Share this
Share

2 shares

Kisah Heroik Bocah 14 Tahun Yang Membalaskan Dendam Muhammad Ali

10 February 2019

Kisah Heroik Bocah 14 Tahun Yang Membalaskan Dendam Muhammad Ali

Pada tanggal 3 Juni 2016, nama Muhammad Ali meninggalkan luka yang mendalam untuk dunia tinju di seluruh dunia. Namun sosok Muhammad Ali bukanlah hanya sekedar petarung yang ada di dalam ring.

Di luar ring tinju, Ali juga dikenal sebagai sosok entertainer yang cerdas dan digandrungi anak muda di zamannya. Ali adalah orang yang eksentrik, cerdas dan telaten. Namanya masuk dalam guinnes book of record, sebagai petinju yang memiliki record juara paling banyak. Nama Muhammad Ali juga terukir di Hollywood Walk of Fame.

Kisah Heroik Bocah 14 Tahun Yang Membalaskan Dendam Muhammad Ali

Nama Muhammad Ali digantung di Hollywood Walk of Fame, dan menjadi satu-satunya bintang yang namanya tidak diletakkan di lantai untuk menghormati nama Muhammad.

Karisma yang begitu kuat menjadikan Muhammad Ali sosok panutan yang diikuti para petinju legendaris yang ada saat ini, salah satunya adalah Mike Tyson.

Kisah Heroik Bocah 14 Tahun Yang Membalaskan Dendam Muhammad Ali

Ali and Tyson

Persahabatan antara kedua petinju legendaris ini memang sering diceritakan dimana-mana. Siapa sangka kedua petinju yang paling dikenal di seluruh dunia ini memiliki cerita unik dibalik persahabatan mereka.

Pada waktu Mike Tyson masih muda, ia menyaksikan pertarungan Muhammad Ali melawan Larry Holmes, sebuah pertarungan legendaris yang juga menjadi saksi berakhirnya karir Muhammad Ali.

Saat itu adalah pertarungannya Ali, memang tidak ada hubungannya dengan Tyson. Namun momen yang dihasilkan di malam itu cukup berkontribusi dan menentukan karir Tyson yang menjadi salah satu calon juara kelas berat terbaik dan paling kontroversial di dunia yang pernah dikenal.

Tyson, dalam sebuah wawancara dengan ESPN, mengatakan bahwa dia telah diambil oleh pelatih tua, yang juga menjadi ayah angkatnya yaitu Cus D’Amato.

Pada malam itu mereka datang untuk menyaksikan pertarungan Ali vs Holmes di sirkuit tertutup di Albany, sekitar satu jam dari tempat mereka tinggal.

Tanggal 2 Oktober 1980

Kisah Heroik Bocah 14 Tahun Yang Membalaskan Dendam Muhammad Ali

Ali vs Holmes. Pertarungan malam itu penuh dengan kontroversial. Ada yang bilang kalau Ali tidak seharusnya meladeni Larry Holmes dikarenakan penyakit parkinson yang dideritanya sudah mulai mempengaruhi kesehatannya. Kondisi tersebut mengakibatkan menurunnya kecepatan Ali dan juga gaya bicaranya yang mulai melambat.

Di malam pertarungan itu yang juga disebut dengan “The Last Hurrah”, Ali dinyatakan kalah dengan T.K.O (Technical Knock Out), alias kalah karena kekurangan skor dengan lawannya.

Namun Ali kalah sebenarnya karena termotivasi dengan uang dan managernya yang bangsat si Don King yang membujuknya untuk melakukan pertarungan walaupun Ali dalam keadaan sakit.

Kisah Heroik Bocah 14 Tahun Yang Membalaskan Dendam Muhammad Ali

Don King, promotor boxing yang bangsat dan serakah. Maksain Ali untuk bertarung hanya karena duit.

Saat itu Tyson baru berusia 14 tahun, ada api yang membakar dalam dirinya pada malam itu ketika dia menyaksikan pahlawannya dipukuli oleh lawannya, Larry Holmes. Sebuah pertarungan yang cukup sulit untuk disaksikan, namun dalam momen itu justru membantunya mempertahankan gelarnya tujuh tahun kemudian hingga melawan lawan yang sama.

Bocah 14 tahun itu sempat memanggil Ali dari luar ring, dan berteriak “Ketika aku tumbuh dewasa, aku akan melawan Holmes dan aku akan mengalahkannya untukmu!”

Siapa yang menduga kalau kata-kata keramat dari Mike Tyson ini akan terwujud tujuh tahun kemudian.

Kisah Heroik Bocah 14 Tahun Yang Membalaskan Dendam Muhammad Ali

Mike Tyson muda dan ayah angkat Cus D’Amato

Dalam interview, Mike Tyson pernah bilang begini:

“Cus ingin aku mengalahkan Holmes. Aku pun tersinggung betapa buruknya dia memukuli Ali. Ketika kami pulang ke Catskill tidak ada seorang pun di mobil yang mengucapkan sepatah kata pun, kami semua sangat kesal.”

