10 Fakta Menarik Halloween, Festival Tahunan Berkostum Horor

Spread the love

Setiap tanggal tertentu biasanya tercatat sebagai perayaan hari-hari besar. Kalau 22 Desember diperingati sebagai Hari Ibu, lain halnya dengan tanggal 31 Oktober. Di penghujung bulan kesepuluh ini, masyarakat dunia biasanya merayakan Halloween. Kita orang Indonesia juga biasanya ikut-ikutan, salah satunya dengan menggunakan kostum seram. Memang, perayaan yang satu ini cenderung nggak wajib seperti perayaan Kemerdekaan dan sejenisnya. Meski begitu, anak-anak muda kita ini mau-mau saja menggelar acara ini, tentu saja dengan tujuan hiburan. Btw, apa sih Halloween ini? Biar nggak penasaran, langsung aja scroll sampai habis fakta menarik Halloween di bawah ini.

1. Bukan Berasal dari Amerika

Tidak sedikit yang menyangkan kalau Halloween ini berasal dari Amerika Serikat. Pada kenyataannya, tradisi yang satu ini berasal dari  masyarakat Celtic kuno. Dilansir dari laman History, Bangsa Celtic ini pernah eksis 2000 tahun lalu di kawasan Irlandia, Inggris, dan Prancis Utara. Tradisi tersebut semula diperingati sebagai akhir musim panen dan awal musim salju atau biasa disebut Samhain yang berarti “Akhir Musim Panas”. Perayaan tersebut digelar sehari sebelum tahun baru, tepatnya pada 1 November. Halloween ini akhirnya masuk ke Amerika pada paruh abad ke-19. Di saat itulah, Negeri Paman Sam sedang kedatangan banyak imigran, salah satunya dari Eropa.

2. Fakta menarik halloween Jack O’lantern

Salah satu aksesoris yang menjadi ikon perayaan Halloween tak lain adalah buah labu, atau yang sering disebut Jack O’Lantern. Buah yang satu ini diukir hingga menyerupai wajah yang menyeramkan, lalu di dalamnya diberikan lilin. Kesan buah labu tersebut jelas menjadi lebih hidup, terlebih terlihat seram. Namun, di masa lampau, masyarakat Irlandia tidak menggunakan buah labu, tetapi lobak, bit, dan juga kentang.
Umbi-umbian tersebut digunakan karena pada saat itu tidak ada labu di Irlandia. Namun, saat para Imigran bermunculan ke Amerika, mereka akhirnya lebih memilih buah labu karena diangggap lebih mudah untuk diukir. Hingga sekarang, buah labu ini bertahan sebagai ikon perayaan Halloween. Namun, karena manusia itu begitu kreatif, buah-buahan lainnya juga digunakan untuk membuat si Lentera Jack ini.  Mulai dari melon, semangka, nanas, hingga labu air.

3. Fakta menarik Halloween Trick or Treat

Tradisi Trick or Treat juga sebenarnya tidak datang dari perayaan Halloween. Menurut Celebrating The Family, Elizabeth Pleck, tradisi ini lebih dulu terkenal di Amerika, yang mana biasa digelar pada hari Thanksgiving. Trick or treat ini pada praktiknya mengharuskan orang-orang untuk berkeliling dari pintu rumah ke rumah untuk meminta koin. Namun, kebiasaan ini lebih sering dilakukan oleh mereka yang benar-benar sedang membutuhkan uang, namun pada akhirnya anak-anak suka ikut-ikutan juga untuk bersenang-senang. Setelah sempat redup pada tahun 1930-an, tradisi ini kembali muncul. Bedanya, tradisi ini tidak dilakukan pada hari ThanksGiving, melainkan Halloween. Tujuannya agar anak-anak tidak takut pada perayaan Halloween dan tidak lagi meremehkannya.

