Share this
Share

Share

shares

10 Bangunan Tua di Bandung yang Paling Populer

2 November 2020  Ajeng

Bandung banyak menyimpan cerita hingga peninggalan bersejarah. Salah satunya adalah bangunan-bangunan bekas penjajahan Belanda yang sampai saat ini masih bediri kokoh. Kamu bisa menemukan bangunan-bangunan bergaya neo-klasik yang tersebar di seluruh penjuru Kota Bandung. Bahkan, tidak sedikit yang dijadikan objek wisata seperti Museum Pos Indonesia, Museum Geologi Bandung, dan masih banyak lagi. Biar nggak penasaran, simak sepuluh bangunan tua di Bandung berikut ini.

1. Gedung Merdeka

via shutterstock.com

Gedung Merdeka merupakan bangunan yang dulunya digunakan untuk pelaksanaan Konferensi Tinggi Tingkat Asia Afrika. Gedung yang pertama digunakan sebagai ruang sidang, sedangkan gedung yang kedua digunakan sebagai Museum KAA. Kalau kamu penasaran dengan isi bangunan ini, coba saja masuk ke Museum KAA. Disini kamu bisa menemukan perpustakaan dengan beragam buku menarik.

Jika igin sekedar menikmati pemandangan di luar, kamu bisa banget menjadikan bangunan ini sebagai latar foto selfie. Bangunannya yang klasik tentu saja akan menambah kesan vintage, sehingga memberi kesan seolah kamu sedang ada di zaman dulu.

Lokasi: Jalan Asia Afrika nomor 65, Sumur Bandung, Kota Bandung.

2. Bangunan Tua di Bandung: Gedung Sate

via mnctrijaya.com

Gedung Sate saat ini difungsikan sebagai Gubernur Provinsi Jawa Barat. Meskipun demikian, siapa saja masuk ke kawasan gedung ini secara gratis, tentu dengan mematuhi sejumlah peraturan yang berlaku. Kamu bisa berkeliling untuk mempelajari sejarah dari koleksi benda antik dan lukisan. Namun, ada beberapa spot yang hanya dimasuki oleh petugas saja.

Bagi kamu yang menyukai fotografi, bisa banget berkeliling di sekitar halaman belakangnya. Ada beragam spot cantik yang bisa membuat hasil foto kamu semakin memukau.

Lokasi: Jalan Diponegoro nomor 22, Kota Bandung.

3. Museum Geologi Bandung

localguidesconnect.com

Museum Geologi biasanya dijadikan sebagai tujuan study tour berbagai sekolah. Disini, siswa bisa mempelajari dan melihat gambaran situasi pada zaman purbakala. Bangunan tua ini memiliki suasana yang terbilang jadul karena sudah berumur puluhan tahun.

Setiap kategori benda koleksi ditempatkan di ruangan yang berbeda-beda. Kamu bisa menemukan peta geografis Indonesia dalam bentuk relief di ruang Orientasi. Sedangkan koleksi pengetahuan tentang bumi, tata surya, fosil manusia purba, hingga keadaan geologi tanah sejumlah daerah di Indonesia bisa kamu temukan di ruang Geologi.

Sedangkan aneka fosil hewan purba seperti badak, kerbau, gajah, hominid, dann lain sebagainya bisa kamu temukan di ruangan bagian timur.

Lokasi: Jalan Diponegoro nomor 57, Cibeunying Kaler, Bandung.

4. Observatorium Bosscha

via pergidulu.com

Observatorium Bosscha juga menjadi salah satu bangunan tua di Bandung yang populer. Gedung ini sudah ada  sejak jaman penjajahan Belanda di Indonesia. Kini Bosscha masih digunakan untuk aktivitas penelitian yang ada di bawah naungan Penelitian Astronomi milik ITB.

Pada hari-hari tertentu gedung yang satu ini terbuka untuk umum. Tentu saja sebelumnya kamu harus melakukan reservasi terlebih dahulu. Biayanya berkisar antara Rp 15 ribu- Rp 20 ribu per orangnya.

Kamu bisa melihat aneka benda langit yang sangat menakjubkan seperti gerhana matahari, gerhana bulan, bintang, planet, gugus bintang, dan sejenisnya.

Lokasi: Jalan Peneropong Bintang, Lembang, Bandung Barat.

5. Hotel Grand Savoy Homann Bidakara

via booking.com

Bangunan bergaya neo-klasik bisa dengan mudah kamu temukan di Kawasan Jalan Asia Afrika dan Jalan Braga. Salah satunya adalah Hotel Grand Savoy Homann Bidakara. Bangunan yang dibangun pada tahun 1888 ini memiliki desain memanjang yang ditambah dengan aksen-aksen bangunan khas Kolonial. Jadi, meskipun tergolong bangunan tua, hotel ini tetap memberikan kesan megah.

