Share this
Share

11 shares

Kisah Tragis Pendaki Gunung Everest Yang Tidak Pernah Turun Lagi

27 February 2018
Kisah Tragis Pendaki Gunung Everest Yang Tidak Pernah Turun Lagi

Pendakian ke gunung everest

Kisah tragis tentang pendaki gunung everest yang tidak pernah turun lagi

Gunung Everest memang ganas, seperti binatang buas yang sulit ditaklukan. Begitulah keadaannya, sudah banyak mayat yang tak terhitung jumlahnya masih tertinggal di puncak gunung Everest. Mungkin ada yang berpikir, kenapa mayatnya dibiarkan tertinggal disana? kenapa tidak diturunkan saja? Ini adalah pertanyaan yang muncul di benak setiap orang begitu melihat kenyataan betapa banyaknya mayat di gunung everest yang sudah membeku puluhan tahun. Jawabannya adalah mustahil untuk menurunkan mayat-mayat itu dikarenakan kondisi cuaca dan medan yang sangat berbahaya dan curam. Menurunkan mayat di gunung everest sama saja membunuh orang yang menurunkannya dan menghancurkan mayat yang membeku yang hendak diturunkan.

Salah satu mayat yang terkenal adalah Francys Arsentiev atau dikenal dengan nama “Sleeping Beauty“. Pada bulan Mei 1998, pendaki asal Amerika ini ingin mendaki Everest untuk menjadi wanita pertama yang menaklukannya. Francys adalah wanita pertama yang mendaki gunung Everest tanpa tabung oksigen. Meskipun dia berhasil sampai ke puncak, namun sayangnya dia tak berhasil untuk turun. Salah satu hal yang bikin merinding dan membuat kematiannya yang tragis adalah kata-kata terakhirnya yang masih menghantui orang yang mencoba menyelamatkannya waktu itu hingga saat ini.

Dua pendaki mencoba menyelamatkannya, namun kehabisan udara dan harus meninggalkannya di puncak

Kisah Tragis Pendaki Gunung Everest Yang Tidak Pernah Turun Lagi

Francys Arsentiev, sleeping beauty di gunung everest

Kisah tragis tentang Francys Arsentiev mungkin bermula ketika dua pendaki yang bernama Ian Woodall dan Cathy O’Dowd harus meninggalkannya dengan keadaan yang sekarat, namun sayangnya mereka tidak punya pilihan. Ketike itu tidak ada yang bisa mereka lakukan untuk menyelamatkannya pada saat mereka bertemu dengan Francys. Wanita malang itu sudah sangat kedinginan dan kehabisan oksigen saat pasangan itu sampai padanya. Meski begitu, pasangan itu tetap mencoba mengangkat Francys namun disaat itu mereka pun sadar kalau tubuh Francys sudah semakin berat, mereka yang memindahkannya sebentar saja terbelalak dan sampai terengah-engah. Itulah mengapa kalau menuruni mayat di gunung Everest bukanlah sebuah pilihan dan tim penyelamat pun juga tidak akan mampu bertahan. Justru akan menambah korban.

Di Gunung Everest, tidak ada protokol darurat yang harus diikuti dan kebanyakan pendaki yang terjebak di gunung, entah itu karena kekurangan oksigen atau apapun akhirnya akan menjadi sekarat. Maka dari itu, gunung Everest adalah tempat yang sangat berbahaya, sekali kita terjebak dalam situasi yang berbahaya dengan peralatan dan persiapan minim, kecil kemungkinan untuk selamat. Pada dasarnya, naik gunung pun adalah olahraga yang mempertaruhkan nyawa, bukan hanya gunung Everest. Coba saja kalau kita naik gunung di Indonesia misalnya, orang yang suka naik gunung akan tahu betapa bahayanya melakukan pendakian kalau tidak dengan persiapan yang matang. Mendaki gunung dengan ceroboh, tanpa persiapan sama saja dengan mati. Apalagi naik gunung Everest yang tidak hanya tinggi, namun banyak sekali kesulitannya.

Setelah banyak perdebatan dan mereka juga hampir kehabisan oksigen, pasangan Ian dan Cathy harus membuat keputusan berat untuk meninggalkan Francys di tempat itu, sendirian dan kedinginan. Mereka sudah tahu kalau menyelamatkannya berarti mempertaruhkan nyawa mereka sendiri dan kehidupan anggota tim yang dibawanya, dan apabila mereka menolong Francys, selama perjalanan kemungkinan besar dia tidak akan bertahan. Kalau saja kalian yang berada di atas gunung dan melihat orang yang sekarat, apa yang kalian lakukan?

Kisah Tragis Pendaki Gunung Everest Yang Tidak Pernah Turun Lagi

Francys Arsentiev

Di masa kini, para pendaki yang mendaki Everest suka membuat nama panggilan untuk mayat-mayat yang mereka temui di puncak. Salah satu yang terkenal adalah the green boots. Sedangkan mayat Francys dijuluki “Sleeping Beauty” karena penampilan dan kondisi tubuhnya. Francys menderita frostbite sebelum ia melampiaskan kesadarannya kedalam state “deep sleep” sesaat sebelum para pendaki meninggalkannya, dan dalam tidur itu, dia tidak pernah bangun lagi.

Meskipun begitu, nama Francys cukup terkenal karena menjadi wanita pertama dari Amerika yang berhasil mendaki Gunung Everest tanpa bantuan oksigen dalam botol. Sayangnya, dia tidak bisa turun lagi untuk selamanya.

Sleeping beauty meninggal di daerah terlarang (Death Zone)

Kisah Tragis Pendaki Gunung Everest Yang Tidak Pernah Turun Lagi

Death Zone di gunung everest

Tau sendiri kan kalau di gunung Everest ada daerah yang dinamakan Death Zone (Zona kematian). Death zone adalah tempat di gunung Everest dimana level oksigen terlalu rendah untuk manusia. Efek berbahaya dari kekurangan oksigen adalah kelelahan yang bisa mengakibatkan kematian banyak pendaki Everest. Francys si Sleeping beauty adalah salah satu mayat yang ada di Death Zone. Daerah ini juga lebih rentan terhadap longsoran dan badai daripada daerah pegunungan lainnya, yang juga berkontribusi pada tingkat kematian yang tinggi.

Kembalinya pendaki yang pernah meninggalkan Francys untuk menguburnya

Kisah Tragis Pendaki Gunung Everest Yang Tidak Pernah Turun Lagi

Ian Woodall

Pada tahun 2007, salah satu pendaki Inggris yang bertemu Francys di Everest di tahun 1998 kembali dengan sebuah tim untuk memberikan sebuah penghormatan terakhir kepadanya. Ian Woodall memulai pendakiannya lagi ke Everest dengan tujuan mengubur tubuh Francys dengan bendera Amerika. Tim Ian Woodall melakukan penguburan dengan menutupinya di antara batu-batu. Saat itu, tim Ian tidak mampu mengubur Francys di bebatuan dan tanah yang keras karena daerah itu tertutupi salju. Namun, mereka berhasil membungkus tubuhnya dengan bendera dan mendorongnya melewati tepi gunung sehingga dia tidak terlihat lagi. Mereka juga mengucapkan beberapa patah kata untuk mengucapkan selamat tinggal padanya.

Kisah Tragis Pendaki Gunung Everest Yang Tidak Pernah Turun Lagi

Francys Arsentiev yang sudah ditutupi bendera amerika

Selamat jalan Francys Arsentiev! May you rest in peace.

Baca juga artikel menarik lainnya:

Berikan komentarmu

Related articles

 #everest #gunung #kisah #pendaki
Share

Pilihan editor