Kenali Sisi Gelap 8 Landmark Angker di Dunia: Terlalu Seram

Spread the love

Lawang Sewu menjadi landmark di Semarang yang terkenal akan sejarah dan juga kisah-kisah mistisnya. Adapun ceritanya bisa membuat pengunjung ber-sugesti hingga menimbulkan perasaan yang tidak nyaman. Berbicara tentang tengaran, beberapa landmark paling terkenal di seluruh dunia juga memiliki sisi gelap, dan sejarahnya bahkan bisa mengganggu dan terkadang menghantui pikiran pengunjungnya. Untuk itu, langsung aja loncat ke pon nomor satu landmark angker di dunia berikut ini.

1. Landmark Angker di dunia: Saluran Obvodny – Rusia

Kanal Obvodny merupakan saluran terpanjang di Saint Petersburg, Rusia. Saluran tersebut dibangun pada tahun 1700-an dan tuntas pada awal 1800-an. Namun, kanal tersebut tidak lagi beroperasi karena nggak memadai untuk dinavigasi oleh kapal besar. Untuk itu, kanal tersebut kini hanya dilalui oleh perahu-perahu kecil. Di sisi lain, kanal berlapis beton tersebut dijuluki Spot Bunuh Diri karena banyaknya kasus dan upaya bunuh diri yang terjadi di sana.

Mereka yang selamat dari upaya bunuh diri mengaku merasakan kekuatan tak terlihat yang menarik mereka ke dalam air. Beberapa bahkan mengaku pernah melihat seorang wanita berbaju putih mengambang di bawah permukaan air sebelum akhirnya menghilang dalam sekejap.

Bahkan di awal-awal pembagunannya, para pekerja sering mengeluhkan hal-hal ganjil. Mereka kerap merasa sakit kepala, dan beberapa mengalami cedera luar biasa tanpa alasan. Beberapa orang percaya bahwa para pekerja itu terkena kutukan karena mereka menggali kanal di atas kuburan pagan kuno. Tak heran jika kanal ini masih dianggap sebagai salah satu tempat paling berhantu di Rusia.

2. Hutan Witkowice – Polandia

Polandia terkenal akan kota dan kastil-kastilnya yang menakjubkan, dan tak ketinggalan sisa-sisa bangunan Nazi Jerman yang mengerikan. Beberapa diantaranya adalah Kapel Tengkorak, suaka berhantu di Warsawa, dan Tambang Garam Wieliczka. Namun, suasana seram nggak hanya sebatas pada bagunan saja. Banyak yang melaporkan adanya kejadian-kejadian seram di hutan Witkowice.

Pada tahun 2001, sembilan siswa merencanakan menginap semalam di hutan. Sekitar pukul 8:30 malam, mereka bertemu dengan seorang lelaki tua yang memperingatkan mereka untuk tidak memasuki hutan, tetapi para siswa malah bersikukuh pergi kesana. setelah kejadian itu, mereka tidak pernah terlihat lagi.

Selama proses pencarian, polisi menemukan kamera yang diduga milik siswa yang hilang. Setelah diperiksa, mereka melihat sosok mengerikan di tengah-tengah kabut tebal. Konon, hutan Witkowice juga pernah menjadi lokasi kebakaran besar dan banyak penduduk meninggal di hutan dalam keadaan mengenaskan.

3. Pousada Serra da Estrela – Portugal

Pousada Serra da Estrela adalah hotel bintang 5  di Portugal yang terkenal dengan bangunannya yang mewah. Namun, bangunan tersebut kini tidak lagi ramai dikunjungi. Dibangun pada tahun 1936, bangunan ini semula difungsikan sebagai tempat perawatan pegawai kereta api yang sakit parah. Hingga suatu hari, bangunan tersebut menjadi fasilitas umum dan bisa digunakan semua pasien yang membutuhkan perawatan.

Namun, sebagian pasien meninggal dunia dan bangunan tersebut ditutup pada tahun 1980. Sejak itulah desas-desus mulai menyebar kalau arwh pasien-pasien menghantui gedung tersebut. Bahkan, hingga saat ini pengunjung hotel mengaku melihat arwah mereka yang meninggal karena TBC, berkeliaran di aula dan koridor di malam hari.

4. Landmark angker di dunia: Desa Suara Hantu – Connecticut

Pada tahun 1790, Obadiah Higginbotham dan Johnathan Randall memutuskan untuk pindah rumah dari Rhode Island ke hutan bagian Ragged Hills di Pomfret, Connecticut. Mereka menamai pemukiman tersebut Bara-Hack (memecahkan roti) untuk merayakan warisan Welsh mereka. Kedua pria itu akhirnya mendirikan Higginbotham Linen Wheels, sebuah pabrik yang memasok pemintalan rami ke daerah sekitarnya. Desa Bara-Hack berkembang pesat, termasuk pabrik kedua pria itu. Di desa tersebut juga berdiri rumah-rumah besar, tempat tinggal budak, dan kuburan. Namun, setelah keluarga pemilik pabrik tersebut meninggal dunia, Bara-Hack lambat laun mulai ditinggalkan penduduknya.