4. Kostum yang Bervariasi

Kostum-kostum unik dan bervariasi biasanya digunakan pada saat festival musim gugur. Tampilannya biasanya berupa topeng dan kostum-kostum aneh. Tradisi kuno Eropa sendiri mengharuskan masyarakat untuk menggunakan kostum binatang saat menyambut musim semi. Nah, dari sinilah awalnya mengapa Halloween menggunakan kostum yang terkesan unik dan mistis. Dari kebiasaan Eropa inilah lahir kostum-kostum unik, mulai dari drakula, monster bawah laut, atau berdandan ala Maleficent untuk yang sekarang-sekarang. Kalau yang Indonesia sendiri paling pakai kostum suster ngesot atau hantu kepala buntung 🙁

5. Warna Oranye dan Hitam Sebagai Ciri Khas

Warna hitam dan oranye menjadi dua warna yang mendominasi perayaan Halloween. Dua warna tersebut tentu saja bukan tanpa sejarah. Sebagaimana yang sudah disebutkan di poin pertama, bangsa Celtic Kuno semula menggelar perayaan ini untuk memperingati akhir musim panen dan awalnya musim salju. Awal musim salju ini dipercaya sebagai “kegelapan dan kematian”, sehingga perayaan ini dilambangkan dengan warna hitam (melambangka kematian) dan oranye (melambangkan musim panen dan kekuatan).

Baca juga artikel menarik lainnya:

6. Fakta menarik Halloween Banyak Makanan Manis

Pada saat perayaan Halloween, anak-anak biasanya bakal berkeliling rumah untuk melakukan trick or treat. Setelah itu, bakal mendapatkan apayng diinginkan, apalagi kalau bukan permen atau biskuit. Pada perayaan itulah makanan manis menjadi populer dan jumlahnya meningkat. Selain itu, setiap rumah juga biasanya menyediakan aneka makanan manis, mulai dari kue, biskuit,permen, coklat, dan makanan manis lainnya. Di Indonesia kalau ada trick or treat paling dikasih sumbangan :'(

7. Pernah Dirayakan Menggunakan Kulit dan Kepala Hewan

Di masa lampau, masyarakat Celtic kuno di masa lalu percaya bahwa roh orang-orang mati akan turun ke bumi saat meggelar perayaan Samhain. Roh-roh tersebut dipercaya bisa meramalkan nasib baik dan buruk. Agar semua itu bisa terwujud, masyarakat Celtic kuno disyaratkan untuk menggunakan kulit binatang dan kepalanya, sehingga bisa lebih mudah terhubung dengan roh-roh tersebut. Selain kulitnya, daging-daging hewan tersebut juga dimanfaatkan untuk disantap bersama-sama. sambil berkumpul di sekitar api unggun, mereka akan menggelar makan-makan dalam rangka menyenangkan hati Dewa Celtic juga.

8. Ada yang Fobia Terhadap Halloween

Ternyata, nggak semua orang suka dengan perayaan Halloween. Beberapa diantaranya bahkan ada yang fobia dengan festival kostum seram ini. Orang tersebut biasa dijuluki Samhainophobia. Mereka yang mengidap Samhainophobia ini biasanya akan merasa tidak nyaman, bahkan merasa ketakutan yang berkelanjutan. Nggak harus lihat langsung, mereka bakal langsung ngerasa takut meski melihat perayaan ini di televisi atau handphone.

9. Waktu yang Tepat Mencari Pasangan

Siapa sangka kalau perayaan Halloween juga bisa menjadi ajang mencari pasangan. Jelas saja karena kita bakalan bertemu dengan orang banyak, dan pada akhirnya bisa berkenalan satu sama lain. Bahkan, pada abad ke-18 di Iralndia, orang yang bakal menjadi mak comblang harus menguburkan cincin, dengan harapan bisa ditemukan oleh mereka yang sedang mencari pasangan. Sedangkan di Scotlandia, para wanita diharuskan untuk menuliskan nama pria yang mereka incar. Atau mereka bisa melamarnya menggunakan kacang hazelnut. Kacang tersebut harus dilemparkan ke perapian, dan jika hyangus jadi abu, laki-laki tersebut dinilai cocok untuk dijadikan suaminya.

10. Fakta menarik Halloween 31 Oktober

Halloween atau Sahmain dirayakan kira-kira di titik balik musim dingin yang mana pada saat itu bangsa Celtic menganggapnya sebagai hari kegelapan. Dalam kalender modern, perayaan tersebut jatuh pada tangal 31 Oktober dan 1 November. Pada saat itu, liburan Hallowtide bergeser sebelum 750 M, dan Paus Gregorius III menentukan liburan tersebut pada 1 November. Untuk itu, malam menjelang Hallow atau Hallow’s Eve jatuh pada 31 Oktober.

Berikan komentarmu