Share this
Share

shares

Selain Instagramable, Inilah 7 Gunung Cocok Untuk Pemula. Nggak Tinggi

23 July 2019

Selain Instagramable, Inilah 7 Gunung Cocok Untuk Pemula. Nggak Tinggi

Siapa sih yang tak mau feed Instagramnya diisi dengan foto cantik sebuah puncak gunung? Apalagi puncak gunung kini tengah menjadi wisata yang trendy. Banyak puncak gunung disulap menjadi spot-spot yang unik untuk berswafoto. Lokasi-lokasi wisata yang memanfaatkan puncak gunung pun menjamur dan menarik perhatian wisatawan terutama kaum muda-mudi. Gunung untuk pemula pun menjadi sorotan di kalangan milenial yang masih minta jajan sama orang tua dan hidupnya gak mau susah.

Sayangnya untuk mencapai puncak gunung tak semudah membalikkan telapak tangan. Butuh perjuangan yang tidak mudah untuk mencapainya. Apalagi sama bocah baru lulus yang ogah digaji 8juta karena lulusan perguruan tinggi ternama.

Kalau bukan pendaki berpengalaman rasanya berat sekali untuk sampai di puncak. Tapi kekhawatiran itu mungkin akan pupus kalau kita mengenal puncak-puncak gunung yang tak seberapa tinggi ini, sangat cocok untuk pendaki pemula yang ingin menjejak puncak pertamanya.

1. Gunung Ungaran

Selain Instagramable, Inilah 7 Gunung Cocok Untuk Pemula. Nggak Tinggi

Berada di Kabupaten Semarang, gunung ini memiliki tiga puncak yaitu Gendol, Botak, dan Ungaran. Ketinggiannya hanya sekitar 2000-an meter saja, jadi tidak terlalu tinggi untuk orang yang baru mulai mendaki. Kita bisa melalui beberapa jalur pendakian untuk mencapai puncak, yaitu Candi Gedong Songo, Medini dan Jimbaran.

Jika menggunakan jalur Jimbaran kita akan melewati areal perkebunan kopi yang indah. Lama waktu pendakian sekitar tiga jam untuk pemula untuk mencapai puncak. Pada salah satu pos yaitu pos puncak bayangan kita bisa menikmati matahari terbit, tersedia arena camping di pos ini. Sesampainya di puncak kita masih akan disuguhi pemandangan yang luar biasa yaitu puncak gunung-gunung tertinggi di Jawa.

2. Gunung Rogojembangan

Selain Instagramable, Inilah 7 Gunung Cocok Untuk Pemula. Nggak Tinggi

Lebih tinggi sedikit dari Gunung Ungaran, Rogojembangan merupakan puncak tertinggi di Pekalongan. Kondisi jalur pendakiannya masih sangat alami, penuh dengan akar pepohonan, semak belukar, dan tebing-tebing curam. Jarak tempuh pendakiannya sekitar empat jam untuk mencapai puncak. Rute pendakian yang paling banyak dipilih bermula dari Desa Gumelem. Terdapat tiga pos yang akan dilewati jika menggunakan jalur ini dan yang ekstrem dimulai dari pos kedua.

Tanah yang dilewati sebelum mencapai puncak adalah tanah gambut yang masih empuk. Ini yang membedakan Gunung Rogojembangan dengan gunung populer yang tanahnya sudah cenderung keras. Setelah sampai di puncak kita akan puas berswafoto karena latar belakangnya begitu menakjubkan. Kita bisa mengambil foto dengan latar gunung Slamet di sebalah barat. Jika sampai puncak pada sore hari, senja yang indah pun bisa menjadi latar foto yang menakjubkan.

3. Gunung Penanggungan

Selain Instagramable, Inilah 7 Gunung Cocok Untuk Pemula. Nggak Tinggi

Untuk mencapai puncak gunung Penanggungan diperlukan waktu 3-4 jam. Gunung yang terletak di antara Mojokerto dan Pasuruan ini bisa dibilang merupakan gunung favorit untuk camping karena memiliki pemandangan yang sangat indah. Apalagi jika tujuan mendaki kita adalah berburu matahari terbit, Penanggungan memang tempat yang tepat untuk menyaksikannya. Dari puncaknya kita juga bisa melihat gunung Semeru, Arjuna, dan Welirang.

Tentu ketiganya bisa menjadi latar foto yang unik sekaligus menakjubkan. Pengunjung biasanya akan berfoto di salah satu tebing di puncak Penanggungan dengan latar salah satu dari tiga gunung tersebut. Meski cocok untuk pendaki pemula, gunung Penanggungan memiliki beberapa titik yang cukup curam dan berpasir, jadi kita tetap harus berhati-hati.

4. Gunung Ijen

Selain Instagramable, Inilah 7 Gunung Cocok Untuk Pemula. Nggak Tinggi

Gunung yang terletak di Banyuwangi ini sudah cukup populer, apalagi kawahnya. Jalur pendakiannya pun dikenal sangat bersahabat bagi pemula. Kita bisa memulai pendakian melalui jalur Paltuding di kecamatan Licin. Pendakian sebaiknya dilakukan pada malam hari karena salah satu tujuan utama mendaki gunung Ijen adalah menyaksikan api biru di kawahnya. Api biru tersebut akan maksimal keindahannya pada dini hari. Uniknya fenomena api biru ini hanya ada dua di dunia, Ijen dan Islandia lah yang memilikinya. Pagi harinya, pemandangan di atas sana tak kalah indah, bahkan banyak pengunjung yang menyebutnya bagai negeri khayangan karena pesonanya yang begitu menakjubkan.

Untuk mengabadikan momen usai menjejak puncak gunung kita bisa berswafoto dengan latar kawah ijen yang berwarna hijau tosca tengah berpadu dengan awan putih. Kita juga bisa mengabadikan aktivitas penambangan belerang yang masih menggunakan cara tradisional di sana. Selain itu, fenomena milky way juga menjadi salah satu hal yang menarik dari gunung Ijen. Satu hal yang tak boleh terlupakan saat ingin mencapai puncak Ijen adalah membawa masker, karena bau belerang sangat menyengat di sana.

5. Gunung Telomoyo

Cara pergi ke Gunung Telomoyo

Salah satu gunung yang puncaknya paling mudah dicapai karena bisa menggunakan kendaraan bermotor, meski bisa juga menggunakan jalur tracking layaknya mendaki gunung biasanya. Meski tingginya hanya sekitar 1800-an meter, Telomoyo merupakan gunung aktif lho! Di puncak kita akan disuguhi pemandangan hutan pinus, serta penampakan pemukiman penduduk dari atas gunung.

Tentu kita juga bisa melihat puncak-puncak gunung tinggi di sekitarnya seperti Sumbing, Sindoro, Merbabu, Ungaran, Prau, dan Andong. Saat matahari terbit atau terbenam dan cuacanya cerah, pemandangan di puncak gunung Telomoyo bukan main indahnya. Hasil foto-fotomu disana dijamin akan mencengangkan warganet.

Jadi kamu mau mendaki gunung yang mana dulu nih?

Baca juga artikel menarik lainnya:

Berikan komentarmu

Related articles

 #anak gunung #gunung #instagramable #naik gunung
Share

Pilihan editor