8 Fakta Gunung Salak: Surga Bagi Pencinta Air Terjun!

Spread the love

Gunung Salak menjadi salah satu dari sekian gunung di Indonesia yang menjadi favorit pendaki. Mountaineer ini bisa menikmati keindahan alam dari ketinggian sekaligus tadabur alam. Gunung yang berada di kawasan Bogor dan Sukabumi ini pada kenyataannya memang memiliki daya tarik tersendiri, sehingga memancing pendaki untuk bereksplorasi di dalamnya. Kita bisa melewati jalur trekking yang menantang, juga bersantai di air terjun alami. Kamu yang masih penasaran dengan tempat ini, simak dulu delapan fakta Gunung Salak sebagai berikut ini.

1. Fakta Gunung Salak: Memiliki 7 Puncak

Salah satu fakta menarik dari Gunung Salak adalah memiliki tujuh puncak. Gunung yang satu ini termasuk ke alam Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Puncak yang paling tinggi dinamakan Puncak Salak I yang ketinggiannya mencapai 2.211 mdpl. Konon, jarang sekali pendaki yang berkunjung ke puncak ini karena dianggap angker. Selain itu, trekkingnya juga terkenal curam, sehingga pendaki juga tidak mau mengambil resiko. Untuk itu, biasanya pendaki hanya mengunjungi enam puncak sisanya, yaitu Puncak Gunung Salak 2 (2190 Mdpl), Gunung Halimun Utara (1.929 Mdpl), Gunung Sanggabuana (1.919 Mdpl), Gunung Halimun Selatan (1758 Mdpl), Gunung Botol (1.720 Mdpl), dan Gunung Kendeng Selatan (1.680 Mdpl). Pendaki lebih sering melalui jalur Curugnangka, dari sisi utara gunung. Dari situlah nantinya akan tembus ke Puncak Salak II.

2. Fakta Gunung Salak: Memiliki Banyak Curug

Mendaki Gunung Salak nggak bakalan sia-sia. Saat tubuh sudah tidak kuat melanjutkan perjalanan, kita bisa banget melipir dulu ke curugnya yang masih alami. Menariknya lagi, curug atau air terjunnya itu nggak cuman satu,melainkan sampai tujuh! Ada Curug Cigamea, Curug Seribu, Curug Ngumpet, Curug Pangeran, Curug Nangka, dan Curug Luhur. Ketujuh air terjun tersebut tersebar mengelilingi gunung ini. Jadi, lokasi ini nggak bakalan zonk buat kamu si pencinta alam.

3. Gunung Berapi Aktif

Dilansir dari Wikipedia, Gunung Salak merupakan kompleks gunung yang masih aktif di wilayah Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Gunung ini memiliki sejumlah kawasan aktif, diantaranya kawah Ratu, Cikuluwung Putri, dan kawah Hirup yang masih bagian dari sistem Kawah Ratu. Gunung Salak ini tercatat sudah berkali-kali meletus sejak tahun 1600-an. Letusannya yang terkahir terjadi di Kawah Cikuluwung Putri pada tahun 1938, berupa erupsi freatik.

4. Saksi Bisu Tragedi Mengerikan

Gunung Salak juga menjadi saksi bisu atas tragedi-tragedi menyeramkan. Yang paling terkenal adalah peristiwa kecelakaan penerbangan Sukhoi Superjet 100 pada tebing gunung yang terjdi pada tahun 2012. Dengan demikian, kawasan pegunungan ini paling dihindari oleh para penerbang. Pasalnya, cuacanya sangat cepat berubah (dengan adanya kabut tebal) yang bisa membuat resiko penerbangan menjadi lebih besar.

Selain itu, beberapa pendaki juga ada yang dikabarkan hilang atau tersesat di gunung ini. Sebut saja kejadian yang menimpa remaja bernama Dimas Ramadhan. Saat i atersesat di Gunung Salak, ia terus memberikan kabar lewat Insta Story Instagram.

