5 Kisah Santet Memilukan, Korbannya Sampai Nggak Berdaya

Spread the love

Beragam kisah seram sudah sering menyelinap ke dalam telinga kita. Nggak hanya cerita-cerita pembunuhan atau hantu saja, tetapi juga peristiwa pesugihan santet yang nyatanya nggak kalah horor. Di Indonesia sendiri, praktik yang melibatkan ilmu hitam ini masih sering terjadi. Nyatanya, media seringkali dihebohkan dengan peristiwa-peristiwa miris tersebut, yang mana korbannya seringkali berakhir menyedihkan atau bahkan nyawanya sampai tidak tertolong. Untuk itu, Cerpin.com kini merangkum lima kisah santet di Indonesia, tentu saja yang bisa diambil hikmahnya oleh pembaca sekalian. Berikut ceritanya.

1. Kisah Santet Pak Guru

Diceritakan ada seorang guru Matematika yang tidak disebutkan dari mana asal sekolahnya.  Namanya Pak Rohman. Ia diketahui sudah absen selama beberapa hari karena sakit. Di sisi lain, usianya juga sudah sepuh. Akhirnya, tiga muridnya, Rama, Dio, dan Roni, menjenguk ke rumahnya.

Sesampainya di rumah Pak Rohman, ketiganya kaget bukan main. Guru Matematikanya itu terbujur lesu, dengan tubuh yang seluruhnya sudah lumpuh. Bu Rohman, sang istri, akhirnya bilang kalau suaminya itu sudah mengidap penyakit serius selama sepuluh tahun. Dan kali ini, penyakitnya Pak Rohman tersebut benar-benar membuatnya sama sekali tidak berdaya.

Di tengah situasi sedih tersebut, datanglah rombongan bapak-bapak berbaju putih. Ternyata mereka adalah para ustadz yang konon sudah dekat dengan keluarga Pak Rohman. Setelah berbincang lumayan lama, akhirnya salah satu dari mereka berkata,

“Bu, Bapak sepertinya kena kiriman santet.”

Bu Rohman dan tiga murid tersebut jelas kaget mendengar ucapan tersebut. Bahkan, si ibu sama sekali tidak menyangka kalau suaminya benar-benar terkena santet, karena ia merasa suaminya tidak punya musuh. Ia hanya menjelaskan kalau mereka baru-baru ini baru saja membuka toko kelontong.

Mendengar penjelasannya, Pak Ustadz akhirnya menyarankan untuk menyembelih satu ekor sapi agar santet tersebut bisa terlepas dari tubuh Pak Rohman. Ia juga meminta isi perut sapi tersebut langsung diburai oleh Bu Rohman setelah disembelih. Bu Rohman menyanggupi dan penyembelihan itu akan dilakukan keesokan harinya.

ilustrasi

Keesokan harinya, Bu Rohman dan warga sekitar sudah siap untuk menyembelih seekor sapi.  Warga sekitar pun mengumandangkan takbir saat sapi tersebut disembelih. Setelah itu, Bu Rohman langsung mengambil pisau untuk segera menguraikan isi perut sapi tersebut. Nggak disangka ternyata di dalamnya ada benda asing berupa boneka yang terbuat dari tali rafia. Sisa tali rafia yang menguntai terlihat seolah melilit leher boneka tadi hingga berkali-kali.

Pak Ustadz yag juga menghadiri penyembelihan tersebut akhirnya menyarankan untuk membuang boneka tersebut. Katanya, itulah santet yang selama bertahun-tahun menyiksa Pak Rohman hingga kondisinya tidak berdaya seperti sekarang.

Beberapa minggu setelah penyembelihan tersebut, Pak Rohman dikabarkan meninggal dunia. Meski santet tersebut sudah hilang, rupanya tubuh Pak Rohman sudah tidak tahan dengan sakit pada tubuhnya tersebut.

2. Gadis Koma 3 Bulan Tanpa Alasan Jelas

Diketahui ada seorang gadis berusia 18 tahun. Sebut saja namanya Mirna. Gadis tersebut terkena serangan santet yang membuatnya koma selama tiga tahun. Praktisi Supranatural, Ki Geni Seketi, menjadi saksi atas peristiwa tersebut setelah diminta melihat kondisi Mirna oleh kerabatnya. Ia melihat sendiri gadis tersebut tebujur kaku di rumah sakit.

