via Unsplash

Babi Ngepet Reborn, Fenomena Pemersatu Warga Depok

Spread the love

Saat scrolling media sosial, kita nggak cuman dikejutkan dengan berita huru-hara para selebgram. Belakangan ini, akun-akun berita gosip menyuguhkan fenomena babi ngepet yang lagi-lagi menggegerkan warga Depok. Penangkapan seekor babi di Sawangan menadak viral setelah videonya tersebar melalui WhatsApp dan media sosial. Hewan tersebut sudah dikandangi oleh warga karena diduga sebagai babi jadi-jadian alias babi ngepet. Kejadian kayak gini tentu saja meresahkan karena babi ngepet dianggap sebagai ritual sesat untuk mendapatkan kekayaan secara instan. Masyarakat percaya bahwa sosok babi ngepet ini mengambil uang atau harta benda milik warga sekitar. Namun, fenomena babi ngepet tersebut ternyata palsu alias hoax. Setelah penyidik melakukan investigasi, kasus babi ngepet ini adalah rekayasa dari seorang oknum berstatus tokoh masyarakat.

via VIVA.co.id/ Zahrul Darmawan

Kejadian ini berawal dari seorang warga yang mengaku kehilangan uangnya sebesar Rp 1 juta di malam Selasa dan malam Sabtu. Karena uangnya hilang tidak jelas, tetanggga sekitarnya langsung menghubungkan-hubungkan kejadian tersebut dengan hal-hal gaib seperti raib diambil tuyul dan babi negepet.

Setelah kasus kehilangan duit itu ramai, warga mulai melakukan semacam penjagaan di area tempat mereka tinggal. Nggak disangka, mereka malah menemukan seekor babi yang diduga jelmaan babi ngepet dan langsung menangkapnya. Babi yang nggak tau apa-apa itu langsung dikurung di sebuah kandang. Menariknya, babi itu dalam keadaan telanjang alias nggak pakai baju. Konon, jika hewan tersebut memang jelmaan babi ngepet, biasanya ada baju yang melekat di badannya.

Fenomena ‘tertangkapnya babi ngepet’ ini mulai viral di media sosial. Akhirnya, Polres Metro Kota Depok melakukan investigasi yang hasilnya ternyata mengejutkan. Babi tak berdosa itu ternyata bukan hewan jadi-jadian, melainkan babi asli yang sengaja dibeli oleh salah satu warga yang membuat satu kampung itu jadi heboh. Babi tersebut dibeli secara online seharga Rp 900 ribu.

Usut punya usut, oknum yang membeli babi itu dikenal sebagai Ustadz bernama Adam Ibrahim. Ia melakukan hal tersebut agar dia bisa viral dan jemaah majelis taklimnya bisa bertambah. Kalau gabut emang suka ada-adaaa aja idenya. Untuk itu, polisi langsung memanggil tujuh orang saksi untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Menurut kesaksian mereka, babi ngepet itu memang sengaja didatangkan dan sudah direncanakan sebelumnya.

Adam Ibrahim juga mengaku kalau ia sengaja melakukan settingan itu. Ia haus akan popularitas, sehingga menggunakan seekor babi untuk menjadi magnetnya. Mengejutkannya, ternyata dia sampai mengkordinir warga setempat melalui WhatsApp untuk menangkap babi tersebut dan membuatnya viral di media sosial.

via Kolase pexels, dan Batam Tribunnews

Sebenarnya, fenomena babi ngepet reborn ini sudah tidak asing lagi, khususnya di Indonesia. Babi ngepet juga sempat eksis di tahun 2008-an menurut sejarah timeline Depok yang viral di Twitter. Warga saat itu juga sempat dihebohkan dengan babi yang-diduga-jadijadian yang doyan mie instan pakai nasi. Lebih ekstremnya lagi, Indonesia sempet-sempetnya merilis film yang judulnya Skandal Babi Ngepet.