‘Penting, bantu gua tersesat di Kawah Ratu, Gunung Salak, tolong info kesana, gua gatau jalan pulang gua tersesat ikut arus air ke arah atas tolong bantu’, begitu unggahannya.

Pada akhirnya, anggota Bogor SAR Community (BSC) menuju ke lokasi korban di sekitar Kawah Ratu, Gunung Salak.

Baca juga artikel menarik lainnya:

5. Ada Pantangan Bagi Para Pendaki

Faktanya, pendaki bakal dihadapkan dengan beberapa pantangan saat mendaki Gunung Salak. Dua diantranya yang paling terkenal adalah larangan memetik bunga anggrek dan menanyakan keberadaan pohon salak di gunung ini. Kalau kita sengaja melanggar dua pantangan tersebut, siap-siap saja mendapatkan kesialan.

Dulu, pernah ada seorang pendaki yang tersesat akibat menyepelekan pantangan. Dia menjadi linglung, padahal posisinya lagi ada di dsekitar pemukiman warga. Selain itu, ada juga pendaki yang tiba-tiba dehidrasi parah, padahal sumber air berada tepat di sampingnya. Jadi, mereka tidak bisa melihat situasi di sekelilingnya akibat terlalu cuek dengan pantangan tersebut.

6. Fakta Gunung Salak: Tempat Perkemahan

Fakta selanjutnya dalah terdapat kawasan perkemahan di lereng Gunung Salak. Di kawasan Cagar Alam Sukamantri ini terdapat area perkemahan yang berada dalam pengawasan perusahaan wisata alam bebas. Kita bakal diajari bagaimana bertahan hidup di alam bebas, melakukan pertolongan pertama, navigasi daratan, cara menemukan sumber mata air, dan membuat tempat perisitirahatan jika tersesat di tengah hutan.

Kita yang masih mau coba-coba, bisa banget ikut paket level pemula. Nantinya, kita akan diajak menjelajah hutan pegunungan. Selama penjelajahan ini, instruktur bakal memberikan tata cara bertahan hidup di tengah hutan . Misalnya, melakukan pergerakan yang aman saat menelusuri hutan, memilah-milah tanaman yang boleh dimakan dan tidak, mendapatkan air minum dari tetumbuhan, dan membuat api.

7. Tradisi Seren Taun

Usai menuruni Gunung Salak, kamu bisa mampir sejenak ke desa Giri Jaya, Kecamatan Cidahu, Sukabumi. Pada Kamis Wage dan Jumat Kliwon, penduduk asli sana biasanya akan melakukan tradisi Seren Taun yang sudah ada sejak  ratusan tahun. Tradisi ini dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen, dan tradisi menutup tahun sekaligus membuka tahun baru dalam kalender Jawa. Kit abisa menyaksikan tradisi ini di sebuah desa terpencil di ketinggian 1.200 meter di sisi timur Gunung Salak.

8. Fakta Gunung Salak: Oleh-oleh khas!

Habis turun gunung, bisa banget nih beli oleh-oleh buat keluarga. Di lereng gunung Salak, tepatnya di Kecamatan Pamijah, Kabupaten Bogor, kamu bisa membeli  oleh-oleh berupa aneka kripik dan makanan ringan. Kripik ini dibuat langsung oleh petani lokal dengan bahan-bahan hasil tani disana.

Usaha oleh-oleh ini dikelola oleh Kelompok Usaha Bersama Posyandu Berdaya (KUB Posdaya) di Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Bahan baku makanan ringan tersebut berasal dari bahan-bahan lokal seperti ketela, pisang, singkong, dan tepung terigu. Merk dagangnya adalah “Cia-Cia!”, jadi khas banget pokoknya!

Itulah delapan fakta Gunung Salak yang menjadi favorit bagi para pendaki. Punya pengalaman mendaki disini? Share di kolom komentar, ya!

Berikan komentarmu