Home Misteri 10 Urban Legend Bersejarah Abad 19 Dari Tanah Inggris

10 Urban Legend Bersejarah Abad 19 Dari Tanah Inggris

1297
SHARE

Siapa yang bilang cerita seram adanya cuma di Indonesia doang? Orang yang bilang kayak gitu entah karena naif atau tidak pernah membaca sejarah. Cerita seram ada dimana-mana, yang beda cuma entitasnya, makhluknya, atau hal-hal yang berbau supranatural.

Kalau di Indonesia pada takutnya sama pocong, genderuwo, dll, di barat adanya penyihir, vampir, dll. Di Inggris sendiri cerita urban legend juga bertebaran, maklum Inggris termasuk salah satu negara yang paling tua di Eropa, ya udah pasti ceritanya banyak. Kalau kita flashback ke abad 19, waktu itu Inggris masih di bawah perintah ratu Victoria yang memerintah dari tahun 1837 sampai 1901. Makanya era itu disebut sebagai era Victoria atau Victorian era. Di era Victoria, orang-orang Inggris zaman dulu masih percaya banyak hal yang berbau supranatural.

Cerita-cerita horor di waktu itu sudah lazim terdengar di telinga orang, kalau ada cerita seram pasti diceritakan dari mulut ke mulut dan menurun dari generasi ke generasi. Cerita-cerita horor memang cukup populer, selalu diceritakan di momen-momen tertentu seperti masa liburan atau malam natal, sudah seperti tradisi bagi mereka mencerita kisah-kisah seperti itu. Nah, buat list kali ini, kita kumpulin 10 cerita seram yang datang dari tanah Inggris yang cukup populer, berikut adalah daftarnya.

1. Rumah angker The Hotwells

Pada bulan April 1831, seorang pensiunan pengacara, satu orang putrinya, dan tiga pelayan pindah ke sebuah rumah tua yang dikenal sebagai “Hotwell” di dekat kota Bristol, kota yang adanya di barat daya Inggris. Kurang dari dua minggu kemudian, dua pelayan mereka pergi, mengeluh kalau rumah itu ada hantunya. Mereka mengaku dihantui seekor anjing hitam dan kera yang besar.

Mereka juga mendengar suara-suara menakutkan di loteng dan halaman belakang dan suara seolah ada orang yang sedang dipukuli dan dicekik. Karena tidak tahan dengan gangguan-gangguan, akhirnya pelayannya yang terakhir juga memutuskan untuk pergi. Namun sampai waktu itu, pengacara itu tidak melihat apapun atau mendengar sesuatu yang tidak biasa sampai bulan November.

Pada bulan November, ada sebuah jeritan keras yang membangunkannya di tengah malam. Jeritan itu datang dari lantai atas rumah, tepatnya di atap dan kemudian dia mendengar suara lagi, seperti 20 atau 30 orang merobek genteng dan melemparkannya ke kebun. Ketika pengacara tersebut pergi untuk menyelidiki di luar, aneh bin ajaib dia tidak menemukan apa-apa di kebun atau di atap, seolah memang tak pernah terjadi apa-apa, sunyi senyap. Setelah beberapa kejadian lagi seperti ini, pengacara tersebut memutuskan untuk menjual rumah tersebut pada tahun 1832. Pemilik selanjutnya juga mengalami masalah yang sama dan akhirnya rumah tersebut dirobohkan.

2. Hantu dari Anne Boleyn

Salah satu landmark di Inggris yang bersejarah, The tower of London atau Menara London. Tempat itu dikatakan salah satu tempat paling angker di Inggris. Anne Boleyn, istri kedua Raja Henry VIII, dipenjara dan dipancung di sini pada bulan Mei 1535. Hantu Anne dilaporkan menghantui rumah sang ratu, sebuah bangunan tempat dia tinggal sebelum dieksekusi.

Pada tahun 1864, seorang penjaga di rumah ratu (Queen’s House) bertemu dengan seorang tokoh kulit putih mengambang yang mungkin adalah rohnya Anne Boleyn. Sosok itu muncul entah dari mana, dan saat penjaga menusuknya dengan bayonet, sosok itu terus saja melayang. Hal tersebut sungguh sangat membuat shock penjaga itu sehingga dia pingsan, dan dia kemudian ditemukan oleh atasannya. Karena diduga sedang tidur bertugas, penjaga tersebut diadili dengan pengadilan. Untungnya, kasus tersebut berakhir dengan pembebasan, karena penjaga lainnya membelanya dan melaporkan hal serupa, yaitu melihat hantunya Anne Boleyn.

