Share this
Share

Share

shares

8 Upacara Pemakaman yang Hanya Ada di Indonesia

4 November 2020  Ajeng

Di Indonesia, orang yang sudah meninggal umumnya langsung dikubur dengan balutan kain kafan atau peti mati. Prosesinya pun sederhana. Setelah dido’akan, biasanya mayat langsung dikuburkan. Namun, karena Indonesia kaya dengan adat dan budayanya, tidak sedikit prosesi pemakaman yang menguras waktu, uang, dan tenaga. Ini bukan tanpa alasan karena mereka harus melakukan serangkaian upacara yang berlaku di wilayah setempat. Bahkan, sebagian upacara pemakaman terkesan ‘mengerikan’ karena dinilai tidak lazim, apalagi oleh mereka yang berasal dari luar kota, luar pulau, bahkan luar negeri.

Biar nggak penasaran, simak delapan upacara pemakaman yang hanya bisa kamu temukan di Indonesia berikut ini.

1. Upacara Pemakaman Trunyan

via pinterest.at

Bali terkenal dengan adat dan budayanya yang masih kental. Ini bisa dilihat dari Upacara Pemakaman Trunyan. Prosesnya sangat unik karena jenazah tidak dikubur di dalam tanah, melainkan dibiarkan tergeletak di atas tanah. Agar tidak diserang binatang buas, biasanya dibuatkan pagar yang mengelilingi mayat tersebut. Selain itu, di sekelilingnya juga biasanya ada barang-barang bekas peninggalan orang tersebut.

Meskipun tidak dikubur, mayat yang tergelat itu tidak menimbulkan bau busuk. Pohon-pohon yang ada di sekitarnya bisa menyerap bau busuk yang dihasilkan mayat tersebut. Jadi, kamu nggak usah khawatir saat dateng kesini, ya!

2. Upacara Pemakaman Ngaben

via kintamani.id

Ngaben menjadi salah satu upacara pemakaman yang terkenal di Pulau Dewata. Ngaben merupakan upacara kremasi atau pembakaran jenazah khusus umat Hindu di Bali. Jadi, kalau kamu muslim dan tinggal di Bali, upacara pemakamannya tentu saja mengikuti syariat Islam, ya!

Dalam upacara ini, mayat dan juga barang-barang peninggalannya turut dibakar. Sebelumnya, mayat tersebut sudah diawetkan selama beberapa hari, dimandikan, dido’akan, lalu diarak untuk segera dikremasi. Ngaben memiliki makna sebagai simbol keikhlasan dari anggota keluarga yang ditinggalkan.

3. Rambu Solo

via indonesiakaya.com

Rambu Solo merupakan upacara pemakaman yang berasal dari Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Jika ada anggota keluarga yang meninggal dunia, suku Toraja harus melakukan upacara yang menelan biaya yang fantastis ini. Semakin kaya keluarga tersebut, semakin besar juga biaya pemakaman yang harus dikeluarkan. Ini salah satunya bisa dilihat dari seberapa banyak mereka membeli kerbau. Untuk satu kerbaunya saja ada yang mencapai ratusan juta, lho!

4. Upacara Pemakaman Marapu

via indonesia.go.id

Selanjutnya, ada upacara pemakaman Marapu yang berasal dari Sumba, Nusa Tenggara Barat (NTB). Untuk melaksanakan upacara in, pihak keluarga yang ditinggalkan harus menyediakan jamuan kepada tamu yang datang. Ini menjadi hal yang wajib karena masyarakat Sumba percaya bahwa siapa saja yang tidak menyelenggarakan upacara pemakaman, ia akan mengalami kesialan. Jenazah harus dikuburkan pada liang lahat yang baru agar perjalanannya menuju surga bisa lebih mudah.

5. Brobosan

via sidogoro.net

Brobosan adalah salah satu upacara yang dilakukan oleh kebanyakan masyarakat Jawa Timur. Upacara ini terbilang cukup simpel. Kerabat atau tetangga cukup berjalan mondar-mandir sebanyak tiga kali dari bagian kanan keranda. Setelah itu, mereka harus melewati bagian bawah keranda jenazah yang sedang diangkat tinggi-tinggi.

Ini dilakukan sebelum mayat dimakamkan. Tujuannya adalah untuk menghormati orang tersebut sekaligus mengambil tuahnya. Misalnya, jika orang tersebut berumur panjang, tuah tersebut akan menurun pada kerabat, saudara, atau tetangga yang melakukan brobosan. Upacara ini tidak dilakukan jika mayatnya masih anak kecil.

6. Mumifikasi

via tribunnews.com

Proses pemakaman unik lainnya berasal dari Suku Asmat di Papua. Upacara ini khusus orang-orang yang memiliki kedudukan tinggi seperti kepala suku atau panglima perang. Setelah meninggal, mereka akan dibuat seperti mumi.

Mereka  diawetkan dengan bahan-bahan tertentu, lalu diletakan di atas perapian dalam posisi duduk. Lama kelamaan mayat tersebut akan menghitam. Setelah beberapa tahun, mayat tersebut akan semakin menghitam dan akan dikeluarkan jika ada orang yang bertamu.

7. Upacara Pemakaman Tiwah

dok. disbudpar Kalteng

Suku Dayak yang menganut agama kaharingan harus melakukan proses pemakaman dengan cara Tiwas. orang yang sudah meningal kemudian dikuburkan. Setelah beberapa lama, jasad tersebut diambil kembali untuk melakukan proses pensucian tulang-belulang. Caranya adalah dengan  menombak sejumlah hewan ternak. Terkhir, tulang-belulang yang sudah disucikan disimpan di sebuah tempat khusus yang tidak menyentuh tanah.

8. Kuburan Bayi Kambira

via wikimedia.org

Masyarakat Tana Toraja biasanya melakukan proses penguburan bayi dengan cara yang tidak biasa. Bayi yang belum tumbuh gigi akan dikuburkan di dalam pohon Tarra tanpa dibalut dengan kain sehelaipun. Pohon tersebut dipilih karena memiliki getah yang banyak dan mirip seperti air susu, dan ruangannya dianggap sebagai rahim. Sehingga, masyarakat disana percaya bayi-bayi tersebut bisa terlahir kembali dari pohon tersebut.

 

Berikan komentarmu

Related articles

 #cara mengawetkan jenazah #desa trunyan #kenapa di bali mayat dibakar #mayat jalan sendiri #mumifikasi #ngaben bali #pemakaman adat bali #pemakaman di indonesia #pemakaman khas bali #pemakaman khas kalimantan #pemakaman khas sulawesi #pemakaman suku toraja di pohon #upacara mak nene #upacara ngaben #upacara pemakaman toraja #upacara pemakaman toraja disebut #upacara rambu solo
Share di whatsapp

Pilihan editor