Bahkan tidak ada satupun penduduk yang tersisa saat Perang Saudara terjadi. Selama tahun-tahun berikutnya, desa tersebut kini menjadi tempat investigasi paranormal. Pada saat proses uji nyali pada malam hari, mereka melaporkan melihat hantu bayi dan wajah berjanggut mengambang di kuburan. Ada juga yang mengaku mendengar suara kereta yang ditarik kuda dan hewan ternak yang sudah lama mati bergema dalam kegelapan. Bara-Hack sekarang dikenal sebagai “Desa Suara Hantu” dan tidak terbuka untuk umum.

5. Hotel Union Oye – Norwegia

Hotel Union Oye terletak di Sunmmøre Alps di Norwegia dan pernah dikunjungi oleh Ratu Wilhelmina dari Belanda, Raja Haakon VII dari Norwegia, dan Arthur Conan Doyle. Meski megah, hotel ini terkenal seram apalagi kalau bukan dengan Kamar Birunya yang disebut-sebut sering dikunjungi  seorang gadis pelayan muda bernama Linda dan seorang perwira Jerman di tahun 1800-an. Perwira tersebut sudah menikah. Dan suatu ketika dia meminta cerai pada istrinya, dia menolak, dan dia bunuh diri setelahnya.

Saat Linda mengetahui hal itu, dia bunuh diri dengan menenggelamkan dirinya sendiri. Saat ini, pelanggan hotel mengaku sering mendengar isak tangis hantu Linda yang duduk di kamar mereka. Para tamu yang ingin merasakan Kamar Biru diberikan semangkuk bawang putih perak untuk mengusir hantu Linda. Namun, kalau mau uji nyali, mereka harus meletakan mangkuk tersebut di luar pintu.

6. Kota dan Kuburan Berhantu La Noria – Chili

Di Gurun Atacama di Chili, ada sebuah kota hantu yang telah lama ditinggalkan, La Noria namanya. Pada tahun 1826, kota tersebut merupakan pusat pertambangan yang berkembang dan rumah bagi ribuan penduduknya. Sayangnya, kota tersebut tidak mampu bersaing dengan kota industri lainnya, hingga akhirnya kebakaran dahsyat melahap habis kota tersebut pada tahun 1901.

Selain itu, selama Perang Dunia I, penduduknya mulai meninggalkan kota tersebut. Kuburan di La Noria sendiri banyak yang dibongkar untuk diambil harta bendanya. Akibatnya, beberapa peti mati serta tulang manusia masih terbuka.

Mitos menyebutkan kalau banyak arwah yang marah karena tempat peristirahatan terakhir mereka malah dirusak. Katanya, mereka suka bangkit dari kuburan pada malam hari dan berjalan ke kota hantu La Noria.

7. Landmark angker di dunia: Benteng Masada – Israel

Raja Yudea, Herodes Agung, membangun Masada di tepi Gurun Yudea pada abad terakhir SM. Pada abad pertama Masehi, Romawi kuno mengambil alih Yudea, dan kompleks itu berubah menjadi benteng bagi orang Yahudi. Ketika Romawi akhirnya mengambil alih Masada, sebagian besar wanita dan anak-anak yang bersembunyi di dalam benteng melakukan bunuh diri.

Selama periode Bizantium, sekelompok biarawan membangun sebuah biara kedap udara pada area tersebut, dan setelah itu, daerah tersebut tetap tidak berpenghuni selama sekitar 13 abad. Pada akhirnya, bangunan tersebut ditemukan kembali pada tahun 1828. Situs ini akhirnya diresmikan sebagai taman nasional pada tahun 1966.

Saat ini benteng Masada dijadikan sebagai tempat ziarah dan destinasi wisata di mana pengunjung bisa menikmati pemandangan seperti gudang dan senjata penduduk Masada serta istana, pemandian Romawi, dan banyak lagi. Namun, mereka yang bunuh diri di dalam tembok benteng masih menampakan diri sampai hari ini. Beberapa pengunjung bahkan mengaku mendengar jeritan misterius.

8. Landmark angker di dunia: Perpustakaan Africana – Afrika Selatan

Perpustakaan Umum Kimberley dibuka pada 23 Juli 1887. Pada tahun 1984, namanya diubah menjadi Perpustakaan Penelitian Africana dan menjadi salah satu perpustakaan penelitian terbaik di Afrika Selatan. Terletak di Kimberley di provinsi Northern Cape di Afrika Selatan, perpustakaan ini rupanya menjadi salah satu bangunan paling berhantu.

Pustakawan pertama di perpustakaan ini, Bertrand Dyer, bekerja tidak jujur, dan pada akhirnya segera tertangkap. Dyer malah menelan racun dan dia menderita selama tiga hari. Ia pun meninggal dunia.

Sejak kematiannya, pengunjung perpustakaan mengaku sering melihat hantunya mondar-mandir di berbagai aula dan juga menata ulang beberapa dari ribuan buku. Jika pengunjung tidak bisa menemukan buku tertentu, mereka cukup meneriakkan judulnya, dan Dyer akan dengan senang hati membawakannya.

Baca juga artikel menarik lainnya:

Berikan komentarmu