Dinilai Punya Efek Magis, Inilah 10 Tempat Bertapa di Indonesia

Spread the love

Orang kalau lagi tertekan secara psikologis atau mental breakdance akibat hal-hal yang bertebaran di dunia maya biasanya langsung non-aktif semua akun medsos. Hiatus dari dunia maya saat ini diyakini bisa menjadi pain-killer, karena harus diakui juga kalau medsos bisa mengganggu citra diri dan lain sebagainya. Kalau dibandingkan jauh sebelum adanya media sosial, orang lebih senang bertapa untuk mendapatkan ketenangan batin. Bahkan lebih dari itu! Mereka juga bisa mendapatkan petunjuk hidup, kesuksesan, dan kesaktian, sehingga kelangsungan hidupnya katanya bisa lebih baik. Untuk itu, orang-orang zaman dulu lebih suka bertapa di tempat-tempat yang dianggap keramat atau punya efek magis. Dan setidaknya ada sepuluh tempat bertapa di Indonesia yang sering dikunjungi. Berikut ulasannya.

1. Tempat bertapa di Indonesia: Gua Istana – Banyuwangi

Di kawasan Taman Nasional Alas Purwo, Banyuwangi, kamu bisa menemukan spot bertapa, yang tak lain adalah Gua Istana. Gua degan panjang 30 meter dan lebar sekitar 8 meteran ini selalu ramai pengunjung, yaitu sekitar 100-300 orang. Mereka yang datang tidak semuanya bertujuan untuk bertapa. Ada juga sebagian yang hanya sekedar berkeliling, sambil melihat-lihat area gua yang diyakini bekas pertapaan presiden Soekarno. Mereka yang bertapa biasanya meminta agar usaha mereka dilancarkan dan hidupnya lebih berkah.

Gua Istana sendiri selalu ramai pada 1 Muharam atau 1 Suro penanggalan Jawa. Area tersebut selalu penuh oleh mereka yang melakukan ruwatan dan membuang sial. Bahkan di masa pemilihan umum juga selalu penuh. Hehe…

2. Pertapaan Indrokilo – Pasuruan

Di daerah Pasuruan, Pertapaan Indrokilo-lah yang selalu ramai dikunjungi. Tempat tersebut tak lain sebuah kompleks reruntuhan candi zaman Majapahit. Untuk bisa sampai disini, kamu harus berjuang melewati jalan yang terjal khas pegunungan yang bisa ditempuh kurang lebih 3-4 jam.  Konon, tempat in juga pernah dijadikan tempat bersemedi Presiden No.1 RI. Beliau diberitakan mendapatkan Wahyu Cakraningrat. Wahyu tersebut konon tidak bisa sembarang orang mendapatkannya. Dulu, wahyu tersebut juga sering didapatkan oleh raja-raj untuk naik tahta.

3. Luweng Sampang – Gunung kidul

Kalau sedang berwisata ke Luweng Sampang, jangan heran kalau disana banyak penampakan orang yang bertapa. Tempat yang satu ini konon pernah mejadi tempat persinggahan Sunan Kalijaga. Untuk itu, masyarakat setempat menganggap kawasan yang satu ini keramat dan punya aura magis tersendiri. Luweng Sampang ini ramai setiap harinya. Sang juru kunci akan menemani mereka sampai ritualnya selesai. Bahkan di hari-hari tertentu, tempat ini selalu didatangi oleh pejabat dan orang-orang yang menginginkan usahanya maju.

4. Tempat bertapa di Indonesia: Gunung Lawu

Karena sudah terkenal mistis, Gunung Lawu ini sudah tidak aneh dengan lokasi bertapa-nya yang tersebar di beberapa spot. Konon, tempat-tempat tersebut sering dijadikan spot bertapa tokoh-tokoh besar Indonesia untuk mencari wangsit hingga kekuatan. Sebut saja diantaranya ada Soekarno, Soeharto, hingga Gus Dur.

Soeharto bahkan disebut-sebut sampai mendaki hingga ke puncak Lawu. Juru Kunci sendiri menyatakan kalau beliau sangat mencintai Gunung Lawu. Adapun yang dilakukannya, yaitu melakukan ritual-ritual kebatinan sebelum dan sesudah menjadi presiden. Dan yang menjadi spot favoritnya adalah Gua Semar.

