7 Cerita Pesugihan: Rela Jadi Monyet Demi Harta Berlimpah

Spread the love

Uang menjadi salah satu kepuasan duniawi yang faktanya dicari oleh orang-orang di seluruh dunia. Kita mencarinya siang dan malam seolah non-stop, dan nggak peduli meski keringat sudah membasahi seluruh tubuh. Tentu saja, uang tersebut nggak cuman biar tungku dapur terus menyala, tetapi juga untuk memenuhi gaya hidup yang kadang besar pasak daripada tiang. Untuk itu, nggak sedikit orang melakukan jalan pintas melalui ilmu gaib, apalagi kalau bukan dengan pesugihan. Cara haram yang satu ini rupanya masih tetap dilakukan di tengah era yang sudah serba canggih. Bahkan berita-beritanya pun sempat menggegerkan netizen Indonesia. Untuk itu, nggak ada salahnya buat baca tujuh cerita pesugihan di bawah ini yang bisa kamu ambil hikmahnya.

1. Cerita Pesugihan Tuyul, Istri Jadi Korban

Kisah pertama ini dikisahkan oleh Kris. Ia bercerita tentang temannya yang bernama Andi. Andi dan istrinya harus kehilangan nyawa gara-gara mengamalkan ilmu pesugihan demu mendapatkan harta berlimpah dalam waktu singkat.

Diceritakan Kris dan Andi sudah lima tahun bekerja di perusahaan kontraktor. Sayangnya, keduanya malah terkena PHK karena perusahaannya sedang melakukan pengurangan pegawai.

Dengan uang pesangon dri perusahaan, Kris memutuskan untuk membeli mobil kreditan untuk usaha taksi online, sedangkan Andi menggunakannya untuk membuka warung kopi. Namun, Andi mengeluh karena usahanya tersebut hanya mendapatkan sedikit untung. Untuk menutupi kerugiannya tersebut, Andi mulai sering meminjam uang ke pinjol, dan akhirnya terlilit utang.

Tidak kuat dengan beban hidupnya tersebut, Andi memutuskan untuk membeli tuyul. Ia dan istrinya pun langsung berangkat ke Klaten untuk menemui pamannya.

Disana, sang paman rupanya membantu niat buruk Andi. Ia pun akhirnya memberikan satu buah tuyul untuk keponakannya tersebut. Dengan syarat, Andi harus memenuhi seluruh permintaan makhluk tersebut.

Kris sendiri jarang melihat Andi sepulangnya mereka dari Klaten. Katanya, dia dan istrinya masih sibuk dengan tuyulnya yang masih butuh adaptasi. Mereka kurang lebih satu minggu mengurung diri di dalam kamar.

Namun, dua sampai tiga minggu kemudian, tuyul Andi rupanya berhasil menjalankan misinya. Andi mulai membeli rumah dan mendirikan sebuah bangunan untuk dijadikan konveksi. Saking berlimpahnya harta, Andi pun sampai bisa membeli rumah kontrakan yang sedang ditinggali Kris.

Kris penasaran betul dengan pesugihan yang dilakukan temannya tersebut. Ia pun langsung menanyakan hal tersebut pada Andi. Andi mengaku kalau tuyul tersebut bisa menghasilkan uang Rp 5 juta per hari. Namun, ia harus mempersembahkan tumbal setiap tiga bulan sekali. Kris pun tercengang mendengar hal itu.

Tiga Bulan kemudian, istri Andi  diketahui sakit-sakitan. Bukan tanpa sebab, karena istrinya tersebut harus menyusui si tuyul tersebut. Dalam sehari bisa menyusu beberapa kali layaknya bayi yang baru lahir.

Usaha Andi dan sang istri semakin pesat. Keuntungannya pun tersu berlipat. Namun, tentu saja hal tersebut tidak gratis karena  setiap tiga bulan harus ada nyawa yang dikorbankan. Andi yang mulai merasa cemas akhirnya pindah rumah.

Hampir setahun berlalu, Kris tidak lagi mendengar kabar temannya tersebut. Pada akhirnya diberitahu oleh temannya lewat telepon kalau Andi meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan. Bahkan istrinya pun divonis terkena kanker payudara. Kris akhirnya mencari tahu tempat tinggal istri Andi untuk tidak lagi melakukan pesugihan tuyul.

