6 Fakta Lingsir Wengi yang Sebenarnya Jauh dari Makna Horor

Spread the love

Siapa saja nggak bakal betah berlama-lama mendengar lagu Lingsir Wengi. Lagu yang disajikan dalam Tembang Jawa ini berhasil bikin buluk kuduk merinding, belum lagi backsoundnya yang ada ala-ala suara hantu. Lagu ini memang dibuat menyeramkan saat digunakan untuk kebutuhan film Kuntilanak. Dalam film tersebut, lagu Lingsir Wengi ini digunakan untuk memanggil makhluk halus, salah satunya si Mbak Kunti tersebut. Padahal, fakta Lingsir Wengi ini jauh dari kata menyeramkan. Liriknya pun berbeda dengan apa yang biasa kita dengar.

Lagu Lingsir Wengi sebenarnya diciptakan oleh Sunan Kalijaga yang merupakan salah satu wali yang menyebarkan ajaran Islam menggunakan media dakwah yang menarik, yaitu melalui media budaya Jawa seperti wayang kulit, seni ukir, gamelan, danmasih banyak lagi. Nah, baru tau kan?
via Nu Online
Sunan Kalijaga akhirnya menciptakan sebuah lagu yang berjudul Lingsir Wengi. Lagu tersebut diciptakan dengan pakem Durma. Pakem Durma ini termasuk ke dalam gending Jawa yang terdapat di dalam pakem Macapat. Lagu yang menggunakan pakem macapat ini memberikan kesan watak yang berbeda-beda. ada yang sifatnya keras, sangar, suram sampai dengan kesedihan. Nah, untuk lagu Lingsir Wengi sendiri bersifat sedih dan dinyanyikan dengan tempo yang pelan serta penuh penghayatan. Hal itulah yang mungkin menyebabkan banyak orang yang mendengarkan lagu ini menjadi ketakutan.
Adapun liriknya, yaitu sebagai berikut:

Lingsir Wengi oleh Sunan Kalijaga

Lingsir wengi (Saat menjelang tengah malam)

Sepi durung biso nendro (Sepi tidak bisa tidur)

Kagodho mring wewayang (Tergoda bayanganmu)

Kang ngreridhu ati (Di dalam hatiku)

Kawitane (Permulaannya)

Mung sembrono njur kulino (Hanya bercanda kemudian biasa)

Ra ngiro yen bakal nuwuhke tresno (Tidak mengira akan jadi cinta)

Nanging duh tibane aku dewe kang nemahi (Kalau sudah saatnya akan terjadi pada diriku)

Nandang bronto (Menderita kasmaran/jatuh cinta)

Kadung loro (Telanjur sakit)

Sambat-sambat sopo (Aku harus mengeluh kepada siapa)

Rino wengi (Siang dan malam)

Sing tak puji ojo lali (Yang kupuja jangan lupakan)

Janjine mugo biso tak ugemi (Janjinya kuharap tak diingkari)

Jika dilihat dari lirik di atas, tidak ada satupun kalimat yang mencerminkan kesan horor, apalagi untuk manggil setan. Bahkan, sekilas lagu ini seperti menceritakan sosok pemuda yang sedang jatuh cinta. Dia seolah nggak bisa tidur akibat memikirkan terus si dia. Padahal, lagu yang diciptakan Sunan Kalijaga ini menceritakan tentang seorang hamba yang sedang merindukan Sang Pencipta.

Namun, lagu Lingsir Wengi ini kemudian berkembang di masyarakat dan dianggap sebagai lagu pemanggil setan. Anggapan demikian tidak jelas sumbernya darimana, sehingga kita tidak bisa percaya begitu saja. Terlebih, lagu Lingsir Wengi ini digunakan sebagai soundtrack film Kuntilanak yang semakin memperkuat stigma bahwa Lagu Lingsir Wengi ini adalah lagu pemanggil roh.

Biar kamu nggak bingung, simak aja langsung enam fakta Lingisr Wengi di bawah ini.

