Share this
Share

3 shares

10 Fakta Menarik Tentang Album Hybrid Theory Linkin Park

3 June 2017

Fakta Menarik Tentang Album Hybrid Theory Linkin Park

Di tahunnya yang ke 14, angka 27 juta copy penjualan album adalah sebuah rekor yang didapatkan band asal Los Angeles, California semenjak menelurkan album Hybrid Theory. Semenjak saat itu, Linkin Park menjadi artist dengan rekor penjualan debut album paling tinggi di abad 21. Disamping gaya musik mereka yang memiliki khas, cerpin.com akan mencari tahu apa saja fakta menarik tentang album Hybrid Theory yang laris itu.

1. Hybrid Theory bukanlah album pertama yang dibuat Linkin Park

Fakta Menarik Tentang Album Hybrid Theory Linkin Park

Ternyata mereka sudah membuat album lain yang diberi judul yang sama, yaitu Hybrid Theory. Namun album ini masih dalam tahap EP dan saat Linkin Park sendiri masih bernama “Hybrid Theory”. Di dalamnya masih terdapat beberapa demo lagu. Di tahun 1999, album ini hanya diproduksi 1000 copy dan hanya orang beruntung yang memiliki salah satunya.

2. Terjual 10 Juta copy di Amerika, Namun tidak mencapai peringkat pertama

Fakta Menarik Tentang Album Hybrid Theory Linkin Park

Satu hal yang disayangkan dari Hybrid Theory. Faktanya, album ini terjual 500.000 keping di Amerika saja dalam minggu pertama. Dan semenjak saat itu, album ini terus melonjak drastis dengan terjual 100 kali lipat di Amerika dan hingga sekarang telah mencapai angka 27 Juta copy di seluruh dunia. Namun bila dilihat dari tangga lagu Billboard Amerika, Hybrid theory menempati urutan 15 dan melonjak sampai urutan ke 2, nyaris!

3. Hybrid Theory adalah album debut paling laris di abad 21

Fakta Menarik Tentang Album Hybrid Theory Linkin Park

Sekali lagi, 10 Juta copy di Amerika dan 27 copy di seluruh dunia, dan itu adalah hasil dari debut album. Tak ada dan belum pernah yang menyamai rekor itu sampai sekarang. Hybrid Theory juga masuk dalam daftar 20 album yang mempunyai predikat diamond-sellers dari Neilsen Soundscan. Bersamaan dengan Black Album-nya Metallica dan album pertamanya Backstreet Boys.

4. Lagu dalam Hybrid Theory yang bukan Single bahkan menjadi HIT juga

Fakta Menarik Tentang Album Hybrid Theory Linkin Park

Crawling, One Step Closer, Papercut, In The End adalah beberapa pentolan cadas yang ada dalam album ini. Faktanya, dalam beberapa stasiun radio pada tahun 2000-an di Amerika, para pendengar selalu meminta diputarnya lagu dalam Hybrid Theory yang bahkan tidak tergolong single dalam album tersebut.

5. Linkin Park terpaksa ganti nama band saat masih “Hybrid Theory”

Fakta Menarik Tentang Album Hybrid Theory Linkin Park

Ketika Chester Bennington bergabung dengan Linkin Park, nama mereka saat itu masih Xero. Nama yang terdengar aneh, mirip dengan mesin fotocopy. Dan mereka menggantinya dengan Hybrid Theory, yang mana juga menjadi judul album mereka. Ada sebuah band beraliran electro yang disebut Hybrid, yang mana mirip dengan nama band mereka saat itu, walaupun di awalnya saja (Hybrid). Sekali lagi, mereka akhirnya menggantinya menjadi Linkin Park. Chester Bennington pernah ditanya kenapa memilih Linkin Park dan ini jawabannya, “Lincoln Park adalah nama taman hampir di seluruh kawasan di Amerika. Kami menggantinya juga untuk dapat membeli sebuah domain linkinpark.com”

6. Hybrid Theory dibuat hanya dalam 4 minggu

Fakta Menarik Tentang Album Hybrid Theory Linkin Park

Untuk sebuah rekor penjualan yang fenomenal, siapapun pecinta musik mungkin berasumsi kalau membuat album seperti itu butuh waktu agak lama, mungkin 3 bulan atau 5 bulan. Hybrid Theory hanya membutuhkan waktu 4 minggu, atau 1 bulan saja dalam pembuatannya.

7. Bukan Phoenix yang ada dalam video clip One Step Closer

Fakta Menarik Tentang Album Hybrid Theory Linkin Park

Faktanya, bukan Dave Farrell yang ada dalam video clip One Step Closer. Ia belum ada di Linkin Park saat itu dan Linkin Park belum memiliki bassist tetap. Dave Farrell sedang melakukan tour dengan bandnya Tasty Snax.

8. Joe Hahn membuat video untuk In The End

Fakta Menarik Tentang Album Hybrid Theory Linkin Park

Saat seseorang sadar kalau ia tak bisa scream seperti Chester, berarti orang itu harus melakukan hal yang lain. Itulah yang terpikirkan oleh salah satu personil Linkin Park, turntablist/electronic Joe Hahn. Dalam Hybrid Theory, Joe membuat video In The End dan beberapa video lainnya di beberapa album Linkin Park semenjak itu.

9. Lagu Points of Authority diselesaikan dengan komputer

Fakta Menarik Tentang Album Hybrid Theory Linkin Park

Ketika Mike Shinoda bekerja dengan komputer. Apa yang terjadi adalah, gitaris Linkin Park, Brad Delson menulis riff ini dan pulang ke rumahnya. Mike memutuskan untuk memisahkannya ke beberapa bagian dan mengaturnya di komputer.

10. Mike Shinoda mendesain sendiri cover keren Hybrid Theory

Fakta Menarik Tentang Album Hybrid Theory Linkin Park

Mike Shinoda adalah orang yang bekerja sangat keras pada album debut mereka. Dan saat proses rekaman selesai, ada satu hal lagi yang perlu dipikirkan yaitu cover album. Alhasil, Mike Shinoda tak punya pilihan selain mendesain dan membuatnya sendiri.

Baca juga artikel menarik lainnya:

Berikan komentarmu

Related articles

 #chester bennington #linkin park #mike shinoda
Share

Pilihan editor