai Parangtritis, ada juga Pantai Pelabuhan Ratu, Pangandaran, Cilacap, pantai-pantai di selatan Yogyakarta, dan Semenanjung Purwa di Jawa Timur.

2. Gerbang Menuju Kerajaan Lain

via phinemo.com

Masyarakat percaya bahwa Pantai Parangtritis memiliki akses menuju kerajaan dunia lain. Banyak warga sekitar yang bersaksi bahwa di sekitar pantai tersebut sering terdengar suara gamelan dari arah pantai. Konon, suara tersebut menandakan bahwa rombongan Nyo Roro Kidul sedang melakukan perjalanan ke Gunung Merapi. Namun, belum dipastikan apakah ada warga sekitar yang benar-benar pernah melihat rombongan ‘mistis’ tersebut.

Aktivitas Warga Sekitar

Dengan adanya mitos yang beredar, tidak sedikit masyarakat yang memanfaatkan hal tersebut untuk kebutuhan spiritual dan hal-hal lain sejenisnya. Biasanya, Pantai Parangtritis sering digunakan untuk aktivitas ritual kejawen dan pesugihan seperti rangkuman di bawah ini.

1. Ritual Kejawen

via beritagar.id

Pantai Parangtritis ini dipercaya masyarakat sekitar bisa mendukung aktivitas ritual Jawa. Ritual-ritual Jawa yang sering dilakukan tidak lain adalah untuk meminta kemakmuran. Orang-orang yang terlibat dalam ritual ini biasanya masyarakat nelayan pesisir dan anggota kerajaan. Mereka melakukan ritual tersebut yakni untuk meminta restu dari penguasa laut dan juga meminta kemakmuran bagi warga sekitar.

Dengan melakukan ritual tersebut, masyarakat percaya mereka bisa terhindar dari bencana dan juga kesialan. Ritual tersebut diawali dengan persembahan sesajen untuk Nyi Roro Kidul. Ritual ini tentu saja tidak boleh dilakukan secara sembarangan.

2. Pesugihan

via today.line.me

Selain untuk meminta kemakmuran bagi warga sekitar, tidak sedikit juga yang melakukan pesugihan untuk kepentingan pribadi, Banyak masyarakat yang melakukan aktivitas ini untuk mendapatkan kekayaan yang berlimpah. Caranya tentu saja harus memberikan sesajen untuk Nyi roro Kidul.

Sesajennya pun tidak main-main. Ada beberapa kasus yang memberikan tumbal dalam wujud manusia. Ini tentu saja setimpal dengan keinginannya. Misalnya, ingin mendapatkan pujaan hati, ingin menghancurkan usaha seseorang, ingin membuat hidup seseorang hancur, dan masih banyak lagi. Biasanya, tumbal berupa manusia ditujukan untuk hal-hal yang tidak baik.

Itulah seputar mitos Pantai Parangtritis yang perlu kamu ketahui. Apapun mitosnya, sebaiknya kamu tetap menghargai dan menghormati budaya masyarakat lokal disana. Setidaknya, kamu juga bisa terhindar dari hal-hal yang nggak diinginkan.

 

 

 

Berikan komentarmu

Related articles

 #destinasi wisata pantai #hotel dekat pantai parangtritis #oleh oleh parangtritis #oleh oleh yogyakarta #outfit pantai laki laki #outfit pantai wanita #pantai di jogja #pantai indonesia terindah #pantai parangtritis dimana #pantai parangtritis terletak di #pantai selatan yogyakarta #pantai yang ada di pulau jawa #pantai yogyakarta yang bagus #rekomendasi pantai hits 2020
Share di whatsapp

Pilihan editor