Meski Tertelan Zaman, 10 Mitos Jepang Ini Masih Dipercaya

Spread the love

Kepercayaan masyarakat akan hal-hal yang tidak bisa dibuktikan secara ilmiah rupanya masih eksis. Katakan saja masyarakat Jepang yang masih percaya akan mitos-mitos. Meski kini Negeri Sakura itu sudah berkembang modern, nilai-nilai tradisional di dalamnya tentu saja belum hilang. Sebut saja mitos saat menggunakan sumpit. Konon, ada etika tersendiri, yang jika dilanggar katanya bisa berdampak fatal (dalam hal ini membentuk sumpit menjadi huruf “x”). Selain itu, masih ada beberapa mitos Jepang lainnya yang masih dipercaya masyarakatnya, yaitu sebagai berikut.

1. Mitos Jepang: Kutukan Kamar Merah

Salah satu mitos yang terkenal di Jepang adalah kutukan kamar merah. Mitos yang satu ini bermula dari sebuah permainan di komputer. Saat game tersebut dimulai, kamu bakal masuk ke sebuah pintu merah, dan harus menjawab pertanyaan dalam bahasa Jepang ‘Apakah kamu menyukai kamar merah?’ Setelah itu, kamu bakal diminta untuk menjawab pertanyaan, sampai nama kamu dan beberapa temanmu muncul.

Mitosnya, siapa saja yang memainkan permainan ini akan meninggal dunia keesokan harinya. Mengerikannya, konon kamu bakal mati dengan darah yang berceceran di dinding. Mitos ini ternyata sempat menggegerkan warga Jepang pada tahun 2004. Saat itu,  ada seorang remaja 14 tahun membunuh sadis temannya. Diketahui, aktivitas terakhir si korban ini adalah bermain game tersebut di komputer. Gimana nggak parno?

2. Jinmenken: Anjing Berwajah Manusia

Mitos Jepang selanjutnya yang masih dipercaya adalah Jinmenken. Sosok ini merupakan anjing yang berwajah manusia. Keistimewaannya adalah punya kecepatan super. Namun, masyarakat Jepang percaya sosok tersebut bisa menjadi sangat berbahaya jika ditinggalkan sendirian. Namun, ada juga yang mengatakan kalau Jinmenken ini merupakan sosok kera Jepang namun tubuhnya mirip anjing dan wajahnya seperti manusia. Apapun wujudnya, tetap aja serem kalau ketemuu 🙁

3. Hitobashira

Tumbal juga menjadi salah satu kepercayaan masyarakat Jepang sebagai penolak bala. Tumbal ini dulu sering dipersembahkan saat membangun sebuah bangunan atau rumah. Bukan hewan yang dikorbankan, melainkan manusia! Di Jepang, ritual ini disebut dengan Hitobashira.

Untuk dijadikan tumbal, orang tersebut harus rela bunuh diri dan membiarkan jasadnya dikubur di dalam tembok. Praktik ini salah satunya sudah dilakukan di kastil Matsue. Hitobashira ini dipercaya sebagai persembahan terbaik bagi para dewa, sehingga bangunan tersebut menjadi lebih kokoh berkat penjagaannya.

4. Mitos Jepang: Taman Inokashira

Taman Inokashira juga terkenal dengan mitosnya. Taman yang terkenal romantisini memiliki sebuah danau yang biasa digunakan untuk bersantai menggunakan perahu. Namun, pengunjung jangan sekali-kali naik perahu bersama pasangannya. Mitosnya, pasangan kekasih yang mendayung di danau taman itu tersebut bisa putus, bahkan tidak bisa kembali bersama. Mitos ini berawal dari kisah Dewi Benzaiten yang merupakan penghuni danau tersebut. Dia merasa iri pada pasangan kekasih yang naik perahu di danau tersebut. Akibatnya, dia memilh untuk mengutuk danau tersebut.

