Home Lifestyle Beberapa Hal Unik Tentang Menjadi Orang Kidal Dalam Pengaruh Sosial Dan Kesehatan

Beberapa Hal Unik Tentang Menjadi Orang Kidal Dalam Pengaruh Sosial Dan Kesehatan

139
SHARE

Dengan populasi orang bertangan kidal yang hanya 10% di dunia, dapat saja kita lupa kalau keberadaan mereka terlupakan di dunia yang dibilang serba “kanan” ini. Terlepas dari betapa sulitnya orang kidal menggunakan gunting yang memang didesain dari awal untuk tangan kanan, menjadi orang kidal ternyata memiliki beberapa keunikan yang secara mental dan fisik yang hanya dapat dirasakan untuk mereka yang berfikir lebih “kiri”.

Otak dan tubuh dari orang yang kidal bekerja dengan cara berbeda dibanding mereka yang bertangan kanan. Dengan begitu, beberapa orang-tua yang sedang menantikan kelahiran buah hati mereka cukup pula diperhatikan akan menjadi seorang yang “kanan” atau “kiri” nantinya. “Isu tangan kanan atau kidal saat ini menjadi perhatian pada masa perkembangan janin, sama saja ketika seseorang yang sedang memperhatikan masa depannya semenjak awal.”, Kata Ronald Yeo, PhD, yang merupakan Professor psikologi di Universitas Texas, Amerika.

Kalau benar isu tangan kiri dan kanan sudah menjadi pusat perhatian saat ini, kalau begitu, mari kita ulas sedikit beberapa informasi tentang tangan kidal, dari sisi kesehatan, dampak sosial, sampai keunikan mereka yang mendapatkan gelar “Southpaw”.

Kidal tidak hanya genetik semata

Para ilmuwan tidak sepenuhnya dapat menjelaskan mengapa seseorang dapat menjadi kidal, tapi mereka tahu kalau genetik mempunyai peran yang penting sekitar 25% dalam dominasi tangan. Orang yang bertangan kidal memang cenderung berasal dari keturunan yang sama dalam keluarga.

Biasanya kalau kita melihat orang kidal, mereka akan mengatakan kalau ada salah satu keluarga mereka yang memiliki karakteristik yang serupa. Fakta lain juga menyebutkan kalau mereka yang kembar identik memiliki persamaan genetik bahkan dapat juga memiliki perbedaan tangan yang dominan.

Sebenarnya ada banyak sekali teori-teori yang dapat menentukan kenapa seseorang dapat menulis dengan tangan kiri atau mereka yang benci dengan buku binder, namun kalau menurut para ahli, orang yang bertangan kidal tidak hanya dari genetik semata, tapi juga karena “random”, lanjut Professor Yeo.

Orang Kidal Dalam Pengaruh Sosial Dan Kesehatan

Stress ketika masa hamil, tanda-tanda anak bakal jadi Kidal? Hmmm

Dalam satu pengkajian di Inggris, mereka menemukan kalau janin yang dikandung oleh wanita hamil yang sedang stress dapat lebih mungkin menghasilkan anak yang kidal daripada tangan kanan. Ibu yang super stress dalam masa hamilnya dapat menjadi tanda-tanda anaknya akan terlahir kidal, kata salah satu ilmuwannya. Bahkan bukti lain ada pun mendukung teori tersebut.

Seperti pada tahun 2008, sebuah pengkajian di Swedia melakukan penelitian pada ibu-ibu yang masing-masing memiliki anak berusia 5 tahun. Ibu hamil yang tengah depresi dan stress dalam masa kehamilannya, lebih cenderung untuk memiliki kesempatan melahirkan anak kidal atau anak yang bertangan campuran (mixed-handed). Pengkajian lain pun juga membuktikan kalau bayi-bayi yang lahir dengan berat lebih rendah atau lahir dari wanita yang sudah tua, lebih cenderung untuk menjadi kidal.

Menjadi kidal bukan berarti dominan berpikir dengan otak kanan

Kebanyakan orang yang bertangan kanan menggunakan otak yang sebelah kiri lebih dominan untuk memproses bahasa, namun itu bukan berarti kalau yang kidal cenderung berpikir dengan belahan otak sebaliknya (otak kanan), itu cuma mitos!

Orang Kidal Dalam Pengaruh Sosial Dan Kesehatan

Menurut Gina Grimshaw, PhD, direktur dari Laboratorium Neuroscience di Universitas Wellington, New Zealand, sekitar 98% dari orang yang bertangan kanan adalah mereka yang berpikir dengan otak kiri, sedangkan mereka yang kidal ada sekitar 70% yang menggunakan otak kiri, hanya 30% dari orang kidal yang berpikir menggunakan otak kanan atau bisa dibilang “right-brained” atau ada juga yang dapat menggunakan keduanya (otak kiri dan kanan).

