Share this
Share

shares

Love-Hate-Relationship antara Penulis dan Writer’s Block

3 June 2017

Love-Hate-Relationship antara Penulis dan Writer’s Block

Sebagai seorang penulis sering kali ada satu masa di mana rasanya kreatifitas berhenti begitu saja. Jangankan melahirkan banyak kata untuk dirangkai, memikirkan main idea dari hal yang ingin kita tulis saja rasanya sulit. Padahal otak sudah dipaksa sedemikian rupa untuk kembali produktif, namun tetap saja tidak ada satu katapun yang mampu kita ketik di atas keyboard. Alhasil kita malah berkeliaran di social media atau internet surfing. Nah situasi menyebalkan ini sering disebut dengan istilah writer’s block. Pasti kalian yang suka nulis paham betul bagaimana rasanya moment stuck tersebut.

Lantas apa dong yang bisa kita lakukan jika sedang ada dalam situasi tersebut? Deadlines kan gak mungkin diundur atau masa iya proses kreatif kita berhenti begitu saja?

Setelah mencoba memahami lebih jauh lagi soal permasalahan semua penulis ini, baik pemula maupun yang profesional sekalipun. Akhinya saya bisa sedikit memberi rangkuman kecil dan berbagi pengalaman dari yang saya lalui beberapa bulan terakhir ini saat virus writer’s block menyerang saya.

Setelah saya pahami lebih lanjut, ternyata Writer’s block itu sering kali hanya merupakan alasan klasik bagi para penulis yang memang malas dan akhirnya malah terdistraksi akan hal lain, semisal godaan internet atau malah melakukan aktifitas lain yang tidak ada hubungannya dengan menulis. Biasanya hal ini menyerang para penulis pemula. Namun jangan salah, hal ini juga bisa datang menyerang para penulis yang sudah pro, bedanya para penulis yang sudah lama akan menyikapinya dengan berbeda. Jika memang ide tidak bisa lagi mengalir deras bagai air di musim hujan (haseekk..) maka itu merupakan sebuah signal untuk dicari penyebabnya. Dan biasanya, ada beberapa hal yang mengakibatkan kondisi si writer’s block itu sendiri, antara lain:

Kurang pemahaman akan topik yang ditulis

Sebelum ingin menulis topik-topik tertentu ada baiknya kita meyakinkan diri bahwa apa yang akan kita tulis adalah hal yang kita suka atau kuasai. Jika tidak bagaimana mungkin kita bisa mendeliver sebuah cerita dengan baik kepada para pembaca. Misalnya kita berkeinginan membuat sebuah cerita tentang Konspirasi Jaman Orde Baru, ya lakukanlah research yang cukup untuk mendukung proses menulis itu sendiri. Karena sering kali kebuntuan saat menulis terjadi akibat kurangnya penguasaan topik utama dari cerita yang ingin kita bangun.

Timing menulis yang kurang teratur

Poin ini adalah salah satu tips yang sedang saya coba belakangan ini juga. Mulailah untuk membuat jadwal pasti setiap harinya, entah itu pagi hari setelah bangun tidur atau malam hari sebelum tidur. Cari satu waktu di mana kalian merasa sangat nyaman untuk melakukan proses menulis. Dan cobalah patuh pada jadwal yang kalian sudah buat. Karena secara sugestif otak dan raga akan berkonspirasi untuk menjadi lebih kreatif pada waktu yang kalian sudah tetapkan. Memang, ada yang bilang ide bisa datang kapan saja dan dimana saja, tapi tidak ada salahnya untuk mendisiplinkan diri dengan waktu yang lebih teratur.

Demotivasi

Untuk poin yang ini saya rasa faktornya tidak bisa digeneralisasi, karena tiap penulis pasti memiliki alasan untuk menulisnya masing-masing. Ada yang memang karena passion atau sekedar tuntutan pekerjaan semata. Namun apapun itu, sejatinya penulis yang baik harusnya bisa tetap kreatif dalam kondisi apapun.

Halah, ngomong doang mah gampang realitasnya susah. Iya betul sekali, namun apa iya ketika kita memutuskan untuk menjadi penulis, lantas hanya karena satu dua hal yang membuat kita kurang semangat, kita harus berhenti melakukan proses kreatif dari menulis itu sendiri? Saran saya mungkin lebih ke beri sedikit waktu untuk ‘jatuh’ lalu sesegera mungkin kembali pada track yang sudah ada. Jangan berlama-lama ada dalam kondisi demotivasi. Ingat-ingat kembali kenapa kalian ingin menulis at the first place. Coba bayangkan apa jadinya imajinasi liar di kepala kalian jika tidak dituangkan dalam rangkaian pelbagai diksi? Waktu berjalan terus, yang bisa kita lakukan hanyalah melawan segala bentuk perasaan tersebut.

Jika semua cara sudah ditempuh lalu writer’s block tidak kunjung hilang, bagaimana cara mengatasinya ?

Yuk, bebaskan diri

Love-Hate-Relationship antara Penulis dan Writer’s Block

Kalau kamu terbiasa menulis dengan bahasa yang baku dan berat, tidak ada salahnya mencoba sesuatu yang baru. Mungkin kita bisa sesekali keluar dari pakem menulis yang selama ini sudah kita lakukan. Mulailah dengan membuat satu paragraf yang sangat menarik, atau yang paling tidak menurut kita bagus sekali. Lalu saat kita baca ulang, pasti akan ada keinginan untuk terus mengawinkan kata-kata yang berdatangan dengan sendirinya. Percikan semangat itu hadir lagi bisa saja pelan ataupun deras. Tergantung bagaimana kita lagi-lagi, menyemangati diri sendiri.

Tarik nafas dan istirahat sejenak

Santai, jika tiba-tiba kalian sedang mengalami kemacetan dalam menulis, mungkin itu memang pertanda kalian sedang disuruh istirahat. Coba seduh kopi atau ambil makanan di dapur, bisa juga nyalakan sebatang atau dua batang rokok. Bisa jadi kalian memang sudah berpikir terlalu banyak. Jadi butuh istirahat sejenak. Tapi yang perlu diingat adalah, istirahatnya jangan lama-lama. Karena ditakutkan nanti kalian malah akan bingung lagi jika mau melanjutkan proses menulisnya.

Masih stuck juga? Tidurlah.

Nah, kalau segala cara rasanya sudah dipakai untuk mengatasi writer’s block namun belum berhasil juga, mungkin kalian perlu matikan komputer atau laptop dan istirahatkanlah jasmani kalian alias tidur. Jangan salah loh, seperti kita tahu bahwa ketika tidur pun, sebenarnya otak dan organ badan kita yang lain tidak berhenti bekerja. Secara alam bawah sadar, sebelum tidur otak akan mengumpulkan segala masalah yang kita pikirkan.

Untuk kemudian dilerai satu persatu ketika kita bangun tidur keesokan harinya. Nah, saat itulah otak kita akan ada dalam keadaan fresh kembali dan siap untuk mulai memainkan jari di atas tuts keyboard. Tapi jangan lupa mandi pagi kemudian sarapan ya, gaes. Hehehe. Supaya kalian lebih semangat lagi untuk terus berkreatifitas.

Selamat mencoba, Cerpiners. Jika ada tambahan informasi atau tips lain, mohon tinggalkan pesan kalian di tab komentar ya.

Baca juga artikel menarik lainnya:

Berikan komentarmu

Related articles

 #menulis #writer #writer's block
Share

Pilihan editor