Di hari berikutnya, Cus d’amato menelpon Ali dan berkata kepadanya, “Aku telah menemukan anak muda kulit hitam yang akan menjadi juara kelas berat suatu hari nanti dan aku ingin kau berbicara dengannya.”

Baca juga artikel menarik ini:

Tanggal 22 Januari 1988

Tujuh tahun kemudian datanglah giliran untuk anak muda ini melawan mantan juara kelas berat Larry Holmes. Mike Tyson yang berusia 21 tahun saat itu masih mempertahankan gelarnya dengan status undisputed (yang tidak terkalahkan).

Di malam itu juga, Muhammad Ali datang untuk menyaksikan pertarungan penting ini. Ali pun masuk ke dalam ring dan menghampiri Mike Tyson di pojok ring dan mengatakan sesuatu kepadanya sebelum bell dibunyikan.

“Ingat apa yang kamu pernah bilang, kalahkah dia untukku.”

Kisah Heroik Bocah 14 Tahun Yang Membalaskan Dendam Muhammad Ali

22 Januari 1988

Di malam itu, janji itu pun terlaksana. Di ronde ke 4, Mike Tyson membantai Larry Holmes dengan membabi buta, memberikan hook dari tangan kanan-nya yang terakhir dan menjatuhkan Holmes untuk ketiga kalinya. Di ronde yang hanya tersisa 7 detik lagi sebelum bel berbunyi, Mike Tyson mengalahkan Larry Holmes dengan K.O.

Kisah Heroik Bocah 14 Tahun Yang Membalaskan Dendam Muhammad Ali

MIke Tyson mengalahkan Larry Holmes, penuhi janjinya kepada Ali

Mike Tyson pun muncul sebagai pemenang, mengalahkan musuh bebuyutan Ali dan namanya juga terukir dalam buku sejarah sebagai petinju kelas berat termuda yang pernah ada.

Setelah pertarungannya dengan Larry Holmes, dalam wawancara-nya sempat berkata begini:

“Semua yang dikatakan Cus d’Amato kepadaku benar, bahwa suatu saat aku akan menjadi juara dunia dan tak seorang pun akan melupakanku. Aku akan menangis. Aku berjuang sangat keras. Kalian tidak tahu ketika aku masih kecil aku berjuang sangat keras. Tapi Cus d’Amato percaya padaku dan berbicara tentang bagaimana tidak ada yang bisa menghalangi jalan kita dan bagaimana kita tidak terkalahkan. Itulah pola pikir kami. Kami tidak takut pada siapa pun.”

Mike Tyson pun melanjutkan wawancara itu sambil menangis dan mengingat pertarungan dengan Larry Holmes dan apa yang telah dia lakukan, bukan untuk dirinya sendiri, tetapi untuk petinju idolanya, Muhammad Ali.

Karena karena Ali lah Mike Tyson tumbuh menjadi petarung hebat yang tak terkalahkan. Sebuah dorongan motivasi yang luar biasa dari anak muda yang tidak relanya idolanya dikalahkan. Sebuah janji yang bisa terlaksana dalam waktu tujuh tahun. Dorongan itu membuat Mike Tyson berubah menjadi petinju yang brutal dan tanpa ampun pada lawannya.

Kisah Heroik Bocah 14 Tahun Yang Membalaskan Dendam Muhammad Ali

When We Were Kings

Dibalik itu semua, sosok Muhammad Ali tetaplah The Greatest. Dalam penampilan prima-nya, ialah satu-satunya petinju heavyweight yang tidak bisa dikalahkan. Namun lebih dari itu, sosok Ali adalah sosok legendaris yang memberikan inspirasi untuk beberapa generasi hingga saat ini.

Bahkan petarung selebritis UFC yang nyentrik dan terkenal arogan seperti Conor McGregor, ia melihat sosok Muhammad Ali sebagai sosok panutan. Tahun 2016, ketika Ali meninggal, Conor sempat menuliskan cuitan ini di twitternya.

“Tidak ada orang yang bisa melampaui kehebatan Ali. Kalau ada yang merasa lebih hebat, dia harus bangun dan minta maaf.” – Conor McGregor.

Kisah Heroik Bocah 14 Tahun Yang Membalaskan Dendam Muhammad Ali

RIP Muhammad Ali, Thanks for the great ambition, courage, and motivation for our generation.

Kisah Heroik Bocah 14 Tahun Yang Membalaskan Dendam Muhammad Ali

Kisah Heroik Bocah 14 Tahun Yang Membalaskan Dendam Muhammad Ali

Ali and Tyson, a Real Life heroic story

Baca juga artikel menarik lainnya:

Berikan komentarmu

Related articles

 #boxing #conor mcgregor #mike tyson #muhammad ali #tinju
Share

Pilihan editor