Menjepit Kepala Bayi dan 9 Tradisi Seram Dunia yang Epic

Spread the love

Setiap suku atau daerah pasti punya kebiasaan yang selalu dilakukan secara berulang. Apalagi kalau bukan tradisi yang diwariskan dari nenek moyang. Misalnya saja ada tradisi Ngeuyeuk Seureuh yang sering dilakukan masyarakat suku Sunda menjelang pernikahan, atau upacara Ngaben yang merupakan tradisi pembakaran jenazah yang dilakukan oleh masyarakat Bali. Namun, dari sekian banyak tradisi yang ada di dunia, ada beberapa diantaranya yang memang terkenal menyeramkan. Maksudnya, tradisi yang dilakukan tergolong aneh bahkan ekstrem, sehingga nggak jarang orang yang mendengarnya langsung bergidik. Biar kita semakin tau, langsung aja kepoin sepuluh tradisi seram dunia berikut ini.

1. Tradisi seram dunia: Memakan Jenazah – Suku Aghori

Salah satu tradisi yang memberikan kesan seram adalah memakan jenazah. Kebiasaan ini biasa dilakukan oleh suku Aghori yang berasal dari India. Mereka ini selalu melakukan tradisi memakan mayat yang sudah meninggal. Ini tentu saja bukan tanpa tujuan. Suku ini terkenal dengan orang-orangnya yang takut meninggal, sehingga mereka percaya kalau memakan orang mati, sekarat, bahkan yang masih hidup bisa terhindar dari kematian dan diharapkan bisa mendapatkan keajaiban. Jenazah yang mereka konsumsi adalah mayat yang tidak dikremasi dan dibiarkan mengapung di sungai Gangga.

2. Memakan Abu Orang Mati – Suku Yanomami

Kalau tadi ada kelompok yang suka memakan jenazah, lain halnya dengan suku Yanomami. Suku yang merupakan etnis terbesar di Venezuela dan Brasil ini masih mempertahankan tradisi kuno, yaitu memakan abu jenazah. Abu jenazah tersebut tentu saja harus berasal dari anggota keluarga yang meninggal yang sudah dibakar, jadi kalau punya tetangga nggak boleh dimakan karena haram memakan yang bukan haknya. Tradisi yang dilakukan suku Yanomami ini bertujuan untuk berbagi kasih sayang, menghibur, dan memuliakan keluarga.

3. Anak-anak Harus Disengat Semut – Suku Satere Mawe

Tradisi yang nggak kalah mengerikan lainnya berasal dari Suku Satere Mawe. Suku yang berasal dari Amazon ini punya kebiasaan yang dinilai ekstrem, yaitu anak laki-laki remaja harus memasukkan tangannya ke dalam sarung tangan tenung yang berisi ratusan semut peluru. Jenis semut ini terkenal punya sengatan yang mematikan, sehingga mengerikan kalau sampai ada bagian kulit yang tergigit. Mereka yang harus memasukan tangannya tersebut harus mengenakan sarung tangan yang berisi semut tadi selama sepuluh menit dan wajib melakukannya sebanyak dua puluh kali selama berbulan-bulan. Tujuannya adalah untuk menguji kedewasaan anak laki-laki yang mejelang remaja. Apakah ujian ini lebih baik daripada harus memahami isi hati wanita?

4. Tradisi seram dunia: Menjepit Kepala Bayi – Suku Maya

Suku Maya Kuno di Meksiko juga punya tradisi yang nggak kalah bikin ngilu. Salah satunya adalah “menggencet” kepala bayi yang baru berusia satu bulan menggunakan dua papan secara terus menerus. Kebiasaan tersebut terus dilakukan selama enam bulan. Suku Maya percaya bahwa tradisi ini bisa mengubah bentuk kepala bayi menjadi lebih lonjong. Bentuk ini lebih disukai karena mereka percaya kalau tengkorak memanjang cenderung akan membuat anak tersebut menjadi lebih pintar, mendapatkan derajat yang lebih tinggi, dan dipercaya dekat dengan dunia spiritual. Untuk itu, tradisi ini lebih sering dilakukan pada bayi yang baru lahir karena kepalanya masih lentur.

