via disparbudjabar.go.id

Fakta Mistis Punden, Tempat Pemujaan Roh di Zaman Batu Besar

Spread the love

Nenek Moyang kita meninggalkan sejumlah mahakarya yang masih eksis sampai saat ini. Sebut saja Punden Berundak yang mulai dikenal pada zaman megalitikum atau zaman batu besar. Punden ini merupakan bangunan yang dibangun secara bersusun atau bertingkat, dengan ukuran yang relatif besar. Punden yang satu ini tersebar di beberapa 12 wilayah di Indonesia, salah satunya di kawasan selatan (Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur). Dibalik uniknya bangunan-bangunan peninggalan tersebut, sejumlah fakta mistis punden pun turut mewarnai hasil budaya yang satu ini.

Zaman dulu, Punden Berundak ini difungsikan sebagai tempat pemujaan roh nenek moyang. Masyarakat setempat pada saat itu sudah mengenal kepercayaan, yaitu animisme dan dinamisme. Dengan adanya nuansa ‘ghoib’ ini, Punden Berundak juga menyimpan sisi lain yang dinilai mistis.

1. Fakta Mistis Punden: Tempat Pemujaan Roh Nenek Moyang

via palghunanet.wordpress.com

Punden Berundak muncul pada saat zaman batu besar, yang mana masyarakatnya sudah mengenal sistem kepercayaan. Bangunan yang disusun secara bertingkat-tingkatdigunakan untuk ritual pemujaan terhadap roh nenek moyang. Mereka percaya bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam hidup ada campur tangan arwah nenek moyang. Jika saat itu melakukan ritual pemujaan yang baik, mereka akan selalu beruntung dalam hidupnya, begitupun sebaliknya.

Hingga sekarang, Punden Berundak ini masih ada, namun tidak digunakan untuk pemujaan roh nenek moyang. Situs peninggalan prasejarah ini dijadikan sebagai tempat wisata di beberapa wilayah, khususnya Pulau Jawa. Wisatawan tetap harus berperilaku sopan untuk menjaga kesucian peninggalan tersebut.

2. Fakta Mistis Punden: Punya 5 Tahapan Spiritual

via nusadaily.com

Fakta mistis punden lainnya bisa kita temkan di Cianjur, tepatnya di Teras Gunung Padang. Selain digunakan sebagai destinasi wisata, tempat yang satu ini juga digunakan untuk aktivitas spiritual. Tahapannya ada lima, sesuai dengan jumlah teras yang dimilikinya.

Sebelum masuk ke teras 1, kita akan menemukan pintu gerbang ke punden berundak Gunung Padang. Setelah itu, kita akan mask ke bukit masijid atau bukit bersujud. Bukit yang satu ini digunakan sebata tempat untuk bersujud. Selain itu, ada juga 2 batu musik, yaitu Batu Bonang yang ada di sebelah barat, dan Batu Kacapi yang ada di sebelah Timur. Batu tersebut konon bisa mengeluarkan alunan suara merdu, dan jika diketuk terdapat relief seperti 4 jari. Relief yang berbentuk empat jari tersebut merupakan membentuk lafadz Allah.

Di teras ke-2, kita bakal menemukan Bukit Mahkuta Dunia. Mahkuta tersebut merupakan simbol dari jiwa sosial yang saling mengasihi. Sedangkan di teras ke-3, tepatnya di sebelah timur, kita akan menemukan Batu Tapak Maung. Maung tersebut bukan berarti Harimau seperti dalam Bahasa Sunda. Maung adalah Ma dan Ung, yang memiliki arti manusia unggul. Selain itu, ada juga batu berukiran Kujang, yang merupakan senjata khas Sunda. Kata kujang berasal dari kata ku dan ujang. Istilah tersebut mengisyaratkan kita untuk memegang, menjalankan, dan menelusuri makna Gunung Padang.

Di teras ke-4, ada Batu Kanuragaan. Konon, batu yang satu ini bisa mengabulkan hajat siapa saja yang bisa mengangkat batu tersebut. Namun, ada beberapa yang percaya, dan juga menganggapnya sebagai mitos belaka.

Teras ke-5 merupakan ujian terakhir spiritual sebelum akhirnya mencapai level pamungkas. Di teras tersebut, kamu bisa menemukan  Batu Singgasana Raja‎ dan Batu Pendaringan.

