8 Benteng Peninggalan Belanda dan Kisah Mistis Dibaliknya

Spread the love

Indonesia kaya akan peninggalan sejarahnya, terlebih usai Bumi Pertiwi ini dijajah oleh Belanda. Salah satunya yang terlihat adalah bangunan berupa benteng. Benteng peninggalan kolonial Belanda di Indonesia sendiri tidak sedikit yang masih terawat, bahkan punya potensi untuk dijadikan objek wisata. Di sisi lain, ada saja kisah-kisah dibaliknya yang bisa bikin merinding. Entah itu peristiwa kesurupan, atau penampakan hantu-hantu Noni Belanda. Buat kamu yang penasaran dengan benteng peninggalan Belanda, yuk, langsung aja simak sejarah singkat dan kisah mistisnya di bawah ini.

1. Benteng Peninggalan Belanda Belgica – Pulau Neira, Maluku

Awal mula berdirinya Benteng Belgica ini yaitu saat Bangsa Portugis datang ke Banda pada 1512 silam. Tujuannya adalah untuk membeli rempah-rempah dan membangun Benteng Nassau. Pada 1609, konlomerat di Banda terlibat perjanjian dengan VOC yang memutuskan monopoli VOC atas rempah-rempah di Banda. Karena dinilai tidak menguntungkan, masyarakat setempat tidak menyetujui perjanjian tersebut.

Pada akhirnya, VOC mendirikan kembali Benteng Nassau yang sebelumnya sudah ambruk. Namun, pada saat proses pembangunan tersebut, Pieterszoon Verhoeven dan beberapa pasukan meregang nyawa. Agar kejadian naas itu tidak terjadi lagi, VOC mendirikan Benteng Belgica I dan Benteng Neira di Pulau Neira pada 1611.

Di benteng ini, wisatawan kono sering melihat penampakan perempuan rambut panjang. Yang mengerikannya lagi, wajahnya berlumuran darah!

2. Benteng Van der Wijk – Kebumen

Pada tahun 1818, Jenderal Van den Bosh mendirikan Benteng Van der Wijck yang nantinya dioperasikan sebagai kantor VOC, kongsi perdagangan milik Belanda. Namun, benteng tersebut malah beralih fungsi menjadibenteng pertahanan saat Belanda harus bergerilya dengan pejuang Yogyakarta. Dan kini Benteg Vand der Wijk berdiri kokoh sampai saat ini dan bisa dinikmati oleh wisatawan.

Kisah mistis yang paling terkenal di kawasan benteng ini adalah adanya barisan tentara tanpa wujud. Nggak heran karena tempat ini dulunya dijadikan sebagai tempat penahanan Pangeran Diponegoro dan tentaranya.

3. Benteng Peninggalan Belanda Rotterdam, Makassar

Benteng Rotterdam bertengger di pinggir pantai sebelah barat Kota Makassar. Namun, benteng tersebut beralih kepemilikan saat Kerajaan Gowa-Tallo menandatangani Perjanjian Bongaya pada tahun 1667. Benteng yang semula dinamakan Ujung Pandang ini menjadi milik Belanda dan namanya berubah menjadi Fort Rotterdam. Saat ini, benteng tersebut berisikan benda-benda peninggalan sejarah, mulai dari masa Kerajaan Gowa Tallo hingga masa penjajahan Belanda.
Di sisi lain, benteng ini juga punya aura seram. Beberapa pengunjung mengaku pernah melihat penampakan tentara Belanda yang berlumuran darah.

4. Benteng Pendem – Cilacap

Benteng Pendem Ambarawa adalah saksi bisu peristiwa pertempuran besar pascakemerdekaan Republik Indonesia di Cilacap. Benteng yang satu ini diprediksi sudah berdiri pada tahun 1845, sehingga kurang lebih sudah satu abad bertengger di Semarang. Selain arsitektur aslinya yang menarik perhatian, kisah mistis benteng ini juga menjadi perhatian para wisatawan. Konon, benteng ini dulunya dijadikan sebagai tempat bermukin wanita pribumi yang dijadikan budak seks dan hidupnya berakhir mengenaskan. Bahkan, masyarakat setempat mengaku sering mendengar suara perempuan menangis di setiap malam.

5. Benteng Van den Bosch -Ngawi

Benteng bersejarah peninggalan Belanda lainnya bisa kamu temukan di Ngawi, apalagi kalau bukan Benteng Van Den Bosch. Benteng yang didirikan pada tahun 1839 ini dulunya merupakan markas pertahanan kolonial Belanda saat dipimpin oleh Jenderal Johannes Van den Bosch. Saat ini, benteng Van Den Bosh memberikan suguhan bernilai tinggi berupa bangunannya yang masih asli.
Namun, wisatawan juga bisa dibuat ngeri dengan kisah seram dibaliknya. Katanya, disana sering terlihat penampakan barisan tentara tanpa kepala. Bahkan ada juga penampakan ular berkepala manusia yang penampakannya nggak kalah seram!

6. Benteng Peninggalan Belanda Vestenburg – Surakarta

Pada tahun 1745, Benteng Vastenburg bertengger di bawah kepemimpinan Jenderal Baron Van Imhoff. Benteng setinggi enam meter ini dulunya difungsikan sebagai pusat garnisun. Benteng ini juga sempat mengalami beberapa kali renovasi setelah terbengkala akibat kepemilikannya beralih ke swasta. Hingga akhirnya, benteng ini dikukuhkan sebagai situs cagar budaya per 2010 lalu.
Kisah seram pun tidak luput menghiasi benteng ini. Yang paling terkenal adalah penampakan noni Belanda berkaki kuda yang sosoknya sering terlihat di kawasan benteng. Ngerinya, ia selalu menampakan diri pada siang hari juga! Jadi, kamu nggak perlu aneh kalau melihat sosok mengerikan tersebut di siang bolong.

7. Benteng Du Bus – Papua Barat

Benteng du Bus berdiri pada tahun 1828, tepat di hari ulang tahun Raja Belanda Willem III. Namun, benteng tersebut hanya beroperasi sekitar tujuh tahun saja akibat adanya wabah mematikan yang berpotensi menyebabkan kematian. Dengan demikian, pihak kolonialmengosongkan dan meninggalkan benteng ini. Saat ini, benteng tersebut jadi kawasan wisata dengan ciri khas sebuah tugu yang menjadi saksi bisu kehidupan para penjajah.

8. Benteng de Kock – Bukittingi, Sumatera Barat

Benteng de Kock berdiri pada tahun 1825, tepatnya di Bukit Jirek. Kapten Bauer-lah yang mendirikan benteng ini seratus tahun silam, yang tak lain sebagai bentuk dedikasi kepada Hendrik Merkus Baron de Kock, Letnan Gubernur Jenderal Hindia yang juga menjabat sebagai Komandan Militer pada masa itu. Benteng de Kock juga rupanya menjadi saksi bisu peristiwa Perang Paderi yang menelan begitu banyak nyawa. Benteng ini dulunya dijadikan sebagai basis militer Belanda dan Kaum Adat dalam menghadapi Kaum Paderi.

Untuk itu, nggak heran kalau benteng ini juga menyimpan kisah mistis. Konon, masyarakat setempat seringkali mendengar suara-suara jeritan pilu seperti saat berperang. Bahkan, penampakan noni Belanda juga nggak kalah seramnya..

Baca juga artikel menarik lainnya:

Berikan komentarmu