10 Tips Puasa Saat Pandemi: Tubuh Sehat di Ramadhan Berkah

Spread the love

Puasa tahun ini menjadi yang ke-tiga di tengah pandemi Covid-19. Dari tahun ke tahun, umat muslim di Indonesia harus menjalankan ibadah shaum ini dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. Belum lagi kita  harus mempertahankan kondisi tubuh agar tetap fit, mengingat virus ini bisa membuat siapa saja kolaps. Meski sudah ada program vaksin, bukan berarti kita bebas berinteraksi dan mengabaikan prokes. Untuk itu, beberapa tips puasa saat pandemi di bawah tentu saja layak untuk disimak

1. Tips puasa saat pandemi: Tidur yang cukup

Salah satu cara untuk menjaga tubuh tetao sehat dan bugar saat puasa adalah denan menjaga pola tidur. Kita disarankan untuk memiliki jam waktu tidur yang ideal, atau sesuai yang disarankan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr Ari Fahrial Syam, yaitu selama enam jam. Jika kita terlalu sering begadang dan kekuarangan jam waktu tidur, tubuh akan rentan terkena penyakit, salah satunya virus corona ini. Untuk itu, biasakan tidur mulai pukul 10-11 malam. Saat terlelap, hormon-hormon aktif bekerja dalam situasi seperti itu. Itu akan lebih optimal jika suasana ruangan gelap dan sunyi.

2. Mengurangi Aktivitas Ngabuburit

Ngabuburit adalah aktivitas yang paling menyenangkan di bulan ramadhan. Menjelang buka puasa, orang biasanya ramai memadati pasar tumpah. Entah itu untuk membeli lauk buka puasa, atau sekedar menghabiskan waktu menunggu adzan magrib. Namun, di tengah pandemi seperti saat ini, sebaiknya aktivitas ini dikurangi. Kerumunan bukan lagi hal yang diizinkan (dalam situasi dan kondisi tertentu) karena memicu penularan virus corona yang lebih massive. Jadi, kalau nggak kepepet banget, kita bisa masak saja di rumah dan melakukan aktivitas lain yang lebih bermanfaat.

3. Meminimalisir Buka Bersama

Sama halnya dengan ngabuburit, buka puasa bersama juga sebaiknya tidak sering dilakukan. Pertemuan dengan teman lama memang menyenangkan, tapi keselamatan bersama kini menjadi prioritas. Untungnya, pemerintah kini memberi kelonggaran terkait aturan buka puasa bersama. Masyarakat Indonesia boleh bukber dengan catatan menjaga jarak, tidak mengobrol, dan harus mencuci tangan. Aturan tersebut rupanya mejadi guyonan netizen di media sosial. Katanya kita mah diem-diem aja, dan ngobrol pake bahasa isyarat.

Hal seperti itu tentu saja tidak masuk akal. Mungkin mudahnya seperti ini. Kita tetap mengobrol, tapi menggunakan masker. Saat waktu makan tiba, kita tidak perlu berbincang karena droplet dari Si A, B, C, bisa saja menyebar dan menularkan virus pada orang lain. Jika sudah selesai, cuci tangan, jaga, jarak, dan kembali mengobrol pakai masker 😀

4. Tips puasa saat pandemi: Olahraga teratur

Salah satu aktivitas yang (mungkin) paling malas dilakukan adalah berolahraga saat puasa, apalagi di tengah pandemi ini. Padahal, olahraga secara teratur punya manfaat tersendiri bagi kita. Daya tahan tubuh kita akan meningkat, sehingga bisa lebih mudah dalam melawan virus dan bakteri. Untuk itu, diarankan untuk olahraga ringan di jam-jam tertentu. Misalnya, kamu bisa melakukan jogging menjelang berbuka puasa.

5. Minum air putih teratur

Air putih terkadang nggak dilirike menjelang buka puasa. Ada orang yang lebih suka mengonsumsi minuman manis dan dingin saat berbuka karena dianggap lebih segar. Padahal, kebiasaan tersebut tidak dianjurkan. Air putih lebih diutamakan karena bisa mengatasi dehidrasi saat menjalani puasa di siang hari. Idealnya, kamu bisa memenuhi asupan air putih saat berbuka, setelah berbuka, menjelang tarawih, setelah tarawih, sebelum tidur, setelah bangun untuk sahur, saat makan sahur dan setelah makan sahur.

6. Hindari minuman manis berlebih

Makanan manis juga tidak disarankan untuk menjadi hidangan pembuka saat buka puasa. Makanan manis jika dikonsumsi berlebihan bisa menyebabkan obesitas dan meningkatkan risiko terserang penyakit lain seperti diabetes dan jantung. Jika sudah terserang penyakit tersebut, status kita berganti menjadi komorbid atau punya penyakit bawaan. Ini tentu saja sangat rentan karena gejala virus corona bisa lebih berat dibandingkan mereka yang bukan komorbid.

7. Tips puasa saat pandemi: Jangan stres

Pikiran selama pandemi sebisa mungkin harus terkelola dengan baik. Dengan pikiran tenang dan suasana hati yang bahagia, kita bisa lebih nikmati menjalani ibadah puasa di tengah pandemi. Namun, stres sendiri rupanya nggak terhindarkan. Di tahun sebelumnya, anak-anak muda pusing karena nggak bisa bukber dan ngabuburit. Akhirnya mereka jadi stres sendiri karena harus lebih banyak diam di rumah. Padahal, stres bisa mempengaruhi daya tahan dan sistem imun di tubuh kita. Penyakit bisa lebih mudah muncul kalau sistem imun menurun. Untuk itu, rencanakan hal-hal yang menyenangkan untuk aktivitas selama bulan ramadhan nanti.

Baca juga artikel menarik lainnya:

8. Konsumsi suplemen

Suplemen juga bisa menjadi pelengkap asupan makanan selama berpuasa. Suplemen biasanya mengandung vitamin C, D, zinc yang terbukti menjaga sistem imun dan daya tahan tubuh kita. Namun, pastikan kamu sudah berkonsultasi dengan dokter saat ingin mengonsumsinya. Biar lebih maksimal, tentu saja kamu harus mengimbanginya dengan pola hidup sehat. Jangan cuman tiduran aja di kamar, apalagi sampai jadi stres sendiri.

9. Tips puasa saat pandemi: Tetap Beraktivitas

Meski tidak mendapatkan asupan makanan, kita dianjurkan untuk tetap beraktivitas selama berpuasa. Adapun kegiatannya, yaitu tidak menguras tenaga seperti yang biasa dilakukan. Kaum rebahan harus memaksakan diri menggerakan badan. Minimal jalan santai di sekitar komplek, atau cukup yoga saja di rumah. Tentu saja,  tetap patuhi protool kesehatan kalau mau bekerja atau ke luar rumah.

10. Menerapkan protokol kesehatan

Yang paling penting dalam menjalankan puasa di tengah pandemi virus corona ini adalah tetap patuh pada protokol kesehatan. Adapun aturannya yang sudah kita semua ketahui, yaitu selalu cuci tangan dengan bersih menggunakan air mengalir dan sabun, selalu membawa handsanitizer sebagai alternatif, menerapkan etika batuk dan bersin. menggunakan masker, jaga jarak, dan tidak terlaku sering menyentuh area wajah. 

Berikan komentarmu