Home Random 5 Wonder Woman dalam Kehidupan Nyata yang Akan Menginspirasi Kamu

5 Wonder Woman dalam Kehidupan Nyata yang Akan Menginspirasi Kamu

547
SHARE

Wonder Woman jadi bukti kalau tidak hanya laki-laki yang bisa ikut berkelahi ataupun berperang. Tapi pernah gak sih kamu mendengar soal Wonder Woman di kehidupan nyata? Inilah 5 Wonder Woman di kehidupan nyata yang bakal bikin kamu terkejut.

Ratu Boudicca

Boudicca adalah seorang pejuang dan Ratu orang-orang Iceni, suku Celtic dari Inggris Timur. Selama abad 1 Masehi sampai 43 Masehi, Roma menguasai hampir seluruh bagian selatan Inggris. Walau begitu mereka membiarkan Iceni memiliki kerajaannya. Saat suami dari Boudicca, Prasutagus, meninggal kekuasaan kerajaan berpindah ke Boudicca. Tapi Roma hanya mau menerima seorang pria sebagai penerus tahta. Saat mereka menyerang kerajaan Iceni, mereka juga menyiksa Boudicca dan memperkosa anak perempuannya. Boudicca tidak terima atas perlakuan kerajaan Roma terhadapnya, dan tidak akan membiarkannya begitu saja. Dengan bantuan dari suku Inggris lainnya, Boudicca merencanakan pemberontakan. Pada tahun 60 Masehi, saat Romawi sedang berperang di Wales Utara, Boudicca bersama 100.000 tentaranya turut menyerang dan memaksa pasukan Roma untuk mundur. Setelah itu, dia ikut memimpin tentaranya dalam sebuah serangan di ibukota Roma di Inggris hingga akhirnya mengalahkannya di sebuah pertempuran hebat di London dan St. Albans membunuh sekitar 70.000–80.000 pasukan Romawi. Dipercaya bahwa dia meninggal di pertempuran legendaris terakhirnya saat melawan kerajaan Roma.

Ratu Tamar yang Agung

Ratu Tamar yang Agung adalah seorang ratu Georgia pada tahun 1184–1212 yang membawa masa keemasan bagi rakyat Gregoria. Beliau memimpin bersama ayahnya, Raja George ke III sebelum akhirnya sang ayah wafat pada tahun 1184 dan menjadikannya pemimpin perempuan pertama di negaranya. Saat Ratu Tamar menikah dengan suami pertamanya, Yuri, dia mengambil gelar Ratu dari para Raja sehingga Yuri tidak bias mengontrol kerajaan. Tak lama berselang, dia meninggalkan Yuri dengan alasan kegemarannya minum minuman keras. Kecewa karena perlakuan Tamar, Yuri mencoba membalaskan dendam sebanyak dua kali dengan cara mengirimkan pasukan Vikingnya untuk menyerbu Tamar. Namun dua kali serangan tersebut tidak mampu mengalahkan Tamar. Selama 10 tahun kepemimpinannya, Georgia tidak pernah terkalahkan dalam peperangan dan terus melebarkan kerajaan dari Laut Kaspian, Rusia, dan bahkan Turki.   

Ching Shih

Pada tahun 1801, Ching Shih dari Guangdong, China bekerja sebagai pekerja seks saat  dia bertemu dengan Zheng Yi, seorang raja bajak laut dari Armada Bendera Merah. Zheng Yi lalu menjadikannya seorang istri. Bersama mereka membesarkan armadanya hingga menjadi 1.700 kapal, dan memiliki 50.000–70.000 bajak laut di bawah kepemimpinannya. Zheng Yi meninggal pada tahun 1807 dan Ching Shih mengambil alih posisinya menjadi Raja Bajak Laut. Ching Shih adalah seorang ahli strategi yang handal dan menyatukan armada besarnya di bawah kode hukum yang ketat termasuk larangan mencuri dari desa yang telah memberikan suplai kebutuhan, membagikan harta karun untuk membantu kapal yang rusak, dan larangan untuk memiliki selir. Jika seorang laki-laki menikahi perempuan, dia harus setia. Jika ada yang melanggar, maka akan diberikan hukuman mati. Di bawah kepemimpinan Ching Shih, armadanya tumbuh dan mereka mengambil alih desa-desa di daerah pesisir. Armada Ching Shih memiliki kekuasaan di Laut Cina Selatan. Dia tidak pernah kehilangan satupun kapal, dan sama sekali tidak dapat ditaklukkan. Bahkan saat militer Cina bergabung dengan Inggris untuk mengalahkan, pun tetap tidak bisa juga. Kekuasaannya hanya berakhir saat dia berhasil bernegosiasi untuk mendapatkan amnesti bagi dia dan seluruh kru bajak lautnya.

Trung Bersaudara

Lahir sekitar 12 Masehi di sebuah keluarga militer, Trung bersaudara yaitu Trung Trac dan Trung Nhi dari Nanyue, Vietnam Utara memimpin perlawanan melawan Dinasti Han dari Cina dan bertarung untuk kemerdekaan orang-orang Vietnam. Wilayahnya telah dihuni paksa oleh Cina selama ratusan tahun. Seiring pertumbuhan, kakak beradik ini tumbuh menjadi ahli bela diri. Pada tahun 39 Masehi, muak dengan perlakuan rezim Cina, mereka memimpin pemberontakkan dan memaksa sebagian kecil unit militer Cina untuk keluar dari kotanya. Setelah itu, mereka merekrut tentara besar yang kebanyakan terdiri dari perempuan. Dalam setahun, mereka berhasil merebut kembali 65 benteng dan mengklaim kemerdekaan wilayahnya, lalu otomatis menjadikan mereka sebagai ratu. Kekuasaan mereka hanya bertahan selama 3 tahun sebelum akhirnya kekayaan mereka habis dan mereka tidak bisa melawan Cina dengan kekuatan penuh. Mereka meninggal pada tahun 43 Masehi.

Catherine yang Agung

Catherine lahir dengan nama Sophie Friederike Auguste pada 02 Mei 1729. Dia mengubah namanya menjadi Catherine saat dia berpindah agama ke Kristen Ortodoks dan menikahi pewaris tahta Rusia yang bernama Peter. Peter menjadi tzar (sebutan untuk kaisar Rusia) pada tahun 1761. Tetapi setelah 6 bulan, Catherine melakukan kudeta, dan Peter harus menyerahkan tahta pada Catherine sebelum akhirnya dibunuh. Untuk memastikan kuasa penuh terhadap Rusia Catherine menaruh gereja di bawah kepemilikan negara. Catherine adalah seorang ahli militer yang handal. Dia melenyapkan Polandia dan membaginya menjadi Prusia dan Austria sembari menjaga wilayah timur untuk Rusia. Catherine melawan balik kerajaan Ottoman dan mengklaim tanah diantara Laut Mati dan Laut Azov. Dia bahkan mendirikan kerjasama Rusia-Amerika saat dia mengkolonisasi Alaska. Di bawah kepemimpinannya, Rusia menjadi kekuatan terbesar di dunia dengan cara mengkolonisasi dan melebarkan perbatasannya lebih dari 200.000 mil persegi.

Berikan komentarmu