Share this
Share

1 shares

5 Manusia Mutant Di Dunia Nyata Karena Mutasi Genetik

28 February 2018
Manusia Mutant Di Dunia Nyata Karena Mutasi Genetik

X-men

Kekuatan super karena mutasi genetik ini adalah X-men yang sesungguhnya di dunia nyata

Kita pasti sering mendengar kalau setiap manusia terlahir punya kelebihan. Setiap orang memiliki kombinasi unik dari fitur genetik yang dibawanya sejak lahir. Hal ini yang membedakannya dari manusia lainnya. Meskipun kita terlahir memiliki banyak kesamaan fisik, namun tentu ada sesuatu yang kita bawa sejak lahir namun tak semua orang memilikinya. Keunikan dalam diri manusia ini yang menjamin bahwa tidak ada dua orang yang persis sama bahkan berlaku untuk orang kembar sekalipun.

Di dunia ini banyak orang yang memiliki bawaan genetik langka yang memberi mereka kemampuan atau fitur fisik yang kebanyakan orang tidak punya. Genetika adalah bagian penting dari diri manusia, yang membuat kita memiliki sebuah keuntungan sekaligus kekurangan.

Mutasi genetik pada manusia umumnya sangat jarang terjadi, dan sebagian besar dari kita mungkin tidak memilikinya. Namun meskipun langka, mutasi genetik memiliki kemungkinan untuk terjadi pada manusia. Dan tidak menutup kemungkinan mereka yang terlahir dengan kondisi ini dapat memiliki kekuatan super seperti manusia mutant di film-film superhero. Kelainan genetik dapat menyebabkan orang memiliki ciri fisik yang mencolok atau kualitas fisik yang luar biasa yang membuatnya menjadi sangat unik. Perbedaan dalam DNA memberi orang kondisi yang di atas normal mungkin bermanfaat untuk orang lain disekitarnya. Inilah kondisi genetik langka yang membuat menusia menjadi X-Men sungguhan di dunia nyata.

Tulang yang tidak bisa patah

Manusia Mutant Di Dunia Nyata Karena Mutasi Genetik

Pada tahun 1994, para ilmuwan menemukan mutasi genetik yang dikenal sebagai LRP5. Gen ini mengatur produksi dan pelepasan protein yang berperan besar dalam kepadatan tulang. Mutasi itu ditemukan saat seorang pria yang terlibat dalam kecelakaan mobil serius tidak mengalami patah tulang. Para ahli kemudian menemukan bahwa pria ini memiliki anggota keluarga yang juga memiliki tulang yang sangat kuat. Salah satunya anggota keluarganya juga pernah mengalami beberapa penggantian pinggul yang gagal karena dokter tidak dapat mengaitkan prostesis dengan tulangnya yang terlalu keras.

Pengujian menunjukkan bahwa orang yang masuk dalam keturunan tersebut memiliki tulang yang hampir 8 kali lebih padat daripada tulang manusia pada umumnya. Kondisi ini membuat mereka sangat sulit sehingga hampir tidak mungkin dipatahkan dalam kondisi yang normal.

Orang yang berdarah emas

Manusia Mutant Di Dunia Nyata Karena Mutasi Genetik

Darah emas mungkin tidak seasli kedengarannya. Namun orang yang berdarah emas ternyata sungguh ada. Mereka bukanlah orang komlomerat atau apapun, namun kelompok ini adalah mereka yang mempunyai genetik sangat langka dan hanya dimiliki sekitar 40 orang di dunia saja.

Secara ilmiah, orang dengan darah emas kehilangan semua antigen sel Rh-darah, yang artinya hanya orang yang berdarah emas juga yang dapat menjadi donor untuk tipe darah yang sama. Jika tidak ada tipe darah yang cocok, orang dengan golongan darah langka ini harus menemukan kecocokan yang tepat. Proses ini bisa memakan waktu berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.

