Home Traveling 7 Fakta Unik Yang Jarang Diketahui Orang Tentang Maldives

7 Fakta Unik Yang Jarang Diketahui Orang Tentang Maldives

100
SHARE

Jika ada seseorang yang pernah membayangkan sebuah pulau tropis dengan air biru berkilauan yang membentang sejauh mata memandang, ditambah pantai pribadi di pantai berpasir putih, dan terumbu karang yang beraneka ragam indahnya, ada kemungkinan bayangan tersebut adalah hasil imajinasi dari Maldives atau Maladewa. Maldives adalah surga tropis yang berada di tengah Samudra Hindia, terdiri dari 1.190 pulau karang yang membentang di atas 90.000 kilometer persegi. 99 persen dari negara Maladewa adalah air laut, sebuah budaya dunia yang berusia 3000 tahun, sistem pendidikan yang menakjubkan, dan pemerintahan yang bijak. Nah, tak hanya dijadikan tempat wisata favorit, Maldives juga menyimpan beberapa fakta menarik untuk kita ketahui.

1. Maldives adalah negara yang didirikan oleh pangeran yang terasingkan

Sejarah tercatat, Maldives atau Maladewa telah menjadi rantai pulau yang sangat penting karena lokasinya di sepanjang sejumlah rute perdagangan pada masa itu. Orang pertama yang secara resmi mendatangi pulau-pulau itu berasal dari India. Tanggal sebenarnya ketika mereka datang pertama kali tidak diketahui, tapi diperkirakan terjadi sebelum 269 SM.

Legenda mengatakan bahwa saat itu belum ada sistem pemerintahan, hanya komunitas pecinta damai yang menyembah matahari dan air. Kerajaan sebenarnya yang pertama didirikan oleh putra raja Kalinga di India. Raja sangat tidak senang dengan anaknya, jadi dia dikirim ke Maladewa yang kemudian dikenal sebagai Dheeva Maari. Pangeran ini bernama Sri Soorudasaruna Adeettiya, bertanggung jawab atas pendirian Dinasti Adeetta di Maladewa, juga dikenal sebagai Dinasti Matahari. Era ini diakhiri dengan perkawinan ratu dinasti Matahari ke seorang pangeran dari Dinasti Lunar Kalinga.

2. 98 persen penduduk Maldives bisa menulis dan membaca

Maladewa menawarkan tingkat pendidikan yang baik untuk rakyatnya. Terbukti sekitar 98 persen dari mereka bisa membaca dan menulis. Jumlah ini adalah lompatan besar dari 70 persen pada tahun 1978. Penduduk tersebar di sejumlah pulau – sekitar 200 – membuat program pendidikan terpadu menjadi sulit, dan dengan 35 persen penduduk di bawah usia 18 tahun, pendidikan adalah kunci utama untuk Kesuksesan masa depan mereka Dengan bantuan UNICEF, Maladewa telah menciptakan program pendidikan terpadu sejak tahun 1978.

Mereka membangun pusat sumber daya guru yang memanfaatkan internet untuk mengajarkan siswa secara jarak jauh antar pulau dan menciptakan sebuah program pendidikan yang menganjurkan untuk mengajar tidak hanya anak-anak, namun juga orang tua dan pengasuh. Dengan cara ini, 100 persen anak-anak terdaftar di sekolah dasar dengan tingkat kelulusan 99 persen sampai kelas lima. Sebagai perbandingan, survei oleh Departemen Pendidikan Amerika telah menemukan tingkat literasi di Amerika tidak berubah selama periode 10 tahun, dengan 14 persen populasi orang dewasa di Amerika saja masih buta huruf.

3. Tempat meeting di bawah laut

Di Maldives, perubahan iklim dan naiknya permukaan laut merupakan ancaman yang sangat nyata, dengan segelintir pulau sudah dievakuasi karena meningkatnya level air laut yang telah mengganggu sumber air bersih. Dalam kondisi ini, Presiden Mohamed Nasheed memindahkan ruang rapat kabinet pada bulan Oktober 2009 ke dasar laut. Presiden dan 13 pejabat pemerintah lainnya kekurangan peralatan selam dan duduk di meja yang telah tenggelam ke dasar laut dalam upaya untuk meningkatkan kesadaran tentang bahaya yang dihadapi kepulauan itu.