5. Menculik Wanita –  Kyrgyzstan

Tradisi yang dilakukan orang-orang Kyrgyzstan, Moldova, dan Chechnya terbilag cukup ekstrem. Menjelang pernikahan, sang lelaki akan menculik wanita yang ingin dinikahinya. Proses penculikan ini tentu saja tidak dilakukan sendirian, melainkan bersama teman-temannya. Tradisi ini dilakukan agar sang pria mendapatkan restu dari orang tua wanita tersebut. Saat diculik tersebut, mereka melakukan kawin lari, sehingga restu orang tua bisa lebih didapatkan. Tradisi ini juga biasa dilakukan oleh kaum lelaki yang berasal dari strata rendah, yang nantinya akan meminta sejumlah uang pada keluarga sang wanita, sehingga ia bisa kembali ke keluarganya.

6. Menyimpan Rambut Orang Mati –  Komunitas Miao Tiongkok

Komunitas Miao di Tiongkok juga punya tradisi yang unik-unik seram. Komunitas yang kurang lebih tersisa 5000 orang ini mash melakukan tradisi menyimpan rambut leluhur yang sudah mati. Rambut tersebut kemudian ditenun untuk nantinya dijadikan wig atau rambut palsu. Setiap rambutnya dipastikan tidak ada yang terbuang, bahkan yang patah sekalipun. Wig tersebut terus dirawat agar tetap bagus dan sehat, sehingga bisa diwariskan. Tujuan pembuatan wignya itu sendiri adalah untuk tetap menghormati sang leluhur yang sudah meninggal dunia. Wig tersebut biasa digunakan untuk berbagai acara besar, salah satunya pernikahan.

7. Tradisi seram dunia: Melempar Bayi – India

India juga kental dengan tradisi masyarakatnya. Salah satunya adalah kebiasaan para orangtua yang melempar bayi dari ketinggian yang dilakukan setiap tahun. Tradisi ini biasa dilakukan di Solapur, India. Bayi tersebut nantinya akan dilemparkan dari ketinggian 25 meter dan dibawahnya sudah ada kain putih yang terbentang panjang yang dipegang oleh warga. Ini sudah berlangsung selama sekitar 500 tahun. Tujuannya adalah untuk menunjukan kasih sayang pada sang anak dan diharapkan dia bisa mendapatkan keberuntungan. Beruntunglah kita tinggal di Indonesia 🙁

8. Menusuk Tubuh – Phuket

Ada tradisi di Phuket, Thailand, yang mengharuskan para peserta menusukkan pisau, pedang, paku, dan benda-benda tajam lainnya ke pipi mereka sampai tembus. Dalam perayaan vegetarian ini, mereka percaya bahwa tubuh mereka akan disingahi oleh Dewa, dan Ia akan membawa keberuntungan dan perlindungan bagi masyarakat. Festival yang satu ini digelar setahun sekali di Thailand. Dalam perayaan tersebut, masyarakat dan peserta yang terlibat tidak diperbolehkan makan makanan selain buah dan sayuran.

Baca juga artikel menarik lainnya:

9. Tradisi seram dunia: Ritual Ma’Nene – Sulawesi

Indonesia juga nggak kalah kalau soal tradisi. Di Toraja, seperti yang kita ketahui ada tradisi yang namanya Ma’Nene. Masyarakat Toraja percaya bahwa keluarga atau leluhur mereka selalu ada di sekitar mereka meski sudah meninggal dunia. Ritual yang satu ini silakukan untuk menghormati leluhur. Caranya adalah dengan menggali kembali kuburnya, lalu mengganti pakaian dan mendandaninya, kemudian membawanya pulang ke rumah. Ini juga menjadi salah satu cara untuk mengobati rindu pada keluarga yang sudah lebih dulututup usia.

10. Ngayau – Kalimantan

Dulu, ada sebuah tradisi di Kalimantan yang dinilai sangat mengerikan. Namanya Kayau atau Ngayau. Ngayau merupakan sebuah ritual, yakin memenggal kepala musuh yang termasuk bagian dari upacara inisiasi agar status seseorang di masyarakat meningkat. Kayau (bahasa Dayak) sendiri diartikan sebagai berarti musuh. Dengan demikian, ngayau bisa diartikan memburu kepala musuh. Kepala-kepala tersebut nantinya akan diawetkan dan menjadi koleksi. Masyarakat disana percaya kalau cara ini bisa membuat mereka terhindar dari marabahaya. Untungnya, tradisi ini udah nggak ada, genx 🙁

Berikan komentarmu