dok. istimewa

Fakta Sumpah Pocong, Dampak dan Ritualnya Bikin Bergidik

Spread the love

Masyarakat Indonesia memang terbilang kreatif sekaligus nekad. Buktinya, sebagian dari kita lebih memilih untuk melakukan sumpah pocong saat konflik tak kunjung menemukan titik terang. Ritual ini konon sangat sakral dan ampuh menyelesaikan masalah karena langsung meminta pertolongan Tuhan. Namun, hanya segelintir saja orang yang berani ambil resiko dengan ritual yang irasional ini. Kalau ternyata ucapan atau perlakukan orang tersebut tidak sesuai dengan sumpahnya, dia bakalan kena sial atau tertimpa musibah. Fakta sumpah pocong menarik lainnya adalah ritual ini masih dilakukan meski kita sudah hidup di dunia yang serba canggih seperti sekarang.

Sejarah Sumpah Pocong

via Youtube

Sejarah sumpah pocong sendiri sebenarnya masih simpang siur. Tidak banyak literatur yang mengkaji ritual ini secara mendalam. Namun, orang tua zaman dulu bilang kalau ritual ini sudah ada sejak zaman dulu. Sumpah pocong ini katanya termasuk ke dalam ritual kepercayaan. Ritual ini awalnya sering dilakukan oleh orang-orang jawa, dan yang lebih menarik, hanya orang-orang Islam yang melakukannya. Coba, kamu pernah liat orang non-muslim melakukan sumpah pocong?

Ritual ini sebenarnya tidak ada dalam syariat. Nggak bakalan ada di Al-Qur’an. Namun, orang-orang dulu mungkin doyan ngelakuinnya karena pocong identik dengan kematian. Jadi, ritual ini memberikan sejenis efek psikologis yang mana orang tersebut bakal dibayang-bayangi oleh kematian jika ternyata menyatakan sumpah palsu.

5 Fakta Sumpah Pocong

Bagi orang awam, sumpah pocong memang terdengar nggak masuk di akal. Faktanya, ritual ini memang ada! So, biar kamu nggak bingung lagi, simak aja langsung faktra-fakta menariknya di bawah ini.

1. Dilakukan Hanya untuk Masalah Besar

foto: istimewa

Sumpah pocong sebenarnya nggak bisa digunakan untuk menuntaskan berbagai masalah. Jika konflik tersebut sekiranya masih bisa diselesaikan di meja sidang, kamu nggak perlu repot mati-matian bersumpah sambil pake kain kafan. Namun, jika ternyata masalah tersebut nggak bisa diselesaikan di pengadilan, sebagian masyarakat mengambil langkah alternatif dengan melakukan sumpah pocong.

Kasus-kasus yang biasanya tidak bisa dipecahkan adalah santet, sihir, fitnah besar, kasus sengketa, dan kejadian-kejadian yang minim dengan bukti bahkan tidak ada sama sekali.

2. Digunakan Sebagai Saksi

via RUSYDI ZAIN/RadarMadura.id

Selain untuk memecahkan masalah, sumpah pocong ini juga digunakan untuk kesaksian. Ini cukup beresiko karena kamu akan mengungkap sebuah ‘kebenaran’ yang dampaknya bisa melebar kemana-mana. Misalnya, untuk mengungkap skandal atau pembunuhan berantai. Kalau emang sumpah itu terbukti benar, kamu bakalan selamat. Kalau tidak, konon kamu bakalan ditimpa kesialan.

3. Fakta Sumpah Pocong: Ritualnya Mudah, Tapi Mengerikan

via lontar.id

Sumpah pocong tentu saja melalui serangkaian ritual. Pertama, kamu harus menyediakan kain kafan, saksi, dan sumpah. Sebelum menyatakan sumpah di hadapan para sakis, kamu akan dimandikan terlebih dahulu layaknya mayat. Setelah itu,kamu bakalan dibaringkan di mesjid, lalu dibimbing untuk mengucapkan sumpah oleh seorang tokoh. Kamu juga akan mengucapkan resiko jika ternyata sumpah yang dikatakan itu palsu. Misal,kalau ternyata sumpah ini bohong, saya rela sakit seumur hidup, sengsara, dan sejenisnya. Apa nggak ngeri, sob?

4. Tidak Berubah Jadi Pocong

Dampak dari sumpah pocong ini konon sangat mengerikan. Kalau kamu berbohong dalam ritual ini, kamu akan ditimpa musibah sesuai dengan apa yang diucapkan dalam sumpah tersebut. Menariknya, kamu nggak bakalan berubah jadi pocong meski dibalut kain kafan. Pembalutan kain kafan tersebut hanya sebagai syarat aja bahwa kamu melakukan sumpah pocong, sekaligus menjadi simbol-simbol keislaman. Jadi, biar sah aja gitu.

5. Fakta Sumpah Pocong: Termasuk Syirik Jika Bersumpah Selain Nama Allah SWT

via teropongsenayan.com

Sumpah pocong sendiri konon bersumpah atas nama Allah SWT. Jika tidak demikian, maka kamu dianggap syirik karena meminta pertolongan kepada selain Yang maha Kuasa.

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (QS An Nisa : 48)

Menurut Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat, Muhammad Cholil Nafis, sumpah pocong ini sudah jadi tradisi masyarakat umat Islam khususnya di Jawa.

“Kalau bersumpah menyebut nama selain Allah, hukumnya haram dan jadi syirik,” kata Cholil.

6. Fakta Sumpah Pocong: Masih Dilakukan Sampai Sekarang

via Seno/BION

Meski terdengar kuno, sumpah pocong faktanya masih dilakukan sampai sekarang. Kita ambil saja contoh kasus yang terjadi pada dua warga Prajekan, Bondowoso pada Agustus 2020 silam. Mereka berdua terlibat sengketa tanah sehingga jalan terakhirnya adalah melakukan ritual sumpah pocong.

Mereka yang melakukan sumpah pocong adalah Rukyati, sebagai penggugat, dan Sri Widiarti, sebagai tergugat. Masalha tidak kunjung selesai karena keduanya saling ngotot. Kedua pihak merasa sebagai ahli waris tanah tersebut berdasarkan garis keturunan. Keduanya lantas memperebutkan hak sebidang tanah tersebut.

Akhirnya, mereka memutuskan untuk melakukan sumpah pocong. Ritual tersebut disaksikan langsung oleh tokoh agama, masyarakat, dan aparat setempat.

Demikianlah fakta sumpah pocong yang menarik untuk disimak. Meski zaman sudah modern, ritual yang merupakan bagian dari budaya ini masih tetap berlaku di masyarakat. Sumpah pocong sendiri dilakukan agar pengucap sumpah terdorong psikologisnya untuk tidak berdusta. Btw, apa kamu punya pendapat lain tentang sumpah pocong ini? Tulis di kolom komentar, ya!

Berikan komentarmu