via Twitter @bingkaiphotos

Memilih Resepsi Sederhana Adalah Cara Tepat Meredam Gengsi

Spread the love

Peristiwa sakral yang sejatinya terjadi sekali seumur hidup pada manusia adalah menikah. Selepas akad diucapkan, ikatan lahir batin antara dua insan sudah terjalin secara hukum dan agama. Praktik sakral ini memang terkesan begitu simpel. Namun, mengingat masyarakat Indonesia ini terikat dengan kebiasaan, maka setelah akad terbitlah resepsi. Aktivitas yang satu ini terkesan wajib, sehingga orang jadi sibuk sendiri ngurusin tetek bengeknya. Mulai dari mahar, catering, sewa gedung, baju brides maid, dan masih banyak lagi.

Sejak pandemi melanda Tanah Air Tercinta, pasangan muda mudi yang akan melangsungkan pernikahan terpaksa menggelar prosesi akad saja, menundanya, atau memaksakan menggelar perayaan, namun dengan konsep yang sederhana. Kejadian seperti ini secara langsung menyadarkan kita semua bahwa resepsi ini sama sekali tidak masuk kategori wajib. Jadi, tidak ada salahnya kalau kita mau menggelar resepsi secara sederhana saja. Selain lebih low budget, resepsi yang disederhanakan juga nggak ribet.

ilustrasi resepsi sederhana

Resepsi pada dasarnya adalah perayaan atau syukuran pernikahan yang dihadiri oleh tamu undangan. Jika kita lihat pada umumnya, resepsi ini digelar besar-besaran. Bangunannya megah, makanannya enak-enak, souvenirnya bagus, dan banyak lagi. Ini tentu saja menjadi beban mental tersendiri bagi kita yang mau menggelar resepsi sederhana. Beban mentalnya bukan datang dari diri sendiri, tapi dari orang lain. Tuh, si itu aja resepsinya mewah, masa kamu cuma gini doang?! Gengsi atuuuuuh……

Sebagian masyarakat percaya bahwa menggelar resepsi besar-besaran adalah bentuk ‘menyenangkan’ orang tua dan keluarga. Dengan momen yang (katanya) hanya sekali seumur hidup ini, kita harus berbagi kebahagiaan dengan cara yang dinilai pantas. Resepsi gede-gedean. Mereka mah kayak nggak tau aja kalau resepsi mewah itu butuh modal yang nggak sedikit. Mending kalau mereka mau nyumbang, untuk catering lah minimal. Hmm..

Padahal, resepsi itu adalah soal selera alias gimana kita. Nggak ada hubungannya dengan menyenangkan orang tua apalagi tetangga yang pedes mulutnya. Cukup senangkan hati orang-orang tercinta dengan sakralnya akad dan hidup bahagia bersama pasangan. Soalnya, memaksakan syukuran gede-gedean malah nyusahin kita, apalagi kalau budgetnya nggak cukup. Nggak lucunya lagi kalau misalnya itu dilakukan demi gengsi semata. Kita jadi terpaksa ngutang biar dikata orang terpandang sama tetangga dan kerabat. Nih, orang mah cuman peduli sama kambing guling dan tetek bengeknya, pengantinnya mah bodo amat. Hhuu..

Memang, momen yang terjadi sekali seumur hidup akan terkesan lebih menyenangkan kalau diabadikan dengan cara yang ‘wah’. Masalahnya adalah kita terlalu mikirin orang lain. Gengsi, lah, malu, lah. Padahal taraf kebahagiaan orang beda-beda. Salah satunya ada yang udah seneng banget meski pesta pernikahan digelar sederhana. Intinya, nggak usah ngikutin gengsi kalau kamu memang nggak srek dengan tuntutan itu.

ilustrasi pernikahan sederhana

Resepsi sederhana sendiri punya beberapa kelebihan. Yang pertama adalah hemat biaya. Kamu nggak usah pusing mikirin porsi catering yang jumlahnya ribuan. Bayangin, kalau satu porsinya Rp 50 ribu, dikali seribu orang jadi berapa, tuh? Itu baru catering, ya, belum biaya untuk keperluan lainnya. Dengan menggelar pesta pernikahan yang sederhana, otomatis kamu akan memangkas jumlah porsi catering, kartu undangan, souvenir, dan lain sebagainya karena jumlah tamu undangannya juga pasti akan lebih sedikit. Budget untuk pernikahan bisa kamu alokasikan untuk kebutuhan rumah tangga dan tabungan bersama dengan si doi. Kurang asik apa?

Kedua, persiapannya nggak ribet. Kamu nggak perlu menghabiskan waktu untuk rapat bersama wedding organizer, memilih dekorasi, venue, dan masih banyak lagi. Jika menggelar resepsi di rumah dengan konsep yang lebih sederhana, tentu saja kamu nggak perlu membuat semuanya menjadi ribet. Tenaga juga nggak bakalan terkuras begitu banyak, jadi kamu punya waktu lebih untuk beristirahat menjelang pernikahan.

Ketiga, kamu bakal terhindar dari resiko ngutang. Berbeda dengan resepsi mewah, kamu bakal membutuhkan biaya yang bisa dibilang cukup fantastis. bisa saja di kisaran Rp 200 juta ke atas. Untuk kebutuhan ini lah, itulah, belum lagi biaya-biaya yang tak terduga. Kamu terpaksa ngutang kalau semisal budgetnya nggak cukup. Ini lumayan merepotkan karena setelah resepsi tuntas, kamu harus siap-siap dengan rincian tagihan. Sedangkan dengan menggelar resepsi sederhana, kamu hanya membutuhkan biaya yang relatif lebih sedikit. Bahkan, dengan budget Rp 10 juta saja kamu sudah bisa menggelar resepsi yang khidmat. Pokoknya disesuaikan dengan kebutuhan saja, sesederhana mungkin 🙂

ilustrasi pernikahan sederhana

Meski dipaparkan keuntungan dari resepsi sederhana, setidaknya kamu juga harus tahu apa saja yang nggak bisa kamu dapatkan seperti orang-orang yang menggelar resepsi gede-gedean.