Orang yang memiliki warna mata berbeda

Manusia Mutant Di Dunia Nyata Karena Mutasi Genetik

heterochromia

Secara resmi dikenal nama heterochromia, sebuah kondisi yang menyebabkan orang memiliki dua warna mata yang berbeda atau memiliki bagian berwarna yang berbeda satu sama lain. Dalam keadaan tertentu, hal itu bisa menyebabkan perbedaan warna bagian tubuh lainnya, seperti kulit atau rambut. Penyebab utama heterochromia adalah mutasi genetik yang menyebabkan kesalahan dalam distribusi melanin dalam tubuh. Meskipun mungkin tidak jarang terjadi seperti anomali genetik lainnya, kondisi ini hanya dimiliki oleh 1% dari populasi dunia. Jadi sangat langka sekali.

Orang yang bisa bernafas di dataran tinggi

Manusia Mutant Di Dunia Nyata Karena Mutasi Genetik

Salah satu hal yang paling ditakutkan pendaki gunung adalah kehabisan oksigen. Satu contoh di kehidupan nyata, ketika seorang penjelajah memulai sebuah ekspedisi ke puncak Gunung Everest, sangat biasa bagi mereka untuk membawa Sherpa untuk membantu memandu jalan ke puncak. Mungkin kita biasa menyebutnya porter, tapi disana namanya Sherpa. Ternyata, mereka yang disebut Sherpa ini bukanlah orang biasa. Para pribumi asal Tibet dan Nepal ini berkontribusi lebih dari sekedar penunjuk jalan, tapi orang Tibet asli dan orang Nepal secara unik dapat bernapas dengan normal di tempat yang membuat kebanyakan orang sakit.

Kemampuan istimewa ini telah dikaitkan dengan gen yang bernama “superatoplasti“. Sebuah gen yang merujuk pada keturunan yang dikenal dengan nama Denisovans.  Mereka adalah kelompok orang yang tinggal di daerah pegunungan sekitar Asia kira-kira 40.000 tahun yang lalu. Gen superatoplasti ini bisa menghasilkan peningkatan hemoglobin pembawa oksigen, yang memungkinkan tubuh untuk mendistribusikan oksigen secara super efisien. Orang yang memiliki gen ini mampu melakukan aktivitas di tempat yang tinggi tanpa harus khawatir kekurangan oksigen.

Orang yang hanya butuh sedikit tidur

Manusia Mutant Di Dunia Nyata Karena Mutasi Genetik

Tidur adalah aktivitas penting untuk manusia. Kalau kata kebanyakan orang, tidur dalam sehari yang bagus adalah 8 jam. Namun kenyataannya tak semua orang butuh tidur selama itu. Untuk kebanyakan orang yang kurang tidur, mereka akan merasakan kelelahan, masalah perut, atau sistem kekebalan tubuh yang berpotensi menurun. Namun, ada persentase kecil dari populasi yang bisa lolos dengan hanya tidur beberapa jam, atau (dalam kasus ekstrim) bertahun-tahun tanpa tidur.

Kembali di tahun 2011, The Wall Street Journal memuat sebuah cerita yang mengklaim antara 1% dan 3% manusia di bumi ada yang hampir tidak tidur dengan sedikit efek samping negatif. Artikel ini berteori bahwa Thomas Jefferson, Leonardo da Vinci, dan Ben Franklin dicurigai memiliki sifat ini.

Dalam kasus yang jarang terjadi, manusia bisa hidup tanpa perlu tidur. Sebuah artikel yang diterbitkan di Mind Update merujuk pada seorang pria Vietnam berusia 64 tahun yang diduga sudah 33 tahun tidak tidur. Pria itu mengaku pernah sakit pada tahun 70an, dan mengakibatkan dia kehilangan kemampuan untuk tidur. Sementara para ilmuwan masih tidak yakin apa yang menyebabkan beberapa orang tidak memerlukan tidur. Mereka berhipotesis bahwa individu ini membawa “Gene Clock” yang memungkinkan mereka bisa terjaga dalam jangka waktu yang lama.

Baca juga artikel menarik lainnya:

Berikan komentarmu

Related articles

 #kekuatan #mutant #super #superhero #xmen
Share

Pilihan editor