Ki Geni menyatalan bahwa dokter sendiri masih belum bisa mendiagnosa penyakit si Mirna ini. Kondisi organ-organnya malah dinyatakan baik. Namun, Mirna membutuhkan alat bantu pernapasan untuk tetap bertahan hidup.

Sosok praktisi supranatural tersebut juga menyatakan perasaan sedihnya saat ia melihat kondisi koma Mirna dua tahun yang lalu. di rumah sakit, ia hanya memejamkan mata dan bernapas. Bahkan, keluarganya sudah sudah pasrah dan putus asa. Sempat mendatangkan ‘orang pintar’, namun ternyata usaha tersebut tidak berbuah manis. Pada akhirnya, Mirna ini dianggap terkena santet.

3. Gangguan Adik Ipar yang Meresahkan

Kisah santet lainnya datang dari sosok Lilis, seorang wanita karir beranak satu. Setiap harinya, ia selalu disibukkan dengan pekerjaan kantor, bahkan tugas-tugasnya sampai ia bawa ke rumah. Namun, ia selalu terganggu dengan adik iparnya yang kebetulan tinggal serumah dengannya (rumah orang tua). Ia disebut-sebut sirik, dan menuduh Lilis ingin menguasai warisan orang tuanya.

Karena tidak tahan dengan nyinyiran tersebut, Lilis beserta anak dan suaminya akhirnya memutuskan pindah dari Yogyakarta ke Bogor. Namun, gangguan si adik iparnya ini terus berlanjut. Si Tuti ini kedapatan cekcok dengan suaminya yang merupakan adik Lilis, Riyan. Ia kerap meminta barang-barang mewah, hingga memubat Riyan ini pusing dan akhirnya minggat dari rumah.

Tuti menuduh kalau Lilis ini menyembunyikan suaminya. Lilis menjelaskan dengan tegas kalau Riyan tidak ada di Bogor dan ia sendiri sama sekali tidak tahu keberadaannya.

Tak lama setelah peristiwa rusuh itu, Lilis malah mendapatkan gangguan misterius. Mulai dari suara ketukan pintu, bayangan putih, dan suara dentuman keras yang kerap membuat Lilis terperanjat kaget. Dan yang lebih anehnya lagi, foto pernikahan mereka yag ditengahnya ada si Tuti, bingkainya rusak dan pecahan kacanya merobek bagian wajah adik iparnya.

Setelah kejadian-kejadian aneh tersebut, Lilis akhirnya memanggil Ustadz. Ustadz tersebut menerangkan kalau keluarga mereka nyaris saja terkensa santet. Untungnya Lilis dan keluarganya adalah orang-orang yang beriman, sehingga santet tersebut bisa mental. Gangguan ini diduga berasal dari orang yang tidak menyukainya, siapa lagi kalau bukan adik iparnya itu. Namun, Lilis tidak ingin pusing dengan kejadian ini, dan berusaha untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT agarterhindar dari petaka-petaka seperti sebelumnya.

4. Kisah Santet Kyai Lolos dari Santet Saat Pemilu

ilustrasi

Pengajar di Perguruan Tinggi Ilmu Alquran, KH Raden Syarif Rahmat menjelaskan bahwa ia pernah terkena serangan santet saat  pencalonan dirinya mewakili PPP untuk Dapil Ciamis (Jawa Barat) dan sekitarnya. Pencalonan tersebut disetujui atas permintaan beberapa tokoh ulama dan lima Organisasi Islam.

Dalam kampanyenya, ia mengalami hal-hal ganjil. Ia sempat mengalami upaya penjegalan, bahkan bisa dibilang membahayakan. Usaha tersebut diyakini sebagai santet atau sihir yang berusaha menggagalkan ikhtiarnya.

Di suatu malam di acara pengajian sang Kyai, ia mengundang banyak tamu ke rumahnya. Semula, ia tidak menaruh curiga pada tamu-tamuna, hingga akhirnya matanya tertuju pada satu tamu. Tamu tersebut pamit pulnag di tengah pengajian yang sedang berlangsung. Sang Kyai langsung mendapatkan firasat yang tidak enak.

Ia akhirnya meminta santrinya untuk memeriksa bagian belakang rumah, tepatnya di area dapur dan sumur. Mengejutkan, santri itu menemukan selembar kertas bertuliskan rajah di area dapur. Ia kemudian masuk ke dalam sumur dan menemukan bungkusan kain putih. Bungkusan kain tersebut dibawa pada sang kyai dan setelah dibuka, isinya adalah ijuk, beras, jarum, dan lain-lain.

ilustrasi

Tak perlu berpikir panjang, sang kyai lantas menyatakan kalau benda-benda tersebut adalah media santet. Kalau tidak segera dibuang, benda-benda tersebut bisa saja membahayakan ia dan penghuni di rumah tersebut.