1. Fakta Lingsir Wengi: Sudah Ada Dari Jaman Dahulu

Meski sebagian dari kita baru ngeuh lagu ini sejak dibawakan pada film Kuntilanak, Lagu Lingsir Wengi ini sebenarnya sudah ada sejak zaman dahulu. Lagu ini diciptakan oleh Sunan Kalijaga sekitar tahun 1450 M. Lagu yang satu in isangat populer pada masanya. Pasalnya, lagu yang satu ini mengandung doa, puji-pujian, dan kerinduan pada Yang Maha Kuasa. Jadi, lagu ini nggak diciptakan pada saat pembuatan film Kuntilanak, ya!

2. Bukan Lagu Mistis

Fakta yang kedua adalah lagu ini sebenarnya bukan lagu mistis. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, lagu ini merupakan doa dan puji-pujian sebagai kerinduan pada Sang Khalik. Sunan Kalijaga sendiri saat itu sering menyenandungkan lagu Lingsir Wengi ini setelah solat malam. Waktu tersebut adalah momen terbaik untuk melantunkan doa-doa yang baik. Karena lagu ini lirik daniringan musiknya diubah dalam film Kuntilanak, jadilah Lingsir Wengi ini dikenal sebagai lagu seram pemanggil arwah.

3. Lirik Lagu Lingsir Wengi Diubah Untuk Film Kuntilanak.

via inovasee

Saat dijadikan soundtrack film Kuntilanak, lirik lagu Lingsir Wengi ini diubah menjadi begitu menyeramkan, dan dibuat seolah-olah memanggil arwah. Liriknya pun tidak menerapkan kaidah tembang Jawa seperti aslinya, hanya musiknya saja yang dibuat dalam tempo pelan dan mendayu, dan sehingga terdengar seperti tembang Jawa. Adapun liriknya, yaitu sebagai berikut.

Lingsir wengi sliramu tumeking sirno (Menjelang malam, dirimu akan lenyap)
Ojo tangi nggonmu guling (Jangan bangun dari tempat tidurmu)
Awas jo ngetoro (Awas jangan menampakkan diri)
Aku lagi bang wingo wingo (Aku sedang dalam kemarahan besar)
Jin setan kang tak utusi (Jin dan setan kuperintahkan)
Dadyo sebarang (Menjadi perantara)
Wojo lelayu sebet (Untuk mencabut nyawamu)

4. Fakta Lingsir Wengi: Pernah Digunakan Untuk Menidurkan Anak

via sidomi.com

Fakta menarik lainnya dari lagu Lingsir Wengi adalah sering digunakan sebagai lagu pengantar tidur. Orang tua zaman dulu, orang tua sering bersenandung saat ngelonin anak-anaknya tidur. lagu ini sering disenandungkan karena liriknya penuh dengan pesan moril. Selain itu, irama lagunya juga begitu mendayu-dayu, sehinga si anak bisa lebih mudah untuk tidur.

5. Disenandungkan di Film Horor

foto: istimewa

Seperti yang kita ketahui kalau lagu Lingsir Wengi ini sering digunakan di beberapa film horor Indonesia. Selain film Kuntilanak (2006),  film The Doll 2 yang dibintangi Luna Maya juga menyenandungkan lagu yang satu ini. Selain itu, film Tembang Lingsir yang dibintangi Marsha Aruan juga menggunakan lagu ini untuk menambah kesan horor pada filmnya.

6. Fakta Lingsir Wengi: Penolak Bala

via Instagram/matakelana

Jika selama ini masyarakat menganggap Lingsir Wengi adalah lagu pemanggil roh, fakta mengungkap hal sebaliknya. Lagu ciptaan Sunan Kalijaga ini mengandung doa-doa, yang salah satunya untuk menolak bala dari gangguan makhluk halus alias ngusir setan. Namun, doa tersebut tentu saja hanya tersirat pada lirik lagu aslinya, ya.

Itulah enam fakta Lingsir Wengi yang sempat dianggap lagu menyeramkan selama ini. Kalau kamu penasaran dengan lagu aslinya, kuy, meluncur sekarang juga juga ke Youtube. Rasakan sensasinya dan bandingkan dengan lagu yang ada di film Kuntilanak.

Berikan komentarmu