Hampir Seabad, 7 Rumah Sakit Belanda Ini Terkenal Mistis

Spread the love

Jika melihat gedung-gedung yang tersebar di penjuru Indonesia, setidaknya ada beberapa diantaranya yang sudah berusia hampir seabad. Tidak lain adalah gedung-gedung peningalan jaman Belanda dengan ciri khas desainnya yang klasik. Sebagian bangunan-bangunan tersebut masih beroperasi hingga saat ini. Sebut saja bangunan rumah sakit Belanda. Rumah sakit peninggalan Belanda di Indonesia ini kebanyakan sudah melalui berbagai renovasi sehingga kekhasannya sudah mulai pudar.

Di sisi lain, rumah sakit peninggalan Belanda ini juga menyimpan beragam cerita. Masyarakat Indonesia sepertinya sudah kenyang dengan khas-kisah mistis yang terjadi di dalamnya. Bahkan, tidak sedikit pasien atau pengunjung yang pernah merasakan kejadian-kejadian menyeramkan saat berkunjung ke rumah sakit tersebut. Kalau kamu belum pernah tahu ceritanya, yuk, kencangkan sabuk pengaman dan selamat membaca kisahnya berikut ini.

1. RS Darmo Surabaya

Rumah Sakit Darmo terbentuk di era pemerintahan Hindia Belanda di Surabaya, saat sekelompok orang Belanda berniat untuk meningkatkan pelayanan kesehatan penduduk Jawa Timur sehingga didirikanlah sebuah rumah sakit pada tahun 1921 oleh perkumpulan bernama SURABAYASCHE ZIEKEN VERPLEGING ( SZV ). Namun, rumah sakit tersebut diambil alih oleh Indonesia akibat adanya sengketa irian pada tahun 1959. Pegawai rumah sakit yang berasal dari Belanda pun dipulangkan dan digantikan oleh petugas kesehatan asal Indonesia. Hingga saat ini, Rumah Sakit Darmo masih berdiri kokoh dengan bangunannya yang masih khas Belanda.

Cerita mistis dibalik uniknya bangunan tersebut adalah sosok kuntilanak yang bersarang di bangsal anak. Konon, sosok yang satu ini sering menampakan diri pada malam hari jika ia mendengar anakkecil yang menangis. Rupanya puun masih belum diketahui. Wajahnya tertutup rambut kusut yang penuh dengan darah. Meskti tidak bisa melihat wajahnya secara jelas, sosok ini cukup mengerikan, lho. Sara tangisannya konon bisa sampai terdengar ke area parkir rumah sakit!

2. Rumah Sakit Belanda Immanuel Bandung

karyawan RS Immanuel pada 1930 by skyscrapercity

Rumah Sakit Immanuel dulunya dijadikan sebagai balai pengobatan pada tahun 1900 yang didirikan oleh pendeta Alkema. Sepuluh tahun kemudian, pendeta Yohanes Iken menggenatikan posisinya. Yohanes berusaha untuk mendirikan sebuah Zending Hospital Immanuel di Jalan Kebon Jati.

Pada tahun 1922, Immanuel pindah ke Situsaeur untuk pengembangan lebih lanjut. Gereja Kristen Pasundan lalu mengambil alih kepemilikan  pada 1 Juli 1949 dan rumah sakit tersebut beroperasi beroperasi di bawah pengelolaan Yayasan Badan Rumah Sakit Gereja Kristen Pasundan (BRS-GKP). Dari tahun 1965 sampai saat ini, Rumah Sakit Immanuel ini resmi beroperasi di Bandung, tepatnya di Jalan Raya Kopo No.161, Situsaeur, Bandung. Rumah sakit ini juga dijadikan sebagai Rumah sakit Pendidikan oleh Universitas kristen Maranatha.

Kisah mistis yang melekat pada rumah sakit ini adalah ruangan ibu dan bayi. Di ruangan tersebut, tidak sedikit makhluk astral yang sering menampakkan diri. bahkan, warga sekitar juga sering melihat hal-hal ghaib di rumha sakit tersebut. Misalnya, keranda mayat yang terguling sendiri, penampakna sosok wanita di dekat ruang mayat, dan masih banyak lagi.

Pekerja Rumah Sakit Immanuel juga sering mencium bau-bau amis. Bau amis tersebut konon seperti bau darah. Bebauan tersebut masih bisa tercium meski petugas sudah meninggalkan rumah sakit atau sampai rumah. Hmm..kira-kira kenapa?

3. RS Dr. Soetomo

Koleksi Dokumentasi April Soeratdibyo

RSUD Dr. Soetomo Surabaya dulunya merupakan dari Rumah Sakit Simpang dan Rumah Sakit AL Central Burgerijike Ziekenhuis (CBZ). Pada 1 September 1948, Rumah Sakit Simpang ini diubah menjadi Roemah Sakit Oemoem Soerabaja oleh Pemerintah Belanda. Namun, Roemah Sakit Oemoem Soerabaja kemudian ditetapkan sebagai Rumah Sakit Umum Pusat yang ada di bawah naungan Departemen Kesehatan RI pad atahun 1950. Pada 1964, Rumah Sakit Umum Pusat Surabaya namanya diganti menjadi RSUD Dr. Soetomo sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI, tanggal 20 Mei 1964 No. 26769/KAB/76.

Pada saat itu, RSUD Dr. Soetomo mendadak jadi perboncangan hangat akibat tragedi yang menyeramkan. Saat itu, ada seorang suster yang sedang menunggu lift. Saat ia akan memasuki lift tersebut, pintunya tiba-tiba tertutup dengan cepat, dan tubuhnya malah tergencet. Pada saat itu, sensor lift belum diterapkan, sehingga suster tersebut tidak bisa terselamatkan.

