Share this
Share

ANAK MUDA, Penting Untuk Tahu dan Sadar Bahwa Tidak Datang ke TPS itu Sangat Gak Keren.

3 June 2017

Anak Muda Penting Untuk Tahu Dan Sadar Bahwa Tidak Datang Ke Tps Itu Sangat Gak Keren Cerpin Com 1

Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) Jakarta yang akan berlangsung dalam hitungan hari lagi ini menjadi sebuah momentum yang ramai menyita perhatian publik. Bagaimana tidak, berbagai peristiwa secara bertahap membawa Pilkada DKI ini menjadi sebuah lahan drama yang tidak jarang memancing keributan baik di dunia nyata maupun di dunia maya sekaligus. Dari mulai kasus penistaan agama yang dialamatkan ke Gubernur aktif sekaligus Calon Gubernur dari Paslon Nomor 2, Basuki Purnama. Sampai berita adanya kasus dugaan korupsi yang harus dihadapi Sylviana Murni yang menjadi pendamping Agus Yudhoyono untuk Pasangan Calon Nomor 1. Serta banyak lagi wara wiri sekelumit berita lainnya yang tidak jarang membuat kening berkenyit.

Debat terbuka terakhir akan dilaksanakan pada tanggal 10 Februari 2017, Jum’at pekan depan di Gedung Bidakara, Jakarta Selatan. Program yang diselenggarakan secara resmi oleh KPU DKI ini akan mempertontonkan bagaimana kesiapan para pasangan calon dalam menghadapi berbagai pertanyaan publik seputaran tema “Masalah Kependudukan dan Peningkatan Kualitas Hidup Warga Jakarta”. Sebagai calon pemilih, tentunya kita diharuskan mengenal betul siapa saja sosok yang nantinya akan bertarung di dalam Pilkada DKI 2017 ini. Informasi mengenai visi dan misi serta latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja tiap pasangan calon bisa dilihat di laman website resmi KPU DKI.

Sebagai warga Jakarta, tentunya kita pasti mengharapkan siapapun yang nantinya keluar sebagai pemenang, mampu membawa Jakarta ke arah yang lebih baik bagi segenap masyarakatnya. Untuk mewujudkan impian tersebut, sebagai warga ibu kota yang baik, ada satu tugas kecil lainnya yang harus kita laksanakan. Yaitu, datanglah ke TPS dan pergunakan hak suara kalian sebaik mungkin. Siapapun yang kalian pilih nantinya, bukan menjadi masalah. Hal tersebut merupakan hak asasi manusia yang tidak bisa diabaikan begitu saja. Itu jika kalian sudah yakin dan mantap akan pilihan kalian terhadap Paslon yang ada. Nah bagaimana jika kalian ingin memilih Golput, alias Golongan Putih?

Menurut Wikipedia, Golongan putih atau yang disingkat golput adalah istilah politik di Indonesia yang berawal dari gerakan protes dari para mahasiswa dan pemuda untuk memprotes pelaksanaan Pemilu 1971 yang merupakan Pemilu pertama di era Orde Baru. Tokoh yang terkenal memimpin gerakan ini adalah Arief Budiman. Namun, pencetus istilah “Golput” ini sendiri adalah Imam Waluyo. Dipakai istilah “putih” karena gerakan ini menganjurkan agar mencoblos bagian putih di kertas atau surat suara di luar gambar parpol peserta Pemilu bagi yang datang ke bilik suara. Namun, kala itu, jarang ada yang berani tidak datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) karena akan ditandai.

Dan sebagai tambahan informasi, berikut landasan hukum yang bisa dipakai secara logika untuk membuat aksi Golput ini menjadi masuk akal, berikut :

Klausul yang dijadikan dalil pembenaran logika golput dalam Pemilu di Indonesia yaitu UU No 39/1999 tentang HAM Pasal 43. Selanjutnya, UU No 12/2005 tentang Pengesahan Kovenan Hak Sipil Politik yaitu di Pasal 25 dan dalam UU No 10/2008 tentang Pemilu disebutkan di Pasal 19 ayat 1 yang berbunyi: “WNI yang pada hari pemungutan suara telah berumur 17 tahun atau lebih atau sudah/pernah kawin mempunyai hak memilih. Dalam klausul tersebut kata yang tercantum adalah “hak” bukan “kewajiban”.Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 yang diamendemen pada 1999-2002, tercantum dalam Pasal 28 E: “Pemilu dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil setiap lima tahun sekali”. Hak memilih di sini termaktub dalam kata “bebas”. Artinya bebas digunakan atau tidak.

Nah jika kalian adalah yang termasuk tidak bisa dan kurang sepakat dengan visi dan misi Paslon Pilkada DKI 2017 ini, sah-sah saja tidak mencoblos salah satu di antaranya, namun yang perlu diingat betul adalah jangan sampai tidak datang ke TPS dan pergunakanlah hak suara kalian, bahkan jika tidak ada satu pun yang kalian pilih. Rusaklah surat suara yang nantinya akan diberikan panitia di TPS, laksanakanlah semua prosedur yang ada dengan baik dan benar. Dengan memberikan hak suara kita, maka kita telah berkontribusi untuk menjauhkan Pilkada DKI 2017 dari praktek curang. Karena surat suara yang tidak terpakai, bisa saja akan dipergunakan beberapa pihak untuk memenangkan Paslon tertentu. Dan bukan tak mungkin, jika banyak orang yang tidak hadir ke TPS dengan alih-alih malas ataupun tidak peduli, peluang untuk terjadinya kecurangan akan semakin terbuka lebar. Hal tersebut menjadi sebuah boomerang bagi nasib Jakarta 5 tahun ke depan, terlebih untuk warga DKI nya sendiri.

Nah sebagai bagian dari generasi muda, tentunya gak mau dong Jakarta nanti dipimpin oleh Paslon yang bisa keluar sebagai pemenang dengan cara yang tidak baik. Yuk ahh, kita ramai-ramai datang ke TPS dan belajar untuk jadi warga negara yang tahu kapan harus merayakan hak suaranya. Generasi muda dianggap kritis, mandiri dan berinisiatif tinggi, sehingga kita juga harus menjadi bagian dalam mengawal proses politik agar tidak menyimpang dan mampu menghasilkan pemimpin yang jauh dari sifat korup dan nantinya akan merugikan rakyat.

Jadi, sudah siap untuk Pilkada Tahun 2017 ini? Sampai ketemu di TPS ya 🙂

dari berbagai sumber:

https://id.wikipedia.org/wiki/Golongan_putih

http://kpujakarta.go.id/

gambar :

www.kompas.com

Baca juga artikel menarik lainnya:

Berikan komentarmu

Related articles

 #anak muda #pilkada #tps
Share

Pilihan editor