Sejak kejadian itu, sang kyai juga mengalami hal-hal ganjil. Salah satunya adalah piring yang berisi buah dukuh pecah terbelah dua dengan sendirinya.

Sang Kyai jelas tidak heran dan tidak mau tidak menaruh curiga berlebihan, meski ia sendiri tahu pelakuknya. Ia menjelaskan bahwa dirinya akhirnya bisa selamat dari santet tersebut berkat ayat-ayat Al-Qur’an khusus persoalan kejahatan makhluk ghaib.

5. Disantet Tetangga

Akun Twitter @yosinoyaa membagikan kisah santetnya. Pada 2005, sebut saja Gina dan keluarganya memutuskan untuk pindah rumah. Kebetulan, rumahnya yang sekarang berdekatan dengan rumah pemilik akun @yosinoyaa. Gina dan keluarganya ini terkenal sebagai orang kaya. Namun, nggak sedikit tetangga yang suka dengan perilaku mereka.

Ayah Gina kerap kali kesal saat istrinya mengasuh salah satu anak tetangganya. Padahal, si ibu ini sangat suka dengan anak kecil. Pada akhirnya, ia melarang si ibu untuk membawa anak kecil ke rumahnya.

Pada suatu hari, ibu Gina pergi keluar kota dan meninggalkan suami serta anaknya untuk sementara. Sejak saat itulah, kejadian ganjil mulai menimpa si ayah. Si ayah tiba-tiba  mengalami gejala stroke di telapak kaki dan tangan. Gejala tersebut cuma kambuh pada saat menjelang magrib.

Prihatin dengan kondisi tersebut, tetangganya memberikan teh dan minyak pijit yang ia bawa dari kampung. Namun, tidak ada perubahan positif pada si ayah, malah penyakitnya malah semakin memburuk.

Ibu Gina akhirnya pulang dan langsung membawa suaminya ke rumah sakit. Singkat cerita, dokter tidak bisa mengidentifikasi penyakit si ayah tersebut. Namun, yang lebih janggal lagi adalah si ayah bisa berdiri tanpa bantuan apapun. beda seperti saat  berada di rumah, yang mana ia lumpuh dan tidak berdaya.

Ayah Gina pun akhirnya dirawat di rumah sakit. Tetangga pun berdatangan untuk menjenguknya. Menariknya, ada salah satu dari mereka yang indigo atau punya kemampuan lain yang tidak dimiliki manusia pada umumnya. Ia menyatakan pada si ibu bahwa sakit sang ayah tidak bisa disembuhkan dengan cara medis. Untuk itu, si ayah Gina ini akhirnya di bawa pulang setelah si tetangga ini meminta izin untuk menyembuhkannya.

Keesokan harinya, tetangga tersebut datang lagi, dan kali ini didampingi oleh seorang ustadz. Di rumah Gina, mereka melakukan ruqyah tehadap sang ayah, dan sang ustadz mendapati paku dan ulat bulu saat memijat kaki si ayah. Untuk itu, disimpulkan bahwa ayah Gina terkena santet.

Keesekokan harinya, adik Gina menjerit histeris. Ia mengklaim ada sosok hitam tinggi sedang berbaring di sebelah sang ayah. Bahkan, ia juga mengatakan kalau sosok tersebut sering mengikuti si ayah. Untuk itu, ustadz pun kembali mendatangi rumah Gina. Menurutnya, sosok tersebut sempat ia temui kemarin di depan rumah. Ia sempat menjadi penghalang si ustadz untuk masuk ke rumah Gina.

Setelah berbagai ruqyah dilakukan, akhirnya ibu Gina mendapatkan petunjuk melalui mimpi. Dalam mimpi tersebut, ditunjukan pelaku santet yang ternyata adalah sosok tetangganya yang suka menitipkan anak ke ibu Gina.Untuk itu, ustadz pun menyarankan untuk membuat pagar gaib di rumah mereka agar tidak terjadi lagi hal-hal seperti ini.

Kondisi ayah Gina kini sudah mulai membaik. Tetangga Gina tersebut konon sering melakukan hal keji tersebut pada beberapa tetangga lainnya akibat iri hati.

Baca juga artikel menarik lainnya:

Berikan komentarmu