Babi ngepet ini kabarnya sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda menurut beberapa ahli. Christopher Reinhart adalah salah satunya yang mengemukakan bahwa mitos babi ngepet ini sudah dipercaya oleh pada petani pada era tanam paksa (1830). pada saat itu, warga mencurigai orang-orang lokal yang kaya mendadak setelah melakukan praktik tengkulak (dagang hasil pertanian) dan pinjaman uang.

Saking nggak percaya, mereka menuduh orang tersebut melakukan ritual ghoib dengan mengubah diri menjadi seekor babi ngepet. Babi ngepet itu dicurigai mencuri uang warga, sehingga kekayaan orang tersebut begitu melimpah. Tuduhan ini juga sekaligus menurunkan citra orang-orang kaya selalu seenaknya memeras rakyat dengan menjadi tengkulak.

Dari cerita tersebut, misteri babi ngepet ini menjadi begitu viral di tahun-tahun selanjutnya. Masyarakat mulai penasaran dan mencoba melakukan praktik ilmu ghoib tersebut. Begitulah, karena harta duniawi memang selalu menggoda. Untuk itu, mulailah bermunculan cara-cara menjadi babi ngepet, seperti menggunakan lilin, kain hitam, dan sebagainya.

via pixabay.com

Belakangan ini, kasus penangkapan ‘babi ngepet’ di Depok menjadi bukti bahwa mitos itu masih dipercaya hingga sekarang. Sudah capek-capek heboh, eh ternyata settingan, kan. Warga akan menjadi geger jika hewan yang satu ini muncul, apalagi jika dibalut dengan pakaian manusia. Padahal siapa tahu kalau babi itu ternyata peliharaan orang, kan.

Babi ngepet emang selalu jadi bahasan yang seru. Tidak jauh dari berita tertangkapnya babi ngepet di Depok, ada ibu-ibu yang nyari perhatian dengan menuduh tetangganya ngelmu babi ngepet karena duitnya banyak. Si Ibu ini heran kenapa dia tetep punya duit padahal tiap hari dia diem terus di rumah. Alih-alih mendapat dukungan, Si Ibu Wati ini malah dapat kecaman dari warga Kabupaten Bogor. Bahkan, Bu Wati ini juga kabarnya diusir warga akibat kegabutannya 🙁

Dapet duit dari rumah sebenarnya bukan hal yang mustahil di zaman serba canggih seperti sekarang. Orang tinggal diem depan laptop atau hp, duit udah bisa masuk ke rekening. Terlihat enak memang, stay di rumah, tapi bisa bikin kang kurir tiap hari dateng ke rumah. Nggak usah repot-repot pake babi ngepet. Selain ritualnya ribet, kamu harus rela jadi seekor babi yang ujung-ujungnya ditangkep warga. Duit nggak dapet, apes iya. Oke, ini lagi-lagi mitos, ya.

via kolase Instagram @radityadika

Fenomena babi ngepet reborn in juga turut mendapat perhatian dari lord Raditya Dika. Saat itu, ia juga merasa gemas dan menuliskan ini di media sosial Instagramnya,

Zaman sudah berubah. Orang dari rumah aja bisa kok punya uang. “Gig economy” adalah pola kerja baru di mana orang enggak perlu ngantor tapi cukup menukar keahlian mereka dengan uang.

Setelah itu, ayah dua anak itu mencontohkan beberapa pekerjaan yang bisa menghasilkan uang dari rumah. Mulai dari trader, konsultan, pedagang, Youtuber, dan ilustrator. Di akhir tulisan, ia menutupnya dengan kalimat, “Bekerjalah dengan cerdas sampai tetanggamu mengira kamu memelihara babi ngepet,”

Ya, menarik sekali memang. Secara langsung dia menyindir Bu Wati dan orang-orang sejenisnya yang suka nganggap orang ‘diem rumah’ itu nganggur. Padahal, babi ngepet nggak harus jadi kambing hitam lagi di tengah zaman yang udah modern ini. Apalagi kalau harus dijadikan objek untuk mengundang popularitas. Wahai babi, sampai kapan kamu bakal menggegerkan warga Depok?

Berikan komentarmu