Istri Andi langsung berangkat ke Klaten dan mengembalikan tuyul tersebut. Ajaibnya, seluruh kekayaan Andi dan istrinya itu lenyap dalam kurun waktu yang tidak lama. Pabrik konveksi miliknya hangus terbakar, dan hartanya ludes untuk pengobatan kanker. Istri Andi pun akhirnya meregang nyawa akibat penyakitnya tersebut.

2. Sakit Mendadak Hingga Meninggal

Akun TikTok @agkauy menceritakan salah satu pengalaman pesugihan yang dialami oleh temannya. Sebut saja namanya Tuti. Ia menjadi tumbal pesugihan keluarganya sendiri. Kejadian mengerikan itu terjadi pada tahun 2021. Si Tuti ini sempat jatuh sakit di hari ulang tahunnya, hingga akhirnya ia meninggal dunia secara mendadak. Sebelumya, kakaknya pin meninggal dunia akibat sakit misterius.

Warga akhirnya melayat ke rumah Tuti dan mereka dibuat terkejud dengan jasad almarhumah. Tubuhnya kurus, kering, dan kulitnya menghitam.

@agkauy menyatakan kalau keluarga Tuti termasuk yang berkecukupan. Namun, @agkauy dibuat heran karena mata pencaharian mereka hanyalah membuka usaha toko kelontong kecil di depan rumah. Di sisi lain, gaya hidup keluarga tersebut begitu glamor. Pada akhirnya, munculah dugaan kalau mereka melakukan praktik pesugihan. Ini terlihat dari perilaku mereka yang suka membeli makanan-makanan mahal dan enak yang digunakan untuk sesajen dan pesugihan.

3. Cerita pesugihan: Tega Mencungkil Mata Anak

Netizen Indonesia sempat dihebohkan dengan kasus orangtua yang tega mencungkil mata anaknya. Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (1/9/2021) lalu. AP adalah salah satu anggota keluarga yang diduga menjadi korban praktik orangtuanya sendiri. Ibunya diketahui mencongkel mata kanan korban. Bahkan kakek, paman, dan nenek korban pun turut terlibat.

AP lantas diselamatkan oleh prajurit TNI, yaitu Babinsa Keluarahan Gantarang 1409-04, Koramil Tinggimoncong, Gowa, Serda Murdani dan personil Kodam XIV/Hasanuddin, Praka Firmansyah. Keduanya bersaksi kalau korbansudah tidak berdaya dan matanya mengeluarkan darah. Kedua orangtua AP akhirnya diamankan pihak berwajib. AP sendiri langsung dibawa ke Puskesmas Tinggimoncong.

Dari kejadian ini, ada sembilan saksi yang empat diantaranya ditetapkan sebagai tersangka. Keempat orang tersebut adalah bapak, ibu, kakek dan paman AP. Dan dari lima orang tersebut, satu orang lelaki diketahui adalah seorang dukun.

4. Cerita Pesugihan: Rela Berubah Jadi Monyet

Kisah pesugihan memang paling juara bikin ngelus dada. Salah satunya adalah praktik pesugihan monyet yang terjadi di Tempat Pemakanan Umum Ngujang, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Pelaku harus menyerahkan tumbal kepada penguasa gaib TPU Ngujang. Tumbalnya sendiri berupa nyawa manusia, yang berhubungan dengan si pelaku, yaitu sisa keluarga atau tetangganya.

Jika proses ritualnya sudah selesai, si pelaku akanmendapatkan hadiah dari makhluk gaib tersebut berupa seekor monyet putih. Monyet tersebut harus dirawat dengan baik, karena makhluk tersebut akan menjadi media pesugihan. Meski demikian, si pelaku bakal harus menanggung resiko akibat ritual ini. Ia harus bermukim di TPU Ngujang dengan wujud seekor monyet. Yang lebih mengerikannya lagi, si pelaku tersebut juga akan meninggal dunia dengan wujud mengerikan tersebut.

5. Tumbalkan Anak demi pesugihan

Diceritakan sosok Usep, yaitu seorang tulang punggung keluarga yang bekerja sebagai penjaga warung kecil. Namun, penghasilannya tersebut masih belum memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Kiriman uang dari istrinya juga belum cukup karena ia harus mengeluarkan biaya pengobatan untuk si mbah.

