via Youtube

7 Mitos Gunung Ciremai yang Wajib Diketahui Pendaki

Spread the love

Gunung Ciremai masuk ke dalam daftar spot pendakian favorit di kalangan pendaki. Selain bisa menikmati Kota Kuningan dari ketinggian, kamu juga bakal terkesima dengan pesona Kawah Ganda yang cantiknya nggak ada dua. Di ketinggian 2.900 mdpl, kamu juga bakal disuguhkan dengan penampakan cantik Gowa Walet yang merupakan bekas titik letusan gunung tersebut. Seindah apapun penampakan disini, dibaliknya pasti saja ada hal-hal yang membuat pendaki begitu berhati-hati saat melakukan pendakian. Apalagi kalau bukan mitos Gunung Ciremai. Mitos ini sudah berkembang di masyarakat sekitar, khususnya para pendaki yang sudah terbiasa kesini. Bagi kamu yang belum pernah ‘berpetualang’ ke Gunung Ciremai, kenali dulu beberapa mitosnya berikut ini.

1. Mitos Gunung Ciremai: Tanjakan Bapa Tere

via Instagram/@putra_swnd

Salah satu mitos yang sudah terkenal di kalangan pendaki adalah Tanjakan Bapa Tere. Tanjakan yang satu ini memiliki trek yang lumayan mengerikan, yang membuat kamu memanjat seolah lagi panjat tebing. Tenaga yang diperlukan lumayan banyak. Untuk melintasi trek ini tentu saja diperlukan kehati-hatian karena sekalinya terpeleset nyawa kamu jadi taruhannya. Tanjakan yang satu ini dinamakan Bapa Tere yang berartiayah tiri. Seperti di sinetron-sinetron, sosok ayah tiri terkenal dengan sikapnya yang bengis dan menyeramkan, yang tentu saja sama seperti kondisi trek yang ada di gunung Ciremai ini.

Dinamakan demikian karena masyarakat percaya dengan kisah mistis yang konon pernah terjadi di area tersebut. Dulu, ada seorang anak dan ayah tirinya yang mendaki gunung Ciremai. Alih-alih mendapatkan kesenangan, anak tersebut malah mendapatkan perlakukan yang jahat dari sang ayah, hingga ia meninggal dunia di tanjakan ini.

2. Mitos Gunung Ciremai: Injak Bumi 3 Kali dan Mengucapkan Salam

via ardiyanta.com

Mitos gunung Ciremai selanjutnya adalah menginjakan kaki sebanyak tiga kali sambil mengucap salam. Hal ini sudah lumrah dilakukan para pendaki sebelum berangkat berpetualang ke Gunung Ciremai. Menurut mitos, ritual ini wajib dilakukan agar pendaki tidak diganggu makhluk halus sepanjang perjalanan.

Bahkan, sang guru kunci bernama Pak Maman juga sering melakukan ritual injak bumi ini dan mengucapkan salam saat memasuki setiap pos. Menurutnya, penunggu disana akan merasa dihormati kalau kita mematuhi aturan mendaki di Gunung Ciremai ini. Ia juga kemudian bercerita bahwa dulu di gunung ini banyak korban berjatuhan. Tidak hanya manusia, tetapi juga kuda. Mereka saat itu tidak kuat melaksanakan tugas dari penjajah Belanda. Nah, arwahnya diketahui masih gentayangan di kawasan Gunung Ciremai ini.

3. Sosok Tawon Hitam dan Jalak Hitam

via pixabat.com

Saat hendak mendaki Gunung Ciremai, jangan kaget kalau kamu diingatkan dengan Jalak Hotam dan Tawon Hitam. Dua hewan ini konon selalu mengikuti para pendakui yang akan menuju puncak. Jalak Hitam selalu terlihat di pos enam seolah menyambut para pendaki untuk melanjutkan perjalanannya. Sedangkan Tawon Hitam ada dimana-mana dan sesekali mengganggu para pendaki.

Kedua hewan tersebut tentu saja jangan diganggu keberadaannya, Menurut mitos, kamu bakal mendapatkan kesiala jika sengaja mengganggu mereka atau paling pahitnya sampai membunuhnya. Jadi, benar atau tidaknya mitos tersebut, sebaiknya ikuti saja demi perjalanan yang aman, tenang, dan menyenangkan.