Pertama, kamu katanya bakal nggak punya momen spesial sekali seumur hidup. Kamu nggak bakalan ngerasain gimana enaknya pake baju yang cantik, bertemu lagi dengan teman-teman lama, mengundang artis ternama untuk mengisi hiburan, dan momen romantis lainnya. Btw, apa kamu keberatan kalau nggak bisa mendapatkan hal tersebut?

Kedua, resepsi sederhana juga katanya bisa memunculkan prasangka buruk. Pasalnya, masyarakat Indonesia mah otaknya suka traveling kemana-mana. Salah satunya adalah dugaan kalau kamu hamil duluan. Resepsi sederhana yang notabene nggak perlu persiapan lama, sering dijadikan kambing hitam untuk mempercepat resepsi pernikahan. Jadi, seolah-olah kamu nggak mau ketahuan hamil duluan, jadi resepsi dibuat sesimpel mungkin.

Bahkan, resepsi ini juga bisa menimbulkan kesalahpahaman. Bisa saja orang yang tidak kamu undang sakit hati karena merasa nggak dianggap. Belum lagi pihak keluarga yang harus manyun karena resepsimu nggak sesuai ekspektasi (padahal mereka niatnya udah mau heboh dan sejenisnya). Ok, masalah kayak gini bisa selesai kalau kamu kasih mereka pengertian.

Terakhir, masalah penyederhanaan pernikahan ini juga membuat kita dicap orang yang tidak mampu, bangkrut, dll. Padahal kita mungkin mampu. Hanya saja, kita memprioritaskan esensi dari pernikahan itu sendiri alias yang penting akad kelar. Resepsi belakangan. Nggak juga nggak apa-apa. Prasangka kayak gini sebenernya nggak usah diambil pusing. Biarin aja mereka sendiri yang ribet. Koleps, koleps, dah…. Hujatan mereka paling hanya akan bertahan satu atau dua minggu saja. Kesananya juga mereka bakalan lupa. Percaya, deh. Ngalamin soalnya 🙂

ilustrasi pernikahan sederhana

Setelah tahu keuntungan dan kekurangan merayakan resepsi sederhana, kamu mungkin sudah punya pandangan sendiri terkait masalah ini. Buat kamu yang memutuskan ingin menggelar resepsi sederhana, berikut tips dan triknya.

Pertama, kamu harus mempertimbangkan lokasi hajatan. Jika rumah kamu cukup memadai untuk menampung 50-100 tamu undangan, nggak usah pengen milih gedung. Kalau ternyata sebaliknya, pilihlah gedung serbaguna yang harganya terjangkau dan sesuai budget.

Kedua, pastikan siapa saja yang akan diundang. Kamu harus menentukan lebih dulu kuota tamu undangan. Setelah itu, baru kamu membuat daftar siapa-siapa saja yang akan diundang. Pastikan mereka adalah orang terdekat kamu, ya.

Ketiga, pikirkan katering. Kalau mau lebih hemat, tentu saja kamu bisa memasak sendiri di rumah. Artinya, keluarga dan tetangga bakalan dilibatkan untuk membuat hidangan lezat untuk resepsi kamu. Sekali lagi, sesuaikan dengan budget dan jumlah tamu undangan.

Keempat, pilih souvenir yang murah meriah, tapi berguna. Misalnya, cermin, gunting kuku, sendok plastik, dompet anyaman, dan masih banyak lagi.

Kelima, pertimbangkan juga baju pengantin. Gaun atau pakaian yang bakal kamu gunakan tentu saja harus sesuai dengan konsep pernikahan. Pilih baju nikah yang simpel, tapi tetap elegan. Biasanya, harga sewanya lebih terjangkau dibandingkan dengan gaun yang panjangnya sampai dua meter.

Keenam, tentukan apakah kamu mau pakai jasa wedding organizer atau tidak. Kalau mau lebih murah, kamu bisa meminta teman-teman kamu yang jago MC, foto, ngatur acara, dll. Mereka kemungkinan besar sungkan untuk menerima bayaran karena yang nikah temen sendiri. Meski begitu, bukan berarti mereka pulang dengan tangan kosong, ya. Pokoknya ngerti ya harus gimana 😀

Terakhir, kamu bisa memutuskan apakah akan ada hiburan atau tidak. Jika ada, kamu bisa menyediakan alat musik sederhana seperti keyboard dan gitar. Nantinya, teman atau keluarga yang akan mengisi hiburan tersebut. Lebih asik nggak sih?

ilustrasi pernikahan sederhana

Dengan menggelar resepsi sederhana, kamu sudah membuat keputusan yang tepat. Tepat dalam artian, kamu sudah tau mana yang lebih esensial dari pernikahan ini. Nggak usah gengsi sama keluarga besar atau tetangga. Ini adalah momen sakral kamu. Toh, resepsi juga tidak akan mempengaruhi kehidupan kamu di masa depan, kan? Kalau kamu punya pendapat lain, sila tulis di kolom komentar, ya!

Baca juga artikel menarik lainnya:

Berikan komentarmu