Home Inspirasi 10 Lagu Hits Yang Nyaris Gak Bakal Dirilis

10 Lagu Hits Yang Nyaris Gak Bakal Dirilis

74
SHARE
Lagu Hits Yang Nyaris Gak Bakal Dirilis Cerpin Com 1
Metallica

Kebayang gak kehidupan bermusik kalian tanpa lagu-lagu barat yang keren ini? Lagu-lagu ini hampir saja tak dirilis loh. Mungkin sulit membayangkan sebuah dunia di mana penyanyi pop terkenal seperti Taylor Swift tidak jadi merilis lagunya sampai band seperti Metallica yang hampir tak jadi merilis lagu “Noting else matters”.

Mungkin sulit dibayangkan bagaimana kita menghabiskan waktu kita tanpa lagu “Nothing else matters”. Tanpa lagu-lagu tersebut semuanya jadi nothing else matters. Berikut 10 lagu yang sangat ngehits yang hampir saja tidak akan pernah sampai ke telinga pendengarnya.

1. Kiss – Prince

Penyanyi asal Amerika, Prince awalnya menulis lagu “Kiss” untuk band Mazarati. Setelah dia dan band itu berkolaborasi dalam lagu tersebut, Prince akhirnya berniat merilisnya sebagai single utama dari album Parade tahun 1986.

Prince mengatakan kepada produser band Mazarati untuk mengambil kembali lagu tersebut karena menurutnya lagu itu terlalu bagus untuk band Mazarati. Namun label rekaman Prince tidak menyukai lagunya karena dinilai sangat minim. Tapi Prince tetap bersikeras bahwa lagu itu akan menjadi hit.

Label rekaman masih tetap tidak mau merilisnya sampai Prince pernah bilang “Lagu itu adalah single dan kalian tidak mendapatkan yang lain sampai lagu itu dirilis”. Akhirnya lagu “Kiss” dirilis dan melesat ke peringkat nomor 1 di Billboard Hot 100 dan memenangkan Grammy Award tahun 1987.

2. Shake it off – Taylor Swift

Sebelum tahun 2014, penyanyi Taylor Swift sebenarnya adalah penyanyi musik country. Pada album ke lima yang berjudul 1989, dia merubah suara musiknya dengan arah yang jauh berbeda dan lebih “ngepop”, sampai-sampai label rekamannya sendiri, Big Machine sempat ragu dengan caranya itu. Label rekamannya itu malah sempat ingin memblokir album barunya Taylor Swift termasuk calon lagu hits yang berjudul “Shake It Of” yang akan mau dirilis.

Tapi Taylor berkeras bahwa musik pop adalah arah yang ingin dia masuki. Meski begitu, bahkan setelah memenangkan perdebatan itu, Big Machine mencoba meyakinkan Taylor Swift untuk memasukkan beberapa lagu country di album 1989. Taylor Swift justru menolak.

Setelah perkelahian yang panjang dengan label rekamannya, album “Shake It Off” memulai debutnya di peringkat 1 di Billboard Hot 100 dan bertahan di tangga lagu selama 50 minggu berturut-turut yang menjadikannya sebagai single terbesar Taylor Swift sampai saat ini.

3. (I Can’t Get No) Satisfaction – The Rolling Stones

Dibalik lagu ini ada cerita lucu yang tak banyak orang yang tahu. Pada tahun 1965, gitaris Keith Richards sedang merekam trek gitar di tengah malam namun tiba-tiba saja dia ketiduran. Keesokan harinya ia mencoba mendengarkan tape rekamannya itu dan dia mendengar dua menit riff gitar akustik hasil rekamannya di awal dan suara mendengkur 40 menit berikutnya. Dia pun membawa hasil rekaman yang “seadanya” itu ke Mick Jagger. Dari sini keduanya pun mulai menulis lagu dengan suara riff gitar yang hanya dua menit.

Riff itu akhirnya diberi judul “(I Can not Get No) Satisfaction”, yang bisa diartikan “Aku (masih belum) puas”. Suara rekaman riff gitar yang hanya dua menit itu siapa sangka bakal menjadi lagu paling ngehits sepanjang sejarah. Bayangkan kalau saja Keith Richards saat itu tidak ketiduran dan malah menyelesaikan riff gitarnya, mungkin lagu (I Can’t Get No) Satisfaction tidak akan pernah ada.