3. Sering Terdengar Bunyi Gamelan

via visitgarut.garutkab.go.id

Kabupaten Garut juga memiliki beberapa situs bersejarah, salah satunya Situs Pasir Lulumpang. Tempat yang satu ini merupakan kawasan lahan berpasir dengan bentuk punden berundak. Beberapa orang menduga bahwa situs tersebut dibuat pada zaman megalitikum. Yang menjadi daya tariknya adalah batu berukuran besar yang memiliki lubang di bagian tengahnya.

Dibalik uniknya peninggalan tersebut, masyarakat mempercayai hal-hal ghaib yang terjadi di sekitar situs tersebut. Masyarakat sering menjadi saksi adanya fenomena bunyi gamelan yang terdengar di hari Selasa dan Jumat. Sang guru kunci situs ini pun membenarkan hal tersebut.

4. Penampakan Kuda Sembrani

foto: Istimewa

Masih di tempat yang sama, penampakan kuda sembrani juga sering terlihat di Situs Pasir Lulumpang. Kejadian mistis ini rupanya sering dialami oleh masyarakat sekitar. Sebagian dari mereka mengaku pernah mendengar suara kuda yang sedang berlari. Bahkan, sosok kuda tersebut seringkali kedapatan sedang minum di Danau Gabus, yang tidak jauh dari situs tersebut. Kalau kamu penasaran, coba aja berkunjung kesini. Siapa tau berkesempatan lihat sosok kuda sembrani ini.

5. Pengunjungnya Bisa Melihat Suasana Bathin

via Pinterest

Keramat Pangguyangan yang terletak di Sukabumi Selatan merupakan salah satu situs Punden Berundak peninggalan sejarah zaman batu besar. Bentuknya menyerupai bukit kecil yang dihiasi dengan batu-batu kecil yang tersusun rapi. Situs yang satu ini konon jadi yang tertua di Pulau Jawa.

Situs ini juga menjadi tempat pasanggrahan Eyang Haji Gentar Bumi, yang disebut-sebut sebagai ulama kharismatik di Pulau Jawa. Dengan demikian, tidak sedikit umat muslim yang berkunjung ke situs ini untuk tujuan wisata religi. Menurut H. Apud, salah satu sesepuh di panguyangan, jika masyarakat atau wisatawan muslim belum pernah berkunjung ke Keramat Pangguyangan, mereka belum mencapai kesempurnaan dalam olah spiritualnya. Konon, semua nenek moyang Sunda pernah berkunjung ke situs ini.

Selain itu, seseorang juga bisa memiliki kebersihan hati dan ilmu yang cukup luhur. Mereka memiliki kemampuan untuk melihat suasana bathin di lingkungan situs panguyangan ini.

6. Fakta Mistis Punden: Tempat Pertemuan 7 Leluhur

Ali/BantenNews.co.id
Fakta mistis punden lainnya terdapat di situs Lebak Kosala, Banten. Situs ini merupakan struktur bangunan kuno berupa punden berundak, menhir, dan altar. Berdasarkan peneliti dari ITB, situs yang satu ini diduuga dibangun pada abad ke-4. Salah satu bukti kuatnya adalah adanya barang pecah belah seperti tembikar dan keramik di sana.
Dulunya, kawasan ini selalu digunakan untuk lokasi pemujaan roh nenek moyang. Disana juga terdapat makam kuno dan kolam pemandian untuk penyucian diri.

Situs Kosala juga dikenal sebagai tempat pertemuan tujuh orang leluhur. Mereka dipercaya bisa memberikan keberkahan dan keberuntungan bagi siapa saja yang menziarahinya. Ketujuh leluhur itu adalah Leluhur Parungkujang atau Prabu Siliwangi (bidang kepangkatan/jabatan), Leluhur Sajra atau Abuya Kayu Buyut Mangun Tapa (bidang keselamatan), Leluhur Menes atau Kyai Sapuling Sakti (bidang agama), Leluhur Pangawinan (bidang pertanian), Leluhur Parahyang (tempat para Hyang atau leluhur/dewa), Leluhur Sobang (tempat ziarah orang Baduy Karang) dan Leluhur Bonbgbang tidak boleh dikunjungi oleh orang yang beragama Islam.

Berikan komentarmu