4. Suara Gamelan

 

Suara gamelan emang palng bisa bikin bulu kuduk merinding, apalagi kalau misalnya kamu lagi ada di suatu tempat yang gelap dan sepi. Konon, di gunung Ciremai ini banyak pendaki yang sering mendengar suara gamelan tersebut. Suara tersebut sering terdengar saat pendaki masih ada di tengah-tengah perjalanan. Nah, kalau kamu mendengar suara tersebut saat melakukan pendakian, pastikan untuk tidak menjaga jarak dengan rekan-rekan yang lain. Kalalu bisa, tetap berpegangan tangan agar tidak tersesat akibat ulah suara gamelan tersebut (yang katanya bisa bikin linglung).

Beberapa pendaki percaya kalau suara tersebut adalah ulah dari penunggu Gunung Ciremai. Dedemit-dedemit tersebut berniat untuk mengeceoh para pendaki, seingga mereka keluar dari jalur pendakiannya dan tersesat! Jadi, saat melakukan aktivitas pendakian, pastikan kamu selalu meminta perlindungan pada Yang Maha Kuasa.

5. Mitos Gunung Ciremai: Kakek Jubah Putih

via astacala.org

Mitos yang kelima adalah adanya tempat tinggal sosok kakek berbaju putih, tepatnya di Batu Lingga. Konon, batu tersebut dulunya sering dijadikan sebagai tempat bertapa oleh beberapa orang hebat. Konon, batu tersebut juga selalu disinggahi oleh kakek dari Kanjeng Sunan Gunung Jati, dan beliau sendiri.

Konon, saat ini sering terlihat sosok kakek berbaju putih di area Batu Lingga tersebut. Bahkan, beberapa pendaki mengaku pernah melihat sosok kakek tersebut dengan sangat jelas. Katanya, kakek tersebut dipercaya sebagai sosok Kanjeng Sunan Gunung Jati dan orang-orang hebat lainnya. Wallahualam. Yang jelas, belum diketahui siapa sebenarnya sosok kakek tersebut. Sing penting, pendaki nggak usah bertingkah buruk di area Batu Lingga itu.

6. Nyi Linggih dan Dua Macan Tutul

via Youtube

Setelah mendaki Gunung Ciremai, para pendaki pasti langsung tahu dengan mitos Nyi Linggih dengan dua macan tutul. Masih ada kaitannya dengan Batu Lingga, konon Nyi Linggih merupakan sosok yang melanjutkan pertapaan di Batu Lingga tersebut. Karena satu dan dua hal, Nyi Linggih meninggal dunia di atas batu tersebut sebelum ia menyelesaikan pertapaannya. Jasadnya ditemukan oleh warga sertempat. Usut punya usut, Nyi Linggih ini selalu ditemani oleh dua ekor macan tutul. Namun, setelah ia meninggal dunia, dua macan tutul ini tidak diketahui keberadaannya.

Beberapa pendaki mengaku pernah melihat penampakan sosok Nyi Linggih di atas Batu Lingga tersebut. Ditambah lagi sosok tersebut sedang ditemani dua ekor macan. Apa nggak seram?

7. Celaka Jika Melanggar Pantangan

ilustrasi via KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO

Terakhir, ada mitos yang menyatakan bahwa kamu bakal tertimpa sial jika melanggar tiga pantangan di Gunung Ciremai ini. Pertama, kamu tidak diperbolehkan untuk mengeluh selama perjalanan pendakian. Konon, gunung yang berlokasi di Kuningan ini bisa mendengar keluh kesah kamu, sehingga hal-hal yang tidak diinginkan bisa saja menimpa kamu selama perjalanan disana.

Kedua adalah tidak buang air kecil atau besar sembarangan. Penunggu disana jelas bakal tersinggung kalau ‘tempat tinggalnya’ tiba-tiba dialiri najis :(. Galilah lubang untuk membuang hajatmu ituuuuu!

Yang terakhir adalah selalu mengucapkan salam setiap sampai di pos istirahat. Ini mencerminkan bahwa kamu adalah manusia baik yang punya sopan santun. Sama hantu aja sopan, gimana sama manusia lagi…hehe.

Itulah tujuh mitos Gunung Ciremai yang perlu diketahui oleh pendaki. Terlepas dari benar atau tidaknya mitos tersebut, sudah sepatutnya kita mematuhi apa yang sudah menjadi aturan di kawasan gunung tersebut.

Berikan komentarmu