Menahan Hawa Nafsu Saat Bulan Puasa di New Normal, Bisa?

Spread the love

Untuk bernapas lega di situasi pandemi seperti ini sepertinya sulit. Kita wajib banget pakai masker saat bepergian keluar rumah. Belum lagi harus menjaga jarak untuk meminimalisir penularan virus yang mematikan ini. Bayangin, udah satu tahun manusia di muka bumi ini ‘terjerat’ dengan aturan yang dinamakan protokol kesehatan. Mana lagi aturan ini diterapkan dalam segala aktivitas di beberapa fasilitas publik. Harus tes suhu pas mau masuk mall, cuci tangan dulu pas mau nongki di cafe, jarak jauh-jauhan pas lagi antre, dan masih banyak lagi. Dengan adanya perubahan kebiasaan ini, akhirnya pemerintah memberlakukan kebijakan new normal. Dengan adanya adaptasi kebiasaan baru, masyarakat diharapkan bisa melakukan aktivitas seperti biasa dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, salah satunya saat ibadah puasa nanti. Bulan puasa di new normal sebenarnya bukan lagi hal yang baru. Kita sudah merasakan bagaimana suka duka menjalani ramadhan dengan kehadiran si virus corona ini.

Saat bulan puasa nanti, umat muslim tidak hanya mematuhi perintah Allah Subhanahu Wataala, tetapi juga pemerintah Indonesia yang sudah membuat aturan protokol kesehatan. Bukan hal yang mengerikan, tapi cukup membuat orang-orang yang berpuasa harus menahan hawa nafsunya lebih besar lagi. Selain nahan buat nggak pacaran, kita juga mesti kuat untuk menahan godaan buka puasa di luar. Kebiasaan itu tentu saja sudah seperti ritual setiap tahun saat bulan puasa datang. Seru aja, ketemu temen-temen lama di acara bukber, foto-foto, nostalgia, sampai lupa tarawehan.

Virus corona bagaikan negara api yang tiba-tiba menyerang. Banyak hal berubah yang nggak semua bisa kita terima. Bulan puas akali ini harus dijalani dengan kebiasaan baru dengan batasan-batasan yang sudah diatur. Sebenarnya, apa saja sih yang jadi pembeda ramadan kali ini dan tahun-tahun sebelumnya? Coba simak rangkumannya di bawah ini.

1. Nggak Ada Tarawihan di Masjid

via KOMPAS.COM/IDHAM KHALID

Salah satu ciri khas dari bulan ramadhan adalah solat tarawih selama 30 hari penuh. Momen solat berjamaah ini tentu saja sangat ditunggu-tunggu. Terlebih, kita bisa silaturahmi dengan tetangga-tetangga yang tidak pernah menunjukkan batang hidungnya. Namun, pandemi ini mengharuskan kita untuk solat tarawih di rumah saja. Yes, selama 30 hari. Btw, ini sudah pernah kita alami di bulan puasa tahun kemarin. Nah, untuk tahun ini, kira-kira sudah boleh tarawih di mesjid nggak, ya?

2. Bulan Puasa di New Normal: NO Bukber

via Rodhita Hotel Banjarmasin

Selain tarawih, bukber juga momen yang nggak kalah seru saat bulan puasa ini. Dahaga yang kita tahan selama kurang lebih 12 jam bakalan sirna kalau udah neguk es kelapa muda bareng temen-temen. Menikmati hidangan buka puasa sambil bernostalgia tentu saja menjadi pengalaman yang cuman bisa dialami setahun sekali, itupun belum tentu tahun depan bisa berkumpul lagi. Kita bisa cerita-cerita pengalaman konyol saat di sekolah dan CLBK. Eh, jangan, tahanlah hawa nafsumu.

Sejak kehadiran Mr. Corona ini. pemerintah nggak menganjurkan untuk buka bersama, khususnya di tempat-tempat umum. Garda terdepan kita sedang berjuang, jadi kita jangan nyusahin dengan seenaknya makan bersama di luar. Untuk itu, tahan dulu hawa nafsu ketemu teman dan mantan. Lakukan saja conference call kalau emang kangennya udah nggak ada obat. Hiks.

3. Pasar Ramadhan Absen Dulu

via okezone.com

Menjelang buka puasa, biasanya kita bakalan semangat buat nyari takjil atau hidangan untuk berbuka puasa. Belinya nggak maen-maen karena kita bisa menjinjing lebih dari tiga kantong kresek saking laper mata. Padahal, makanan tersebut nggak bakalan langsung habis saat adzan berkumandang.

Kebiasaan ngabuburit ini nggak terlihat sejak pandemi melanda. Yang biasanya pasar ramadhan penuh, kini hanya sebatas jalan kosong saja. Bahkan kalau ada pedagang kaki lima pun jumlahnya tidak sebanyak seperti biasanya. Semoga pandemi cepat surut biar bisa jajan banyak pas ngabuburit nanti, hhuu..

4. Bulan Puasa di New Normal: Idul Fitri di Rumah Saja

via istock.com

Di masa pandemi seperti ini, kita juga nggak bisa berkumpul dengan keluarga besar. Usai solat Ied, kita cuman makan opor bersama keluarga inti saja. Bahkan untuk bersalaman dengan tetangga saja rasanya tidak mungkin. Meski demikian, tetap ciptakan suasana hangat bersama keluarga di rumah. Buat momen spesial seperti makan besar, nonton acara favorit, foto-foto, dan masih banyak lagi. Setidaknya, aktivitas yang seru saat Idul Fitri bisa mengobati kesedihan kamu yang nggak bisa kumpul dengan keluarga besar dan nggak bisa dapat THR.