Pada tahun 1955, delegasi Konferensi Asia Afrika pernah menginap di hotel tersebut. Bahkan, tokoh-tokoh terksohor seperti Presiden Soekarno dan komedian Charlie Chaplin juga pernah nginep di hotel ini, lho!

Lokasi: Jl. Asia Afrika No.112, Cikawao, Kec. Lengkong, Kota Bandung.

6. Bangunan Tua di Bandung: Katedral Santo Petrus

bimbingankatolik.blogspot.com

Selajutnya ada Gereja Katedral Santo Petrus yang menjadi salah satu bangunan peninggalan Belanda. Gereja ini memiliki  menara lonceng yang menjulang tinggi dengan balutan tema neo-gothic. Luas gereja ini kurang lebih 2.800 meter persegi yang berdekatan dengan SD Santo Yusup II.

Meskipun ini adalah tempat peribadatan, siapa saja bisa masuk ke dalamnya. Kamu bisa melihat kecindahan interiornya di setiap sudut ruangan tersebut. Namun, tetap patuhi aturan dan tidak bertingkah aneh-aneh, ya!

Lokasi: Jl. Merdeka No.14, Babakan Ciamis, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat 40117

7. Bangunan Tua di Bandung: SMAN 5 Bandung

Dok. Disparbud Jabar

SMAN 5 Bandung menjadi salah satu sekolah favorit para pelajar di Kota Kembang. Pada tahun 1916, sekolah ini difungsikan sebagai Hogereburgerschool Bandoeng. Pada tahun 1951, sekolah dengan gaya arsitektur khas Eropa ini diubah menjadi SMA Negeri 5 Bandung.

SMA ini terkenal dengan siswa-siswanya yang cerdas. Bahkan, banyak pelajar dari luar kota maupun pulau mati-matian belajar agar bisa sekolah disini.

Lokasi: Jl. Belitung No.8, Merdeka, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung.

8. Museum Pos Indonesia

via tourbandung.id

Setelah jalan-jalan di kawasan Gedung Sate, jangan lupa mampir ke Museum Pos Indonesia. Dulunya museum ini dinamakan Museum Pos Telegrap Telepon. Bangunan yang dibangun pada tahun 1933 ini memiliki desain cantik khas Eropa zaman dulu, dengan cat warna putih yang mendominasi.

Saat ini, Museum Pos Indonesia dijadikan wisata edukatif yang terbuka untuk umum. Kamu bisa melihat peninggalan-peninggalan zaman dulu seperti mesin tik, surat-suratan, perangko, sepeda untuk mengantar surat, dan masih banyak lagi. Konon, di ruang bawah tanah terdapat koleksi manekin yang berwujud petugas pos dan orang-orang zaman dulu. Katanya manekin tersebut bisa hidup. Mitos atau fakta?

9. Bangunan Tua di Bandung: Gedung Konveksi Landmark

via dolandolen.com

Gedung Konvensi Landmark skonon sudah ada sejak tahun 1922. Gedung ini merupakan rancangan C.P. Wolff Schoemaker dengan desain khas Eropa. Gedung ini dulunya adalah toko buku dan percetakan Van Dorp.

Namun, pada tahun 1970-an toko buku ini diganti menjadi bioskop. Tidak lama kemudian diganti lagi menjadi gedung serba guna yang diberi nama Landmark Convention Center. Dulunya gedung ini sering digunakan untuk berbagai kegiatan seperti pesta pernikahan, pameran buku, pergelaran seni, dan masih banyak lagi.

Lokasi: Landmark Convention Hall, Braga, Bandung.

10. Stasiun Bandung

via heritage.kai.id

Stasiun Bandung mulai diresmikan pada 17 Mei 1884. Pada 6 April 1925, Walikota Bandung pada saat itu memberikan hadiah sebuah monumen. Monumen tersebut diletakan di depan pintu selatan stasiun dan dinamakan  Monumen Purwa Aswa Purba.  Monumen ini tentu saja tidak diberikan secara cuma-cuma. Ini sebagai tanda jasa untuk SS yang berhasil mempersatukan Pulau Jawa dengan kereta api.

Lokasi:

-Jalan Kebon Kawung No. 43 (pintu utara)

-Jalan Stasiun Timur No. 1 (pintu selatan)
Kebonjeruk, Andir, Bandung.

 

 

 

Berikan komentarmu

Related articles

 #bagunan tua untuk hunting #bandung heritage building #bangunan bersejarah di bandung #bangunan cagar budaya #bangunan heritage badung #bangunan tua #bangunan tua di bandung #bangunan tua jurnal risa #gedung angker bandung #gedung bersejarah #gedung di asia afrika #gedung jaman belanda #gedung merdeka #gedung sate #hotel savoy homan #hotel tua #sejarah gedung sate
Share di whatsapp

Pilihan editor