via Kolase Tribunnews

10 Cerita Pendaki Hilang: Tulang Belulangnya Gegerkan Warga

Spread the love

Selalu ada cerita saat mendaki gunung bersama rekan sepermainan. Entah itu hal-hal yang menyenangkan, atau memalukan sekalipun. Namun, kita juga nggak bakalan luput dengan cerita-cerita pilu yang datang dari mulut seorang pendaki sejati. Ia begitu frustasi karena tidak lagi  pulang bersama temannya. Dalam artian, sosok tersebut hilang selama pendakian. Btw, kejadian seperti ini sudah tidak asing lagi di Indonesia. Beberapa tahun silam kita sempat digegerkan dengan tulang belulang yang diduga adalah sisa mayat pendaki yang sudah lama hilang. Nggak heran kalau kita jadi kepo dengan penyebab hilangnya orang tersebut, apakah ada campur tangan makhluk halus. Entahlah. Mungkin 12 cerita pendaki hilang di bawah ini bisa menjawab ke-kepo-an kamu terhadap apa yang terjadi dibalik hilangnya para pendaki.

1. Cerita pendaki hilang: Ainul Takzim

ilustrasi via Dok. Humas Basarnas Kantor SAR Mataram

Cerita pendaki hilang pertama datang dari kisah Ainul Takzim, pria asal Makassar berusia 26 tahun. Pendaki yang satu ini dikabarkan hilang hingga akhirnya ditemukan Staf Balai Litbang saat melakukan evakuasi melakukan helikopter. Ia dalam keadaan tertimbun longsor bebatuan. Saat itu terjadi gempa Lombok pukul 06.47 WITA. Hingga pukul tiga sore, masih ada kurang lebih 300 pendaki yang terjebak di puncak gunung. Menurut keterangan seorang porter, pada saat itu ada sekitar 1000 orang yang mendaki gunung tersebut. Dalam musibah ini, Ainul Takzim ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

2. Dg Ngalle (55), Dg Lu’mu (45), dan Dg Romba (65)

ilustrasi via antarafoto

Tiga pendaki lansia, Dg Ngalle (55), Dg Lu’mu (45), dan Dg Romba (65), sempat dikabarkan hilang di Gunung Bawakaraeng saat melakukan pendakian. Tiga warga asal Gowa tersebut akhirnya ditemukan pada Minggu (28/1/2018) malam. Staf Humas Basarnas Makassar, Hamsidar, mengatakan, ketiga pendaki tersebut tersesat akibat faktor cuaca buruk dan usianya yang sudah tidak muda lagi.

Ketiganya tersesat setelah enam rekannya yang lain sudah lebih dulu turundari Gunug Bawakaraeng pada, Sabtu (27/1/2018) malam. Keenam pendaki tersebut melaporkan ketiga rekannya tersesat dan hilang di Pos 9 Gunung Bawakaraeng. Sembilan pendaki tersebut sudah melakukan pendakian ke Gunung Bawakaraeng sejak 22 Januari 2018.

3.  Thoriq Rizky

via Instagram Thoriq Rizki

Kisah Thoriq Rizky, remaja berusia 15 tahun, membuat pilu siapa saja yang mendengarnya. Pendaki asal Kabupaten Bondowoso ini  dinyatakan meninggal dunia setelah 12 hari dinyatakan hilang di Gunung Piramid. Ia bersama tiga orang temannya pergi mendaki pada, Minggu (23/6/2019). Keempat remaja tersebut begitu bersemangat  untuk melihat sunset di gunung yang ada di kawasan Pegunungan Argopuro. Namun, ketiga temannya tersebut tidak menyadari keberadaan Thoriq setelah mereka sudah ada di bawah.

Jenazah Thoriq ditemukan tersangkut di pohon di kawasan punggung naga Gunung Piramid. Tim membutuhkan waktu sekitar empat jam untuk mengevakuasi jenazah Thoriq.  Evakuasi tersebtu dilakukan pada, Sabtu (6/7/2019) pagi yang menunurunkan 100 relawan.

4. Galih Andika

via Basarnas Makassar

Galih Andika dikabarkan hilang saat perjalanan dari puncak ke kampung Lembanna. Ia terpisah dari teman-temannya di Pos 6 Bawakaraeng. Galih tidak juga ditemukan selama 15 hari dan sang ayah masih menunggunya di Lembanna. Menurut ibu kandungnya, ia pamitan untuk mendaki ke Gunung Bawakaraeng bersama tiga orang temannya setelah solat Jumat (8/2/2019).

Galih akhirnya ditemukan setelah tiga bulan kabar kehilangannya. Ia sudah tidak bernyawa dengan sisa tulang belulang yang berserakan di hulu tenggara sungai Gunung Bawakaraeng, Gowa, Sulawesi Selatan, Selasa (21/5/2019). Penemuan tersebut pertama kali ditemukan oleh warga, dan setelah itu tim Basarnas langsung melakukan evakuasi keesokan harinya.