Kebanyakan mereka yang bertangan kidal memiliki kemampuan pemrosesan bahasa yang sama dengan yang tangan kanan, kata dokter Gina. Sedangkan sisi otak yang lain, berfungsi untuk mrnyimpan emosi, musik, perhatian, persepsi wajah, memiliki data yang lebih sedikit. “Tapi secara keseluruhan, yang tangan kidal tidaklah berbeda jauh dengan yang tangan kanan”, lanjut dokter Gina.

Menjadi kidal dapat membuatmu berpikir dengan berbeda

Orang Kidal Dalam Pengaruh Sosial Dan Kesehatan

Dalam perbincangan sosial biasanya kita sering mendengar kalau kiri adalah sisi yang jahat, dan kanan adalah sisi yang baik (right!). Tapi kalau kamu kidal, kamu tidak akan berpikir sama dengan mereka yang bertangan kanan menurut studi yang dilakukan pada tahun 2009 di Universitas Stanford.

Dalam studi itu, mereka yang berpartisipasi adalah mahasiswa yang bertangan kanan dan kidal dan mereka dihadapkan oleh dua kolom ilustrasi yang abstrak dan panitia meminta mereka untuk memilih bagian mana yang terlihat lebih cerdas, bahagia, jujur, dan atraktif. Mereka yang bertangan kanan lebih memilih ilustasi yang berada di kolom kanan, sedangkan mereka yang kidal lebih memilih ilustrasi yang berada di kolom sebelah kiri.

Hal ini menunjukan bahwa mereka yang bertangan kidal, secara mutlak mereka berpikir bahwa hal yang baik dan bagus adalah sesuatu yang berada di bagian kiri dan hal yang buruk berada di bagian kanan. Hasil studi itu dikatakan dalam perilisan press. Dan panitia percaya kalau hal ini dapat berpengaruh terhadap bagaimaan cara orang-orang yang bertangan kanan dan kidal dalam memilih informasi lainnya seperti pemungutan suara atau menjadi supporter yang sedang menonton acara debat presiden.

Orang kidal lebih beresiko memiliki masalah kesehatan

Orang yang kidal lebih memiliki resiko gangguan psikotik seperti schizophrenia, menurut studi yang dilakukan pada tahun 2013 di Universitas Yale. Ketika peneliti mendata pasien di klinik, 40% dari mereka yang memiliki schizophrenia menulis data mereka dengan tangan kiri.

Studi juga menemukan hubungan antara mereka yang kidal dengan dyslexia, attention deficit hyperactivity disorder, dan beberapa gangguan mood lainnya.

Orang kidal lebih jago berkelahi

Orang Kidal Dalam Pengaruh Sosial Dan Kesehatan

Pada tahun 2005, studi Perancis menemukan fakta mereka yang Southpaw (tangan kidal) hanya 3% yang mampu beradaptasi di lingkungan yang tenang dan damai, tapi 27% lebih baik di lingkungan yang keras. Kenapa? Hal ini memberikan sebuah gagasan bahwa orang kidal memiliki keuntungan fisik yang lebih unggul daripada yang tangan kanan. Dalam lingkungan yang keras, peneliti menyimpulkan orang kidal lebih jago berkelahi dengan tangan kirinya.

Menjadi kidal belum tentu orang yang kreatif

Orang Kidal Dalam Pengaruh Sosial Dan Kesehatan

Pernah dengar kalimat waktu jaman sekolah, “orang kidal biasanya jago gambar” ?
Orang kidal biasanya dikreditkan dengan orang yang kreatif daripada tangan kanan. Tapi itu adalah hal yang sulit untuk diukur, menurut Professor Yeo.

Rumor ini sempat berkembang pada tahun 1995 ketika ada sebuah studi yang menemukan kalau mereka yang bertangan kidal cenderung bersifat kreatif dan memiliki pemikiran yang berbeda dari mereka yang tangan kanan, menjadi kreatif disini dapat berarti mereka yang kidal memiliki banyak pilihan untuk menyelesaikan masalah.

Ada sebutir kebenaran untuk sebuah ide yang kreatif ketika anda melihat sebuah prestasi yang terjadi dalam hidup seseorang adalah bukti bahwa kreatifitas tidak bisa ditentukan dari dominasi tangan seseorang, lanjut Professor Yeo.

Orang Kidal Dalam Pengaruh Sosial Dan Kesehatan

Semua fakta menarik, mitos dan teori-teori tentang dominasi tangan, mungkin yang paling penting adalah satu, kata Professor Yeo, segalanya tidak begitu berpengaruh. Karena hal yang pasti dan dapat kita cermati adalah kita tak bisa berasumsi tentang karakteristik atau kesehatan seseorang hanya karena dengan tangan apa mereka menulis.

Dan pada akhirnya kita juga tidak perlu khawatir dengan istilah tangan kidal. Tidak ada hubungannya kidal dengan penyakit bawaan atau perbedaan yang dapat mempengaruhi masa depan seseorang. Ingat saja ada banyak orang sukses yang bertangan kidal, dan mereka sukses bukan karena dengan tangan apa mereka menulis, tapi dengan melakukan cukup banyak proses dengan tangan yang mereka pilih untuk bekerja.

Baca juga artikel menarik lainnya:

Berikan komentarmu