Pada akhirnya, Usep pun bertekad untuk mengubah nasib. Bukan mencari pekerjaan, melainkan mengunjungi makam Raden Surya Kencana, putra pendiri Kota Cianjur, bersama sang anak bernama Dika. Tempat tersebut berlokasi di sebuah gubuk yang dipercaya bisa mendatangkan kekayaan berlimpah jika melakukan ritual alias pesugihan.

Usep akhirnya melakukan beragam ritual. Salah satunya adalah berendam di genangan lumpur tanpa sehelai pun pakaian. Setelah itu, ia harus menatap bulan purnama yang saat itu terlihat begitu bersinar di Gunung Gede.

Ritual mandi lumpurnya akhirnya selesai pada waktu subuh. Selanjutnya, ia harus berguling-guling di rumput guna menyingkirkan lumpur yang ada pada tubuhnya.  Setelah itu, ia menuju ke padepokan untuk melakukan ritual lainnya. Ia menabur kemenyan dan kembang setaman di area tersebut, sementara anaknya sendiri diminta lebih dulu masuk ke dalam padepokan.

Namun, Usep terlalu tergesa-gesa saat menaburkan kembang setaman dan kemenyan tersebut. Ia langsung berlari masuk ke dalam padepokan, untuk menghampiri Dika, yang ternyata ia jadikan tumbal.

Alih-alih senang, Usep malah mendadak lemas. Ia menangis sejadi-jadinya karena bibir sang anak tiba-tiba menjadi sumbing. Itu merupakan balasan yang harus ia terima saat mendapatkan kekayaan nantinya.

6. Aura Rumah Panas

Di dekat kawasan Terminal Purabaya, Bungurasih, Sidoarjo, rupanya ada sebuah rumah terbengkalai yang bertengger megah, namun menyimpan beragam kisah seram. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Bayu D. Wicaksono, saat ia menjadi host PM:AM vlog. Ia menceritakan bahwa rumah tersebut mulai tidak berpenghuni sejak ditinggalkan pemiliknya. Ia mengaku merasakan aura yang seram dan tidak mengenakan. Yang lebih seramnya lagi, rumah tersebut merupakan tempat melakukan ritual pesugihan penghuni tersebut.

Bayu sendiri menemukan hal-hal menyeramkan. Salah satunya melihat penampakan genderuwo yang menjaga sumur rumah tersebut.  Selain itu, tercium juga bebauan tidak sedap yang menusuk penciuman. Untuk itu, Bayu tidak menyarankan rumah tersebut untuk dikunjungi,meski untuk sekedar main-main. siapa saja bisa mengalami hal yang tidak mengenakan, bahkan bisa sampai kesurupan.

7. Cerita pesugihan tukang bakso

Pak Rudy merupakan seorang pedagang bakso yang membuka warung di pasar. Warung baksonya sendiri selalu ramai pengunjung, bahkan sejak ia membuka warung baksonya tersebut lima tahun lalu.  Untuk itu, nggak heran kalau warungnya tersebar di berbagai titik di kabupaten.

Namun, rupanya warga curiga dengan usaha pak Rudy. Pasalnya, ia memiliki lebih dari tiga mobil mewah, dan juga rumah-rumahnya yang sangat besar. Bahkan ia juga sering bersedekah dengan jumlah yang fantastis. Menurut warga, sangat tidak mungkin dengan berjualan bakso saja Pak Rudy bisa menciptakan kekayaan segitu banyaknya.

Untuk menghilangkan rasa kecurigaannya, dua orang warga bernama Agus dan Roni pergi ke warung Pak Rudy. Dua bakso pun dihidangkan, namun Doni dan Agus tidak sempat mengobrol dengan Pak Rudy karena dia langsung melengos ke dapur.

Namun, suapan pertama rupanya tidak sesuai harapan. Agus memuntahkan bakso yang belum dikunyahnya. Heran, Doni akhirnya nekad mengecek panci bakso tersebut. Doni tidak bisa berkata apa-apa saat mendapati tikus-tikus yang masih hidup di dalam panci bakso. Bahka, di dalam panci tersebut juga ada beberapa kertas yang terbungkus plastik dengan tulisan-tulisan misterius.

Baca juga artikel menarik lainnya: 

Berikan komentarmu