5. Cerita pendaki hilang: Alvi Kurniawan

via Instagram/@mountnesia

Alvi Kurniawan adalah salah satu pendaki yang dinyatakan hilang di Gunung Lawu, Senin (31/12/2018).  Konon, Alvia diketahui menghilang saat ia diajak balapan oleh pendaki wanita asal Wonosobo di hari kejadian, via lajur pendakian Candi Cetho sekitar pukul 10.00 WIB. Alvi saat itu mendaki bersama enam orang temannya.

Namun, wanita pendaki tersebut merasa kelelahan saat tiba di Pasar Dieng sekitar pukul 12.15 WIB. Untuk itu, Alvi melanjutkan perjalanannya menuju puncak sendirian, dan saat itulah ia dinyatakan menghilang, yaitu pada 8 Januari 2019. Setelah dilakukan pencarian oleh tim selama 23 hari, Alvi masih belum ditemukan. Hingga saat ini, keberadaan Alvi masih misterius dan pihak keluarga pun sudah mengikhlaskan.

6. Husnawati Tombo

via Tribunstyle

Husnawati Tombo tewas terseret arus di Desa Tinukari, Kecamatan Wawo, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) setelah sebelumnya dinyatakan hilang. Husnawati merupakan relawan dari Kelompok Pencinta Alam Kepal yang berpartisipasi dalam evakuasi 12 pendaki yang terjebak di Gunung Mekongga. Husnawati tiba-tiba terseret arus saat korban akan menyeberang di penyeberangan kedua saat proses evakuasi, Kamis (2/5/2019) sekitar pukul 11.00 Wita.

Setelah melakukan pencarian, korban ditemukan kurang lebih satu kilometer dari kejadian. Ia sudah dalam keadaan meninggal dunia. Korban juga diduga meninggal dunia akibat membentur batu sungai.

7. Fatur Rohman

via Dok. Tim SAR Jawa Tengah

Fatur Rohman, remaja berusia 14 tahun, hilang di puncak Gunung Sumbing, Kabupaten Wonosobo, sejak Jumat (5/4/2019). Fatur dan tiga rekannya, Disa (13), Wildan (17), dan Sultan (16), mengalami hiportemia di atas puncak Gunung Sumbing. Hingga akhirnya Tim SAR menemukan tiga pendaki tersebut di atas pos 3. Tiga rekannya selamat, sedangkan Fatur Rahman ditemukan di bawah puncak Rajawali di ketinggian 3.371 mdpl dan dinyatakan meninggal dunia.

8. Cerita pendaki hilang: Indra Wijaya

via borneonews.co.id

Indra Wijaya Arta Kesuma harus mengalami pengalaman buruk saat ia tersesat selama di kawasan Gunung Muro Kecamatan Tanah Siang Selatan, Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah sejak Jumat (31/5), sendirian. Beruntung, Indra bisa ditemukan dan masih hidup sampai saat ini.

Saat dalam keadaan tersesat, ia terus berkomunikasi dengan adiknya yang ada di Puruk Cahu, Ibu Kota Kabupaten Murung Raya, melalui ponsel. Ia mengaku kesulitan untuk menemukan jalan pulang. Saat telepon terputus, ia mencoba mengikuti suara seperti tiang listrik dipukul besi. Namun, suara tersebut hilang, dan Indra semakin tersesat.

Selama berada di gunung tersebut, Indra bertahan hidup selama enam hari di bekas pondok orang yang hanya beralas papan, tanpa atap di pinggiran Sungai Manyakau. Ia berharap ada warga yang lewat dan bisa dimintai tolong.

Di hari keenam, akhirnya Indra bertemu dengan warga yang sedang berburu dan langsung minta bantuan dengan orang tersebut untuk dibawa ke desa terdekat.

9. Cerita pendaki hilang: Faiqus Syamsi

via Instagram/atimsantoso75 – Surya Malang
Faiqus Syamsi adalah salah satu pendaki yang dinyatakan hilang di Gunung Arjuno, yang pada akhirnya dinyatakan meninggal dunia dengan sisa tulang belulang. Sisa mayat tersebut ditemukan oleh pendaki lain setelah tiga bulan kabar kehilangannya. Pendaki tersebut sampai tidak melanjutkan perjalanannya dan memilih melaporkannya ke pos. Disana, ditemukan tulang belulang dari tulang kaki dan tangan.

10. Angger Dkk

ilustrasi, foto istimewa

Tujuh orang pendaki asal Solo, Jawa Tengah, dinyatakan hilang saat mendaki Gunung Lawu pada Sabtu, 25 Juli 2015. Mereka berangkat dari Solo menuju Posko Cemoro Kandang. Jika dilihat dari rencana awal, mereka seharusnya sudah turun Minggu sore. Namun, sampai Senin sore, mereka masih belum terlihat batang hidungnya. AKhirnya, pihak kelaurga menghubungi Tim SAR untuk melakukan pencarian.

Beruntung, Tim SAR menemukan mereka  di areal Sendang Drajat, sekitar satu kilometer dari puncak. Mereka kemudia dievakuasi pukul 21.00 WIB. Salah satu dari mereka mengaku kebingungan saat hendak turun. Saat turun, mereka melihat perkotaan, namun setelah didekati ternyata jurang.

Itulah cerita pendaki hilang yang sampai saat ini masih tterus terngiang. Kamu punya pengalaman buruk apa saat mendaki?

Berikan komentarmu