Namun di satu sisi Keith Richards merasa tidak suka dengan lagu tersebut. Dia menganggap rekaman demo itu belum selesai dan tidak ingin merilisnya.

Untungnya, anggota Rolling Stones lainnya, bersama dengan manajer dan insinyur suara mereka, merasa bahwa lagu itu akan menjadi hit. AKhirnya lagu (I Can’t Get No) Satisfaction saat itu mencapai peringkat 1 di Amerika Billboard Hot 100 dan di Inggris pada tahun 1965.

4. Jimmy Mack – Martha & The Vandellas

Martha & the Vandellas adalah vokal group yang ngetop di tahun 1960an, masih satu jaman sama The Rolling Stone. Vokal group inilah yang mungkin jadi cikal bakal grup vokal berpenyanyi tiga orang. Salah satu hits Martha & the Vandellas yang berjudul “Jimmy Mack” seharusnya telah dirilis lebih awal. Lagu ini awalnya direkam pada bulan Juni 1964, lagu ini bercerita tentang seorang wanita yang berharap pria-nya kembali sebelum wanita itu jatuh cinta pada orang lain. Namun sayangnya label rekaman Motown membatalkannya, dan lagu tersebut berakhir dua tahun menjadi debu tanpa pernah di rilis saat itu. Mengapa lagu itu dibatalkan masih tidak jelas, katanya lagu tersebut terdengar mirip dengan lagu lain.

Lagu ini akhirnya dirilis sebagai single pada tahun 1967, dan mendapati peringkat ke 10 di tangga lagu Billboard Hot 100.

5. Smells Like Teen Spirit – Nirvana

Pada tahun 1991, Ketika Kurt Cobain pertama kali memainkan riff untuk lagu “Smells Like Teen Spirit”. Basis Nirvana, Krist Novoselic menganggap riff lagu tersebut “menggelikan” dan bahkan Dave Grohl sama sekali tidak menyukainya.

Saat itu Dave tetap tidak yakin karena suaranya mirip dengan lagu band Pixies. Dave Grohl mengatakan dalam sebuah film dokumenter BBC pada tahun 2011 kalau lagu Smells Like Teen Spirit hampir gak bakal dirilis karena mirip lagu orang.

Setelah dipikirkan matang-matang dalam berminggu-minggu, akhirnya Nirvana tetap merekamnya dan merilisnya sebagai lagu pembuka  album Nevermind di penghujung tahun 1991. Lagu ini menjadi lagu hits secara instan, nangkring di posisi 6 di Billboard Hot 100 dan menjadi lagu kebangsaan generasi baru dan gerakan musik grunge pada awal tahun 90an.

6. Nothing Else Matters – Mettalica

Awalnya Metallica memang tidak berniat untuk merilis lagu Nothing Else Matters. Lagu ini adalah lagu yang bersifat pribadi dari James Hetfield yang ditulis untuk mantannya. Saat drummer Lars Ulrich mendengarnya, ia yang justru ingin merilisnya sebagai lagu Metallica.

“Ini lagu yang menurut saya paling “bukan” Metallica banget, lagunya yang kayaknya gak mungkin kita mainkan, dan lagu terakhir yang ingin didengar orang. Itu adalah nyanyian untuk diriku sendiri di kamarku dalam tur saat aku sedang bertengkar dengan pacarku karena jauh dari rumah”, kata James Hetfield.

“Saya bersyukur bahwa teman-teman lain yang justru memaksa saya untuk mengangkat lagu itu dari pemutar kaset saya dan membuatnya menjadi bagian dari Metallica”.

7. What’s going on – Marvin Gaye

Setelah menyaksikan kekerasan polisi selama demonstrasi anti-perang di Berkeley, California, penulis lagu Al Cleveland dan Renaldo “Obie” Benson menulis lagu protes yang berjudul “What’s Going On”. Pada awalnya lagu ini ditulis untuk grup musik Four Tops, namun mereka menolaknya karena tak mau bawa-bawa politik.

Penulis lagu itu akhirnya menawarkan lagu “What’s Going On” kepada Marvin Gaye, yang akhirnya mau merekam lagunya. Ketika mau dirilis, lagu ini banyak menuai protes termasuk dari label rekamannya sendiri yang saat itu ogah merilis lagu tersebut karena tidak suka dengan topik yang dibawakannya. Marvin mengancam untuk tidak pernah merekam lagu lain untuk label rekamannya (Motown) kecuali jika mereka merilis lagunya. Akhirnya label rekamannya ngalah merilisnya di bawah anak perusahaan Tamla Records.

