Inilah 12 Mitos Pamali yang Bisa Bikin Pelakunya Jadi Parno-an

Spread the love

Jangan suka bohong, nanti lidahnya kebalik! Gitulah kira-kira “peringatan” orang tua saat kita melakukan hal-hal yang nggak terpuji. Emang sih bagus, cuman ujung-ujungnya malah nggak masuk akal. Gimana ceritanya lidah bisa kebalik kalau kita nggak jujur. Btw, hal-hal seperti  itu sangat sering terdengar, khususnya pada saat dulu kita masih kecil. Kata orang tua namanya pamaliPamali atau pantangan ini sangat lumrah diucapkan agar anak-anak nurut dan nggak neko-neko. Caranya adalah dengan melebih-lebihkan akibatnya seperti contoh lidah terbalik di atas. Dan mitos pamali sendiri saat ini sudah jarang terdengar, karena orang tua zaman sekarang mungkin udah rada open-minded atau apalah gitu. Kalau kamu adalah generasi yang nggak pernah denger seputar mitos pamali, sok gaskeun langsung baca poin pertama.

1. Mitos pamali: Nyapu tidak bersih, suaminya brewokan

Mitos pamali yang paling melegenda adalah anak gadis nyapunya harus bersih, kalo nggak nanti suaminya brewokan. Kalimat tersebut biasa terlontar dari orang tua zaman dulu yang punya anak cewek yang kalo bersih-bersih suka males. Setelah dikatain gitu, si anak gadis tersebut biasanya langsung semangat nyapu tanpa harus membantah. Begitu demikian karena orang-orang dulu menganggap laki-laki brewokan itu punya tampang seram. Rambutnya gondrong, terus usianya terkesan tua. Dan yang paling krusial laki-laki tersebut dianggap nggak rapi dan jorok.

Padahal, memang jelas nggak ada kaitannya sama sekali. Dan kalau emak-emak tau ya.. zaman sekarang laki-laki brewokan itu nggak jarang disukai cewek-cewek. Apalagi kalau bukan karena kesannya yang keren dan dewasa. Liat aja tuh Zayn Malik, Rio Dewanto, Reza Rahardian, dll. Apa nggak beban ini mata liatnyaaa, hiaa…

2. Duduk di atas bantal bakal bisulan

Selain persoalan nyapu menyapu, soal duduk-menduduki juga jadi hal yang nggak kalah dijadikan pantangan. Orang-orang zaman dulu suka nyebut kalau duduk di atas bantal bisa menyebabkan bisul. Anak-anak yang masih belum punya trust issu ya otomatis manut aja. Padahal, orang tua mah niatnya biar itu barang bisa digunakan sebagaimana fungsinya. Bantal adalah barang yang digunakan untuk menyangga kepala. Bukan tangan, kaki, apalagi pantat. Jadi, kesannya nggak sopan aja. Dan bantal tentu bakal kotor kalau sampai ada anggota tubuh lain yang bertengger disana.

3. Mitos pamali: Bersiul malam hari berarti memanggil setan

Anak-anak kecil zaman dulu pasti pernah ada yang parno gara-gara bersiul saat malam hari. Pasti, apalagi kalau bukan gara-gara emak bapaknya yang nakut-nakutin mereka. Jangan siul malem-malem, nanti ada kuntilanak nongkrong deket jedela kita! Emang dasarnya sifat manusia yang penakut, dikatain gitu aja langsung auto merindinkkk…

Itu dilakukan sebenarnya ya untuk kebaikan bersama. Bersiul terlalu heboh atau kencang bisa saja mengganggu pendengaran orang rumah, bahkan tetangga. Apalagi malam hari adalah waktunya untuk beristirahat. Jadi, nggak sopan aja gitu..

4. Anak gadis tidak boleh duduk menghalangi pintu

Orang tua yang begitu percaya dengan mitos ini mungkin was-was, apalagi kalau mereka punya anak gadis perawan. Mitos pamali duduk menghalangi pintu dipercaya bisa bikin anak gadis itu sulit dapat jodoh. Bahkan katanya nggak ada laki-laki yang mau menikahi mereka. Padahal, duduk di dekat pintu hanya menghalangi jalan keluar masuk orang saja. Urusan jodoh mah biar Tuhan yang ngatur dan ditentukan segimana antusiasnya kita dalam berikhtiar.

5. Suara Ayam Jantan di sore dan malam hari

Mitos pamali yang satu ini juga lumayan bikin cemas. Katanya, kalau ada suara ayam jantan berkokok saat sore atau malam hari berarti bakal ada wabah penyakit. Selain itu, dipercaya juga adanya perempuan yang hamil di luar nikah atau perampokan. Wah, keren sekali ayam ini. Padahal dalam agama Islam sendiri, ayam berkokok bukan pertanda buruk, melainkan pertanda baik, yaitu melihat Malaikat. Jadi dianjurkan untuk berdo’a begitu suara kokokan ayam terdengar.

