Home Random 5 Fakta Unik Tentang Jupiter Yang Jarang Orang Tahu

5 Fakta Unik Tentang Jupiter Yang Jarang Orang Tahu

670
SHARE

Jupiter adalah planet terbesar, setidaknya di tata surya kita. Planet Ini sangat besar, kalau dibayangkan besarnya bisa memuat semua planet yang ada di tata surya termasuk bumi. Jika kita benar-benar memperhatikan langit, kita tidak akan melakukan apa-apa selain panik karena ada gelombang tekanan dan gas raksasa yang mengerikan dan mengerikan di atas sana. Astronomer Barry Mauk adalah satu satu dari tim penyidik ​​utama di pesawat ruang angkasa Juno, sebuah pesawat pertama yang berhasil memasuki orbit Jupiter pada tanggal 4 Juli 2016 untuk melakukan analisis ilmiah yang paling mendalam tentang planet ini. Menurut Mauk, Inilah fakta terbaru tentang Jupiter yang selama ini bikin kita penasaran.

1. Jupiter tak diragukan lagi benar-benar sangat BESAR

Jupiter sangat besar, 113 Bumi bisa muat di dalam satu Jupiter. Dan magnetosfernya yang kuat dan lebih besar. Jumlah waktu yang dibutuhkan Jupiter untuk diputar pada porosnya dikenal sebagai hari Jovian (Jove adalah nama lain untuk Jupiter dalam mitologi Romawi). Hanya membutuhkan sekitar 9,9 jam, tapi 1 tahun Jovian adalah 4333 hari di Bumi.

Namun meskipun besar, pesawat ruang angkasa JUNO yang sedang meneliti Jupiter tetap tak dapat untuk mendarat di satu titik di Jupiter. Karena Jupiter adalah bola gas raksasa tanpa permukaan yang sampai saat ini kita belum tahu, apabila ada permukaan yang dapat diakses.

2. Jupiter adalah “Gas Giant”. Namun pesawat tidak bisa menembusnya

Gas Giant adalah sebutan sebuah planet yang terbuat dari gas dan membentuk bola raksasa. Meski menjadi bola gas raksasa seperti Jupiter ini, pesawat ruang angkasa jangan berharap untuk dapat melewatinya seperti awan. Jupiter memiliki badai yang dahsyatnya di permukaannya, selain itu atmosfer amonia dan tekanan atmosfer akan memusnahkan apapun yang berani-berani menembusnya. Seberapa besar tekanan di pusat Jupiter? Tidak ada yang tahu persis, karena pusatnya adalah misteri yang membingungkan.

Untuk perbandingan, tekanan di permukaan laut di Bumi sekitar 14,7 psi. Itu termasuk normal. Sementara tekanan di bagian bawah laut terdalam di bumi seperti di palung Mariana di Samudra Pasifik kurang lebih sekitar 16.000 psi. Bisa dibayangkan betapa jauh perbedaannya tekanan di permukaan laut bumi dengan titik terdalam di bumi, namun kecanggihan dari teknologi manusia masih dapat menembus tekanan 16.000 dengan kapal selam canggih Deepsea Challenger yang berhasil memasukinya.

Balik lagi ke Jupiter, kalau di bumi punya palung Mariana yang bertekanan 16.000 psi, tekanan Jupiter jauh lebih dari itu. Mungkin Deepsea Challenger masih mampu untuk bertahan di kedalaman dengan tekanan 16.000, tapi untuk Jupiter? Sejauh ini, Jupiter memiliki tekanan sekitar 650.000.000 psi! Kapal seperti Deepsea challenger mungkin akan seperti telur yang pecah karena diremukan, bahkan lebih mengerikan dari itu.

3. Aurora Di Jupiter adalah yang paling terang

Pertimbangkan aurora yang menakjubkan dari Jupiter. “Aurora bumi didukung oleh angin matahari yang bertiup di atas medan magnet Bumi. Jupiter aurora didukung oleh rotasi. Dan aurora Jupiter yang sangat terang ini adalah aurora yang paling kuat di tata surya – hal ini merupakan tanda bahwa Jupiter berupaya untuk memutar ruang angkasa disekitarnya. Jupiter mencoba untuk menjaga ruang angkasa sekitarnya berputar pada tingkat yang sama dengan rotasinya Jupiter. “

Benda astrofisika menggunakan medan magnet untuk melepaskan momentum sudut. Contohnya adalah pembentukan sistem tata surya, di mana awan molekuler yang biasanya runtuh membentuk sistem bintang atau matahari berputar begitu cepat sehingga tidak bisa runtuh. “Medan magnet dianggap sebagai salah satu mekanisme momentum sudut yang akan ditumpahkan oleh objek utama.” Aurora yang terjadi di sebuah planet adalah bukti dari fenomena ini.

4. Spot merah yang melingkar di Jupiter ternyata adalah badai raksasa

The Great Red Spot adalah badai besar yang sebenarnya sedang mengamuk di Jupiter dan sudah berlangsung sebelum kita lahir, yaitu selama berabad-abad. Meskipun ukurannya bervariasi, badai yang paling besar ukurannya dapat menghancurkan satu bumi sekaligus. Dengan kecepatan angin yang memuncak pada 500 KM per jam.

Para ilmuwan baru-baru ini menemukan bahwa badai merah mengamuk pada suhu 2400 derajat fahrenheit, memanaskan atmosfer bagian atas planet ini.

5. Bagaimana Jupiter terbentuk masih menjadi misteri

Meskipun dipelajari dengan saksama sejak tahun 1609, ketika Galileo Galilei menyempurnakan teleskopnya, Jupiter tetap menjadi misteri di luar angkasa. Pertanyaan yang paling mendesak adalah bagaimana planet ini terbentuk?

Apabila pertanyaan ini terjawab, sudah pasti kita akan dapat mengungkap kisah awal tata surya dan membuka rahasia pembentukan dunia lain. Sebagai objek paling dominan yang mengorbit Matahari, dan kemungkinan planet tertua, dengan cara yang sangat nyata, kisah Jupiter adalah kisah tata surya itu sendiri.

Berikan komentarmu