5. Desa Inunaki

Selain taman cantik di atas, lokasi lainnya yang dianggap mitos adalah Desa Inunaki. Desa yang satu ini sebenarnya masih belum terbukti benar akan mitosnya. Namun, siapa saja yang mengunjungi desa ini, konon akan berhadapan dengan kengerian.Bukan hantu atau makhluk-makhluk mengerikan lainnya, tetapi aktivitas sadis yang bebas dilakukan oleh siapapun. Siapa saja bebas melakukan hal-hal keji, mulai dari mencuri, membunuh, atau memakan apapun. Setelah berkunjung ke desa itu, konon kamu nggak bakalan pernah kembali.

6. Gozu

Kalau tadi ada mitos anjing berkepala manusia, selanjutnya ada mitos manusia berkepala sapi. Di Jepang, sosok ini dinamakan Gozu. Sosok Gozu ini konon suka sekali membunuh. Ia bisa membuat semua syaraf dan fungsi di otak berhenti mendadak, dan akhirnya berujung pada kematian. Masyarakat Jepang percaya kalau hantu Gozu ini punya aksi yang lebih mengerikan dibandingkan dengan membunuh manusia. Bayangkan saja, apa yang bisa dilakukan oleh sapi jadi-jadian bertubuh manusia?

7. Mitos Jepang: Tinta Merah

Perihal warna tinta pada pulpen pun menjadi mitos di kalangan masyarakat Jepang. Penduduk Negeri Sakura ini sangat menghindari tinta warna merah untuk menulis. Menurut mitos, warna merahtersebut identik dengan sesuatu yang sial dan buruk. Perang atau darah, misalnya, yang bisa berujung pada kematian. Untuk itu, tinta berwarna merah ini lebih cocok digunakan untuk  menuliskan nama seseorang yang sudah meninggal dunia.

8. Mitos Jepang: Angka 4 dan 9

Angka sial yang paling terkenal apalagi kalau bukan 13. Angka tersebut dianggap sial, bahkan Indonesia sendiri pernah membuat film horor dengan judul Lantai 13.  Di Jepang, angka yang dianggap sial adalah 4 dan 9. Dua angka tersebut begitu dihindari karena punya makna kesialan dan kematian. Bahkanada beberapa hotel di Jepang yang tidak menyediakan angka 4 atau 9 di dalam liftnya. Begitu juga dengan kamar hotelnya. Dalam bahasa Jepang, angka 4 dibaca Shi, yang artinya  Shinu atau Mati. Sedangkan angka 9 dibaca Ku, yang artinya kurushii atau penderitaan.

9. Boneka Okiku

Boneka Okiku terkenal dengan mitosnya bahwa boneka tersebut dirasuki seorang gadis. Boneka yang satu ini bisa dijumpai di kuil Mannenji di Iwamizawa, Hokkaido. Saat pertama ditemukan, rambut Okiku ini pendek. Namun, satu tahun berselang, rambut boneka itu tiba-tiba memanjang dengan sendirinya. Karena semakin memanjang, orang-orang selalu memotong rambutnya setiap tahun. berdasarkan legenda, boneka tersebut dulunya dibeli oleh seorang pemuda sebagai hadiah. Boneka itu diberikan kepada sang adik bernama Okiku yang masih berusia 2 tahun. Boneka tersebut menemani Okiku setiap harinya, dan ia begitu sayang pada boneka itu. Hingga suatu hari, Okiku meninggal dunia dan boneka tersebut jadi terbengkalai dengan rambut yang terus tumbuh.

10. Kipas Angin

Masyarakat Jepang begitu menghindari kipas angin saat hendak tidur. Kipas angin yang terus menyala dipercaya bisa membuat kamu meninggal dunia dalam keadaan tidur. Berdasarkan penelitian iliah, tidur dengan dibarengi kipas angin yang menyala tentu tidak baik untuk tubuh. Ini menyebabkan berbagai masalah, mulai dari hipotermia, masalah pernafasan, hingga kelumpuhan wajah. Nah loh, ini mitos apa bukan?

Baca juga artikel menarik lainnya:

Berikan komentarmu