Home Random 8 Karakteristik Yang Sebenarnya Jadi Tanda Kamu Itu Pintar

8 Karakteristik Yang Sebenarnya Jadi Tanda Kamu Itu Pintar

1009
SHARE

Intelijen atau kecerdasan adalah salah satu dari kualitas manusia yang sulit didefinisikan, namun di saat bersamaan untungnya banyak upaya telah dilakukan untuk mengukur sebuah kecerdasan itu, dan mereka yang melakukan penelitian telah mulai menemukan beragam pola yang menunjukkan hubungan antara kecerdasan dengan suatu karakteristik tertentu pada manusia. Di sini cerpin.com akan membuat list beberapa karakteristik mengejutkan yang telah ditemukan secara umum pada orang-orang yang cerdas. Tapi list ini hanyalah asumsi, bukan berarti fakta yang sudah bisa dibuktikan di lapangan.

1. Kidal

Jangan remehkan karakteristik yang satu ini. Seperti yang kita ketahui, otak terbagi menjadi dua bagian. Belahan otak tersebut memungkinkan manusia untuk mengerjakan dua hal yang berbeda. Kedua sisi otak manusia memiliki perannya masing-masing untuk mempengaruhi dalam berperilaku dan berpikir, yang mana otak kiri melakukan beberapa pekerjaan seperti kemampuan logika, menulis, berbicara, matematika, dll sedangkan otak kanan cenderung pada pekerjaan subyektifitas, kreatifitas, emosi, seni, dll.

Pada manusia satu sisi otak memiliki pengaruh yang dominan dan inilah sebabnya mengapa setiap orang hanya menggunakan satu tangan saja dalam melakukan pekerjaan dan beraktifitas. Mayoritas penduduk dunia bertangan kanan sedangkan minoritas sisanya menggunakan tangan kiri atau kidal. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kidal dikaitkan dengan kecerdasan. Dan pada kenyataannya, orang kidal cenderung mendapat nilai lebih tinggi pada tes IQ dan juga bisa sering menyelesaikan tes ini lebih cepat daripada mereka yang tangan kanan.

Baca juga:

2. Urutan lahir

Banyak penelitian telah menemukan hubungan antara IQ dan urutan di mana kita dilahirkan dalam keluarga. Mereka yang lahir pertama atau anak sulung cenderung lebih cerdas dari pada saudaranya. Semakin belakangan seorang anak yang lahir dalam urutan keluarga, katanya semakin buruk skor yang mereka dapatkan dalam tes IQ, katanya lho ya. Sebenarnya tidak diketahui apakah efek ini disebabkan oleh beberapa perubahan dalam kondisi sebelum lahir atau apakah itu efek sosial pasca melahirkan. Penelitian terbaru telah mengungkapkan bahwa penentu utama IQ adalah bagaimana anak-anak dirawat di dalam keluarga mereka. Dalam keluarga di mana anak pertama meninggal, anak kedua-nya rata-rata memiliki IQ yang sama yang dimiliki oleh kakaknya.

3. Atheist

Hubungan antara IQ dan sisi religius seseorang telah dipelajari secara ekstensif, baik pada individu dan masyarakat. Nilai rata-rata IQ cenderung bervariasi antar negara. Negara-negara dengan tingkat atheisme tertinggi ditemukan berada pada kisaran nilai IQ tertinggi. Karena hubungan masyarakat dapat dengan mudah diliputi oleh faktor lain, penelitian terhadap individu juga telah dilakukan. Sebuah studi tahun 2008 meneliti hubungan antara kecerdasan dan kepercayaan religius. Ketika diberi peringkat dalam hal kecerdasan, atheis umumnya muncul di paling atas diikuti oleh agnostik (mereka yang percaya Tuhan tapi tidak punya agama) kemudian liberalisme.

4. Tubuh berambut

Studi tentang pria oleh Dr Aikarakudy ​​telah menemukan kaitan antara rambut di tubuh dan kecerdasan manusia. Daripada melihat IQ, ia melihat hubungan antara rambut tubuh dan tingkat pendidikan. Mungkin bertentangan dengan kepercayaan populer, ia menemukan bahwa pria yang berpendidikan atau berpendidikan lebih banyak memiliki rambut di tubuh mereka daripada mereka yang berprofesi sebagai pekerja kasar. Dia juga menemukan bahwa siswa yang berprestasi di gelar mereka seringkali lebih berbulu daripada siswa yang berprestasi buruk. Dalam study ini rambut yang dibicarakan adalah rambut di dada.

5. Bahagia

Ernest Hemingway pernah mengatakan bahwa “Kebahagiaan pada orang-orang cerdas adalah hal yang paling langka yang saya ketahui”. Hemingway bunuh diri di tahun 1961. Kita semua bisa memikirkan orang-orang cerdas yang tampaknya terdorong oleh penderitaan oleh kecerdasan mereka dan sepertinya ada hubungan yang kuat. Antara kecerdasan dan mood. Di masa lalu diperkirakan IQ tinggi dikaitkan dengan depresi dan suasana hati yang rendah. Di zaman sekarang, sebuah penelitian di Inggris menunjukkan bahwa mereka yang memiliki IQ lebih rendah lebih cenderung tidak bahagia daripada mereka yang lebih cerdas. Sekali lagi, itu bisa menjadi karakteristik yang terkait dengan kecerdasan bukan kecerdasan yang cenderung menyebabkan keputusasaan.

6. Eksentrik

Eksentrisitas adalah kualitas yang sulit untuk didefinisikan dan diukur. Hal ini biasanya dipandang sebagai perilaku aneh berkenaan dengan norma sosial. Beberapa bukti (sebagian besar bersifat anekdot) menunjukkan kepada intelektual kreatif yang rentan terhadap eksentrisitas, namun eksentrisitas juga lazim di kalangan akademisi. Montaigne pernah menulis bahwa “obsesi adalah sumber jenius dan kegilaan”, dan mungkin inilah obsesi yang membuat seseorang menjadi eksentrik dan melahirkan kecerdasan di saat yang bersamaan.

7. Alcoholic

Beberapa penelitian telah mengikuti anak-anak Inggris saat mereka tumbuh dewasa, dan telah mengukur sejumlah karakteristik. Hal ini memungkinkan berbagai sifat yang berhubungan dengan tingkat kecerdasan mereka. Satu studi melihat ada hubungan antara konsumsi alkohol dan kecerdasan. Ditemukan bahwa mereka bisa memprediksi tingkat asupan alkohol pada para remaja tersebut berdasarkan kecerdasan mereka. Anehnya anak-anak cerdas lebih cenderung menjadi alkoholic saat mereka dewasa. Hasil serupa juga telah diamati di Amerika Serikat yang kebanyakan orang cerdas adalah peminum alkohol. Nikola Tesla adalah salah satu orang pintar yang juga seorang alkoholic.

Baca juga:

8. Pecinta coklat

Penelitian yang dilakukan belum lama ini sebuah memperlihatkan jumlah peraih Nobel per sepuluh juta orang di populasi suatu negara dan jumlah coklat yang dikonsumsi negara tersebut. Grafik yang dihasilkan menunjukkan korelasi positif yang sangat kuat dan signifikan secara statistik. Mereka yang mendapat nobel cenderung berasal dari negara yang mengkonsumsi coklat terbanyak.

Berikan komentarmu