5. Mudik Juga Nggak Boleh

via MAKNA ZAEZAR/ANTARA
Potensi penularan virus corona bisa lebih besar kalau kita mudik saat puasa atau menjelang idul fitri. Kita pasti nggak mau kalau keluarga tersayang jadi harus isolasi mandi gara-gara ngeyel mudik. Tahanlah hawa nafsu ini, teman-teman. Bertemu dengan sanak saudara memang sangat dinanti-nanti, tapi kesehatan dan keselamatan kita semua adalah nomor satu. Dengan rajin bertanya kabar pada nenek atau bibi di kampung halaman, setidaknya perasaan kangen udah sedikit terobati.

5 Tips Nyaman Menjalani Bulan Puasa di New Normal

Menjalani ibadah puasa dengan adaptasi kebiasaan baru sebenarnya bukanlah hal yang begitu mengerikan. Kita bisa menciptakan suasana aman dan nyaman sendiri, sehingga ibadah pun menjadi lebih khusyu. Nggak perlu risau nggak bisa jajan cilor dan kebab karena masakan emak kamu di rumah nyatanya lebih enak. Jangan galau juga nggak bisa mudik karena kuota internet kamu masih bisa digunakan untuk video call-an sama keluarga.

Biar kamu bisa lebih sehat dan khusyu saat menjalani ibadah puasa di new normal ini, boleh dong ikutin enam tips di bawah ini.

1. Tidur yang cukup.

Photo by Acharaporn Kamornboonyarush from Pexels

Saat berpuasa, tubuh tidak menerima asupan makanan selama kurang lebih 12 jam. Untuk itu, kondisi tubuh saat berpuasa haruslah dijaga apalagi di tengah pandemi seperti ini. Setidaknya, kita bisa memulainya dengan jam tidur yang teratur setiap harinya. Tidur selama 7-8 jam per hari bisa membuat tubuh lebih rentan terkena penyakit. Jadi, begadang nggak direkomendasikan apalagi sampai tidak tidur sama sekali.

2. Perbanyak makan-makanan nabati.

Photo by Ella Olsson from Pexels

Pola makan saat berpuasa juga harus dijaga. Kita sebenarnya nggak bisa seenak jidat beli ini itu tanpa tahu kalau itu baik atau tidak untuk tubuh. Selam abulan puasa, disarankan untuk lebih banyak mengonsumi makanan nabati seperti sayur, buah, hingga kacang-kacangan. Makanan-makanan tersebut kaya akan nutrisi dan antioksidan, sehingga imunitas tubuh tetap terjaga di tengah pandemi Covid-19.

3. Bulan Puasa di New Normal: Hindari stres.

Photo by Pedro Figueras from Pexels

Stres nggak bisa keluar rumah bisa saja dialami oleh sebagian orang. Kalau kamu terus-terusan pusing dengan kondisi seperti ini, puasa kamu bakalan nggak nyaman. Selain lebih sering mengalami sakit kepala, kamu juga bakalan lebh mudah terpancing emosi yang bisa bikin puasa batal. Jadi, cobalah untuk rileks dan menerima kenyataan. Hheu. Pikiran yang tenang tentu saja akan membuat hati lebih tentram. Menjalani ibadah juga bisa lebih khusyu. So, cari aktivitas yang seru sekaligus bermanfaat untuk ngisi waktu ngabuburit.

4. Minum air putih dengan teratur.

Photo by Daria Shevtsova from Pexels

Saat sahur dan berbuka puasa, jangan lupa untuk memberi asupan cairan untuk tubuh, ya. Dikutip dari beberapa sumber, ada cara mudah biar kebutuhan cairan kita tetap terpenuhi selama puasa. Minum dua gelas air putih saat sahur, dua gelas air putih saat berbuka puasa, dan empat gelas air putih di malam hari. Jumlahnya pas menjadi delapan gelas atau setara dengan 2 liter per hari.

5. Bulan Puasa di New Normal: Olahraga

Photo by Valeria Ushakova from Pexels

Meski berpuasa, kita dianjurkan untuk tetap berolahraga, ya. Kita bisa melakukan gerakan-gerakan olahraga sederhana, seperti stretching sambil berjemur di bawah sinar matahari atau yoga yang bisa membantu melemaskan otot-otot tubuh. Berolahraga saat puasa di tengah pandemi seperti saat ini tentu saja membantu kita tetap bugar.

6. Tetap Jaga Jarak

via pixabay.com

Menjaga jarak adalah wajib saat ini. Meski sudah menggunakan masker, kamu nggak perlu cipika cipiki sama teman lama saat ketemu di pasar. Physical distancing dinilai bisa mengurangi potensi penularan virus corona. Jadi, patuhi terus protokol kesehatan agar bulan puasa di new normal ini nggak nyusahin banyak orang berjalan lancar.

Menahan hawa nafsu selama bulan puasa sebenarnya bisa kalau kita bisa sepenuh hati mematuhi perintah Allah SWT dan aturan pemerintah setempat. So, jadikan bulan puasa di new normal ini sebagai ujian untuk mendapatkan kebaikan di kemudian hari.

 

Berikan komentarmu