6. Jangan Menyisakan Nasi, nanti nangis!

Kamu yang nggak pernah habis saat makan pasti pernah dengar kalimat ini. Jangan disisain nasinya, nanti nangis, lho! Dalam benak kamu kan jadinya itu para nasi meraung-meraung. Terus jadi merasa bersalah karena mengacuhkan mereka begitu aja. Ya kalau udah nggak mau, masa dipaksain? Hehe. Ya, tentu nasinya nggak bakalan nangis. Cuman pesan dari orang tua saat itu sebenarnya agar kita tidak mubadzir terhadap makanan. Kita diajarkan untuk bersyukur atas apa yang bisa kita nikmati hari itu.

7. Main saat Maghrib bisa diculik wewe gombel

Orang tua udah paling sering naik darah kalau anak-anaknya susah banget pulang kalau menjelang mgrib. Akibatnya, keluarlah ultimatum, kalau nggak pulang nanti diculik wewe gombel! Ya namanya anak kecil ngebayangin wewe gombel pasti udah soak duluan. Akhirnya mereka nurut dan berusaha jadi anak berbakti.Kalimat ini sering keluar nggak lain karena Maghrib adalah waktu untuk beribadah dan beristirahat. Langit juga sudah mulai gelap, sehingga khawatir terjadi hal-hal yang nggak diinginkan pada anak-anak. So, ora usah ngeyel, ya…

Baca juga artikel menarik lainnya:

8. Mitos pamali: Makan sambil tiduran bisa jadi ular

Kadang kita kalau makan paling enak sambil nonton, atau tiduran. Kalau orang tua lihat, mereka pasti langsung ngomel. Alasannya, kalau makan sambil tiduran katanya bisa berubah jadi ular. Dan kalau sudah jadi ular, kita nggak bisa makan enak dan kerja jadi budak korporat. Padahal mah enak ya nggak ada beban hidup..Astagfirullah!

Makan sambil tidur jelas nggak baik untuk pencernaan. Akibatnya, lambunglah yang biasanya jadi korban. Entah itu asam lambungnya yang jadi naik, atau kasus lainnya. Bisa dibilang mitos ini emang ngeri-ngeri sedap, yes..

9. Membuang Gigi Tanggal

Orang tua juga sering banget memerhatikan kalau gigi anaknya tanggal. Mereka selalu menganjurkan untuk segera membuang gigi tersebut alih-alih dikoleksi. Kalau gigi bagian atas yang copoot, kita harus menguburnya ke dalam tanah. Sebaliknya, kita harus membuang ggigi tersebut ke atas genteng kalau bagian bawah yang copot. Alasannya ya biar nanti itu gigi tumbuh dengan baik. Padahal ya memang tidak ada kaitannya. Dibuang mah dibuang aja, jorok soalnyaa…

10. Mitos pamali: Tidak difoto dalam jumlah ganjil

Dulu orang paling nggak mau kalau berfoto dalam jumlah ganjil. Alasannya bukan karena nggak mau jadi orang ketiga dan seterusnya, tapi gara-gara adanya mitos pamali. Dikatakan kalau difoto dengan jumlah ganjil bisa menghadirkan kesialan atau musibah pada salah satu diantara mereka. Entah itu kecelakaan, sakit, atau bahkan meninggal dunia. Bahkan, ada juga mitos lainnya yang mengatakan bakal adanya sosok penampakan dalam foto tersebut. Bagaimanapun itu, mungkin mitos ini berkembang saat ada hal-hal ganjil yang terjadi, tepat saat pengambilan foto bertiga. Masih percaya kebetulan?

11. Jangan Menggit Kuku!

Menggigit kuku adalah hal jorok yang sering dilakukan sebagian orang. Tujuannya selain buat memotong kuku, juga memang sudah jadi kebiasaan saja. Nggak ada hari tanpa gigit kuku, gitulah kira-kira. Btw, kegiatan yang satu ini juga masuk k edalam mitos pamali. Katanya, orang tersebut bakal ditimpa berbagai masalah dalam hidupnya. Sedikit ada yang masuk ke akal, sih. Mengalami pembengkakan pada area kuku, misalnya.

12. Mitos pamali: Bulu Mata Jatuh ada yang kangen

Mitos pamali terakhir yang nggak kalah legendaris adalah rontoknya bulu mata. Orang-orang dulu percaya bahwa saat itu sedang ada orang yang merindukannya. Yang begini nih emang paling fatal bikin GR. Pikiran kita suka jadi traveling, apkah si A, si B, atau si C? Nggak ada yang tahu, yang jelas bulu mata rontok bisa saja disebabkan adanya radang, kebiasaan mengucek mata, dan lain sebagainya.

Berikan komentarmu