4. Kehidupan laut yang indah

Pergi menonton ikan-ikan di Maldives adalah hal wajib. Tak seperti tempat lain di dunia, dijamin mereka yang ke Maldives akan melihat tidak hanya satu, namun 1500 hingga 2500 individu ikan paus dan lumba-lumba. Pada waktu tertentu sepanjang tahun, ada 10 sampai 12 spesies paus dan lumba-lumba yang berbeda yang berenang mendekati terumbu karang di Maldives. Selain paus kurcacni, paus pembunuh palsu, dan paus pembunuh sejati, ada juga lumba-lumba bergaris, lumba-lumba botol, dan paus pilot. Maldives juga merupakan salah satu tempat paling terkenal di dunia untuk melihat ikan yang terbesar di dunia, Whale Shark (Hiu paus). Kisaran ikan besar ini berukuran 5,5 sampai 10 meter, dan bisa dilihat menjelajahi perairan biru Maldives yang jernih. Ikan ini dapat menyaring plankton dari air laut saat mereka berenang.

5. Negara perairan Islam

Pengunjung yang ke Maldives menyadari bahwa Maldives adalah negara yang mayoritas penduduknya Muslim. Mematuhi hukum dan tradisi setempat adalah sebuah persyaratan, mulai dari sekolah sampai pulau-pulau, mereka menetapkan hukum syariah Islam yang mengawasi hukum pidana. Awalnya Maldives adalah sebuah negara mayoritas beragama Budha, kemudian penduduk Maldives mulai berpindah ke agama Islam pada abad ke-12 dengan bepergian bersama pedagang-pedagang Islam. Pada abad ke-16, pulau-pulau itu dijajah oleh Portugis, yang berusaha mengubahnya menjadi negara Kristen, namun usaha mereka gagal, berakhir dengan kekerasan dan pertumpahan darah.

6. Alkohol dilarang di luar resort

Karena kepercayaan Islam yang ketat di negara itu, wisatawan diharapkan untuk mematuhi dan menghormati tradisi Muslim saat berada di kepulauan. Alkohol dilarang di mana-mana kecuali di hotel dan resort tempat para wisatawan tinggal. Impor ilegal mencakup apa pun yang melanggar sistem kepercayaan Muslim, seperti alkohol, daging babi, dan produk daging babi. Selama bulan Ramadhan, wisatawan diharapkan untuk menghormati tradisi Muslim. Ini bisa termasuk menghindari makanan, minuman, dan merokok di siang hari. Beberapa restoran masih akan melayani wisatawan, tapi mungkin akan tertutup dari publik.

7. Buah kelapa pernah ditangkap polisi Maldives

Beberapa orang di Maldives masih berpegang pada keyakinan kuat akan supernatural, termasuk ilmu sihir, ilmu hitam dan putih dan jampi-jampi. Pada bulan September 2013, sebuah kelapa ditangkap. (Gak salah baca nih? Iya buah kelapa ditangkap!) oleh polisi setelah ditemukan berkeliaran dan bertindak mencurigakan selama pemilihan presiden di Maldives. Buah kelapa muda yang ditemukan di luar tempat pemungutan suara, dan dituduh sengaja ditempatkan di sana untuk membatalkan pemilihan. Kenapa bisa ada kejadian seperti ini? Karena untuk orang-orang sana buah kelapa bisa digunakan untuk menjadi bahan yang sering digunakan dalam mantra dan ritual sihir hitam. Polisi memanggil seorang pesulap dan menyuruhnya untuk memeriksa kelapa tersebut apabila ada ancaman atau kutukan. Ternyata tidak ada ancaman dan pesulap menganggap kelapa itu sebagai individu yang tidak bersalah. Akhirnya tidak ada penangkapan yang dilakukan setelah investigasi lebih lanjut.

Berikan komentarmu