“What’s Going On” menjadi lagu hit di tangga lagu Amerika Billboard Hot 100. Pada tahun 2011, Rolling Stone menempatkannya lagu itu dalam daftar 500 lagu terbesar sepanjang masa.

8. Where the streets have no name – U2

Menurut majalah Rolling Stone, saat U2 sedang mengerjakan album The Joshua Tree, gitaris U2 Edge memutuskan untuk menulis lagu live performance U2 dengan judul “Where the Streets Have No Name”.

Menurut bassis Adam Clayton, Edge tidak sepenuhnya membuat lagu tersebut menjadi klimaks yang juga membuat keberatan produser mereka saat itu, Brian Eno.

Brian malah menyarankan kalau U2 lebih baik menghapus lagu tersebut dari album dan coba buat lagu yang lain. Namun Brian tidak berhasil menghapus rekaman itu dan video klip yang menampilkan live performance U2 “Where the streets have no name” akhirnya dirilis. Video itu memenangkan penghargaan Grammy dan lagunya sampai sekarang menjadi live performance klasik.

9. Like a rolling stone – Bob Dylan

Pada tahun 2011, Rolling Stone menobatkan lagu Bob Dylan yang berjudul “Like a Rolling Stone” sebagai lagu terbesar sepanjang masa. Alasan lagu ini menjadi lagu terbesar sangat berpengaruh dari sebuah karya legendaris yang berhasil membuat Bob Dylan mendapatkan penghargaan nobel dalam karya sastra.

Namun dibalik lagu terkenal ini, salah satu koordinator tim rilis Columbia records Shaun Considine pernah mengatakan kalau lagu itu hampir saja tak bakal dirilis.

Menurut Shaun, lagu tersebut memiliki pandangan yang berbeda antara divisi dalam label rekaman tersebut. Pada satu masa ada dimana mereka keberatan dengan tema rock ‘n’ roll dan mereka juga awalnya ingin memotong lagu tersebut menjadi berdurasi 2 menit yang aslinya adalah 6 menit.

Dalam sebuah pergolakan di dalam sebuah label rekaman ini, mereka memutuskan untuk memindahkan single tersebut yang tadinya ingin dirilis ke bagian yang “batal dirilis”. Dari sini koordinator Shaun Considine sadar dengan hal itu, ia tetap menyimpan single tersebut dan berusaha untuk membuat lagu Bob Dylan ini tetap dirilis.

Pada akhirnya lagu ini pun disiarkan pertama kali, dan ketika dirilis dengan versi yang utuh, sebuah revolusi musik telah dimulai dan sisanya adalah sejarah.

10. Somebody that I used to know – Gotye feat. Kimbra

Menurut penyanyi/penulis lagu Gotye, “Somebody That I Used To Know” adalah lagu yang sulit untuk ditulis dan direkam. Dia menemui berbagai halangan ketika menulisnya dan bahkan sempat tidak tahu bagaimana menyelesaikan lagunya dan sebuah cerita tentang perpisahan buruk yang ingin dia ceritakan dalam nyanyian tersebut. Dia juga berpikir kalau lagu ini dirasakan sangat lemah dan kurang berpotensi.

Tapi dia terus menyelesaikan lagu itu dan menemukan kesulitan lain. Gotye mengajak beberapa vokalis wanita untuk mengisi vokal dalam lagu tersebut. Namun ia tidak begitu menyukai suaranya. Akrhinya ia mencari penggantinya. Dia juga mencoba mengajak pacarnya untuk pengambilan vokal kedua. Tapi tetap saja belum mendapatkan match. Karena hampir putus asa tak mendapat vokalis wanita yang cocok, ia hampir batal untuk memasukkan lagu itu ke dalam album.

Akhirnya, atas rekomendasi produsernya, Gotye membawa penyanyi asal Selandia Baru yang bernama Kimbra untuk merekam lagunya. Ketika dirilis, lagu ini menjadi lagu hits yang populer di seluruh dunia. Album gotye sendiri terjual lebih dari 7,9 juta kopi di Amerika saja.

Baca juga artikel unik lainnya:

Berikan komentarmu