5. Pringgodani Karanganyar

Pertapaan Pringgodani sudah seperti lokasi favorit para calon anggota legislatif. Jelas saja, apalagi kalau bukan untuk dimenangkan saat pemilu nanti. Namun, tidak semua orang bisa bertahan lama bertapa di tempat tersebut. Menurut Sarwoko, warga Ngawi, Jawa Timur yang rutin bertapa di sana, orang-orang yang berhati bersih-lah yang bisa bertahan di Pertapaan Pringgodani. Mereka yang coba-coba biasanya akan berakhir ksurupan. Melalui laman resminya, Pemerintah Kabupaten Karanganyar menyatakan bahwa Pertapaan Pringgodani tersebut merupakan objek wisata sejarah.

6. Gunung Watu Payung – Temanggung

Tempat pertapaan selanjutnya berada di Gunung Watu Payung, Kabupaten Temanggung. Diceritakan Sekretaris Desa Getas, Bapak Suparmin, ada tiga orang abdi dalem  keraton (Raden Sambang, Tri Mangunkusuma, Sukma Indra) pada zaman Kerajaan Mataram Kuno yang sedang mengadakan perjalan ke  Watu Payung untuk bertapa. Berkat kisah inilah, masyarakat sekitar bahkan dari luar kota sering melakukan aktivitas spiritual di sini. Untuk spotnya sendiri ada empat, yaitu pertapaan Umum, Pertapaan Tayub, Pertapaan Punakawan, dan pertapaan khusus Umat Buddha.

7. Tempat Bertapa di Indonesia: Alas Ketonggo Ngawi

Orang yang sedang menginginkan hajatnya terkabul juga selalu bertapa ke Alas Ketonggo. Tempat yang berada di kawasan hutan jati Ngawi ini rupanya terdapat pemakaman prabu Brawijaya kelima. Beliau diceritakan kabur dari kerajaan Majapahit untuk menghindari serangan dari kerajaan Demak. Tempat yang satu ini dipercaya punya kekuatan magis dan jadi gerbang gaib. Gerbang tersebut konon menjadi penghubung dunia manusia dengan dunia gaib.

8. Air Terjun Madakaripura – Probolinggo

siapa sangka kalau Air Terjun Madakaripura juga menjadi lokasi favorit untuk bertapa. Pasalnya, kawasan ini pernah menjadi lokasi pertapaan jenderal perang dari Kerajaan Majapahit, Patih Gajah Mada. Dengan demikian, masyaralat setempat percaya kalau air terjun ini keramat dan bisa membantu mengabulkan segala hajat.

selain tempat bertapa, Air Terjun Madakaripura juga selalu ramai oleh wisatawan setiap harinya. Bahkan, beberapa dari mereka mengaku pernah mendapatkan penampakan dari Gajah Mada saat memotret beberapa spot air terjun.

9. Tempat bertapa di Indonesia: Gunung Srandil – Cilacap

Ada beberapa tempat petilasan di Gunung Srandil yang sering dipakai untuk bertapa. Tujuannya tidak hanya ingin mendapatkan keberkahan hidup, tetapi juga mendapatkan kekayaan dalam waktu singkat. Untuk ritualnya sendiri dilakukan pada malam-malam tertentu, yaitu malam Jum’at Kliwon atau Selasa Kliwon pada bulan Syura. Yang harus dilakukan petapa adalah ritual mengelilingi Gunung Srandil saat tengah malam sekitar pukul 24.00 – 03.00 pagi. Jumlah putarannya sendiri harus ganjil.

10. Dataran Tinggi Dieng – Wonosobo

Keberadaan gua-gua di dataran tinggi Dieng rupanya menarik perhatian para petapa. Salah satunya adalah Goa Semar yang menjadi favorit untuk kegiatan tirakatan atau bertapa. Namun, aktivitas tersebut harus diawasi juru kunci karena ada beberapa pantangan yang tidak boleh dilanggar. Petapa juga tidak bisa sembarangan masuk ke gua tersebut karena pintu besi tersebut dikunci dan hanya kuncen yang bisa membukanya. Untuk ritualnya sendiri lebih sering dilakukan pada malam Jumlat Kliwon dan Selasa Wage.

Baca juga artikel menarik lainnya:

Berikan komentarmu