Akibat kejadian tragis tersebut, Rumah Sakit Soetomo kini diselimuti oleh aura-aura mencekam. kabarnya, sosok suster tersebut sering menampakkan diri dengan tubuh yang gepeng. Akibat sering menampakkan diri, sosok tersebut lantas disebut suster gepeng.

4. RS Dustira

via infobdg.com

Rumah Sakit Dustira Cimahi ini didirikan pada tahun 1887. Rumah sakit dulunya digunakan sebagai tempat merawat tentara-tentara Belanda yang bertugas di daerah Cimahi dan sekitarnya. Pada masa penjajahan Hindia-Belanda, rumah sakit ini dinakaman Militare Hospital. Konon, tawanan tentara Belanda dan perawatan tentara Jepang (pada masa kependudukan Jepang) sering dirujuk ke Rumah sakit ini. Namun, Pemerintah sipil Hindia Belanda menguasai kembali bangunan ini pada tahun 1945-1947.

Pada tanggal 19 Mei 1956, rumah sakit tersebut akhirnya ditetapkan dengan nama Rumah Sakit Dustira bertepatan pada saat perayaan Hari Ulang Tahun Territorium III/Siliwangi yang ke-10.

Rumah sakit ini juga terkenal dengan kisah mistisnya. Konon, wanita berambut panjang dan pirang menjadi sosok yang sering menghantui masyarakat sekitar. Warag [un tidak ada yang berani bekeliaran saat malam hari. Pasalnya, salah satu dari mereka sempat melihat sosok penampakan cewek berambut panjang dan pirang tersebut di tengah jalan. Nyaris menabraknya, ternyata sosok tersebut tembus pandang. Masyarak disana menyebutnya dengan Noni Belanda.

5. Rumah Sakit Belanda Cipto Mangunkusumo

via Dokumentasi Tropenmuseum, Belanda.

RSCM berdiri pada tahun 1896 di bawah pimpinan Dr.H Roll. Dulunya, rumah sakit ini dinamakan RSUP atau Rumah sakit Umum Pusat. Pada 17 Agustus 1964, Menteri Kesehatan Prof Dr Satrio meresmikan RSUP menjadi Rumah Sakit Tjipto Mangunkusumo (RSTM). Seiring  perkembangan ejaan baru Bahasa Indonesia, naman tersebut diubah menjadi RSCM.

RSCM juga menyimpan kisah misitis. Konon, pernah ada seorang mahasiswa, sebut saja si A, yang menemani rawat inap temannya akibat kecelakaan. Pada pukul satu malam, si A ini mendengar suara dari arah utara rumah sakit. Karena jiwa keponya tinggi, ia mencari asal suara tersebut dan berakhirlah di bangsal Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo.

Usai menginjakkan kakinya di ruangan minim cahaya tersebut, ia tercengang usai melihat sepenggal kepala wanita berambut panjang yang sedang tersenyum sinis. Matanya melotot menatap ramli lalu tertawa ala kuntilanak. Konon, sosok tersebut adalah pasien yang meninggal dunia di tangan dokter bedah RSCM.

6. Bandung Medical Center

via pikiran-rakyat.com
Bandung Medical Centre terletak di Jl. Haji Wasid 1, Lebak Gede. Rumah sakit tersebut sudah terbengkalai selama belasan tahun. Bangunan tersebut merupakan peninggalan zaman kolonial Belanda, terlihat dari desain bangunannya yang klasik.
Pada saat melakukan renovasi, pendiri bangunan BMC, yang merupakan orang Belanda, meninggal dunia secara mendadak. Renovasi akhirnya tidak dirampungkan. Karena sudah lama tidak beroperasi, rumah sakit ini menjadi angker. Menurut masyarakat sekitar, spot paling angker di rumah sakit tersebut adalah ruangan bayi. Tidak ada yang berani masuk ke ruangan tersebut karena gangguan selalu saja terjadi.
Selain itu, ada juga sebuah ruangan yang diberi tulisan “Dilarang Masuk”. Ruangan tesebut merupakan bekas kamar mayat. Pengunjung dilarang masuk kesana karena khawatir akan kesurupan. Ada juga bangsal di lantai 4 bangunan itu yang tidak kalah seram. Banyak orang yang melihat tempat tidur di bangsal itu berpindah-pindah tempat dengan sendirinya.

7. Rumah Sakit Belanda: Hasan Sadikin Bandung

via web.rshs.or.id

RSHS dibangun pada tahun 1920 oleh pemerintah Belanda dan selesai tahun 1923. Pada tanggal 15 Oktober 1923, rumah sakit tersebut diresmikan dan diberi nama Met Algemeene Bandoengsche Ziekenhui. Lima tahun kemudian, nama tersbeut diganti menjadi Gemeente Ziekenhuis Juliana. Pada tahun 1948, frumah sakit ini mulai bisa digunakan oleh umum.

Gemeente Ziekenhuis Julianake kemudian ada di bawah naungan Kotapraja Bandung dan namanya diganti lagi menjadi Rumah Sakit Rantja Badak (RSRB).  Pada tanggal 8 Oktober 1967, RSRB mengalami pergantian nama lagi menjadi Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin. Nama tersebut dipilih sebagai penghormatan terhadap almarhum Direktur Rumah Sakit yang meninggal dunia pada tanggal 16 Juli 1967.

RSHS lekat dengan cerita mistis, salah satunya sosojk suster misterius. Suster tersebut kono namanya Melisa. Suster ini akan menampakan diri saat adzan ashar  dan ia akan menghilang saat fajar. Suster misterius ini bukan sosok yang mengganggu karena penuturan beberapa pasien, suster misterius tersebut justru menjaga pasien. 

Berikan komentarmu