3. Hantu di rumah 50 Berkeley Square

Pada tanggal 24 Desember 1887, pelaut Edward Blunden dan Robert Martin memutuskan untuk bermalam di Berkeley Square, sebuah rumah di London yang diganggu dengan segala macam aktivitas hantu semenjak zaman Victoria. Blunden dan Martin baru saja datang dari luar dan karena mereka tidak punya uang, mereka tidak keberatan masuk ke rumah kosong dan tidur di dalamnya, mungkin karena mereka gak tau sejarahnya dan main nginep-nginep aja.

Malam itu, saat berada di lantai dua, mereka mendengar seseorang menaiki tangga. Ada suaranya, cuma tak tampak wujudnya, lalu tiba-tiba seperti berlari dan menuju ke sebuah ruangan. Momen itu tentu membuat Martin kaget dan berlari keluar dari pintu, menuruni tangga, dan langsung keluar rumah. Di luar rumah, Martin menemukan seorang polisi dan menjelaskan apa yang terjadi. Setelah sadar mereka menginap di tempat yang angker, dia kepikiran temannya, Edward. Namun untuk menyelamatkan temannya itu ternyata sudah terlambat. Mayat Edward telah ditemukan tewas mengenaskan dengan tubuhnya tertancap di pagar berduri yang sepertinya ia juga melakukan pelarian diri gara-gara melihat hantu itu. Edward seperti melompat keluar dari jendela kamar dan berakhir di tempat yang mengenaskan.

4. Hantu Theodore Alois Buckley

Seorang pria yang diketahui bernama Kenneth R.H. Mackenzie adalah seorang ahli bahasa. Pada malam tanggal 2 Februari 1856, Kenneth sedang mencoba untuk tidur ketika tiba-tiba dia merasakan tangan dingin di wajahnya. Saat Mackenzie membuka matanya, dia menemukan temannya Theodore Alois Buckley berdiri di samping tempat tidurnya. Tanpa sepatah kata pun.

Buckley kemudian berjalan ke arah jendela dari tempat dia berdiri, kemudian menghilang begitu saja. Kenneth tidak bereaksi apa-apa, tidak merasa takut atau semacamnya. Karena Kenneth tidak mengetahuinya pada saat itu kalau temannya itu telah meninggal tiga hari sebelumnya.

Kembali pada tahun 1850, saat itu Buckley berjanji pada Kenneth bahwa siapa pun yang meninggal terlebih dahulu harus mengunjungi satu sama lain sebagai hantu. Buckley benar-benar menepati janjinya dan bahkan menampakkan diri pada temannya lagi beberapa malam kemudian, kali ini membawa surat lamaran yang telah ditulisnya. Hii!

5. Kamar bercahaya Taunton

Dalam sebuah harian surat kabar edisi 1873, seorang kontributor bernama Mr. T. Westwood menceritakan sebuah cerita membingungkan yang dia dengar 30 tahun sebelumnya dari seorang pengawal di kota Taunton. Saat dalam perjalanan pulang dari berburu setiap malam, petugas keamanan melihat sebuah rumah kosong di daerah yang selalu memiliki cahaya menakutkan yang bersinar dari jendela tengah. Cahaya ini selalu bersinar dari ruangan yang sama, dari kamar itu-itu aja, sehingga pengawal tersebut menjulukinya “The Luminous Chamber” atau “kamar bercahaya”.

Di suatu malam, karena penasaran, si pengawal itu membawa temannya untuk pergi mencari tahu sumber cahaya itu. Mereka menggeledah setiap ruangan di rumah, sampai akhirnya ketemu dengan kamar terakhir yang belum dicek. Ketika akhirnya mereka membuka pintu ke kamar yang bercahaya itu, mereka terkejut karena hanya menemukan beberapa perabot. Cahaya tampak alami, remang-remang di setiap tempat ruangan dengan ukuran yang sama. Setelah kedua temannya pergi, si penjaga tua yang membiarkan mereka masuk mengatakan bahwa keluarga yang memiliki bangunan itu tidak pernah menggunakan ruangan itu. Dia percaya bahwa tidak ada hantu, tapi cahaya itu melekat pada ruangan yang diberikan cahaya itu.

6. Hantu dari stasiun Darlington

Pada malam musim dingin di tahun 1890, seorang penjaga malam di sebuah stasiun kereta Darlington di Inggris bernama James Durham turun ke ruang bawah tanah untuk beristirahat dan menikmati makanan ringan. Sementara James sedang menghangatkan dirinya di depan perapian, seorang pria berpakaian kuno masuk ke ruangan itu dengan seekor anjing berjenis golden retriever tapi berwarna hitam (kita anggap saja anjing hitam).

Nah, anehnya pria itu tersenyum pada James dan gak ada angin atau apapun, pria itu tiba-tiba saja memukul si James. James tentu marah dan mencoba memukul balik orang asing itu tapi kepalan tangannya menembus tubuh pria itu. Pria itu memanggil anjingnya, dan anjing itu menggigit betisnya James. Pria misterius dan anjingnya lalu masuk ke sebuah ruangan tertutup. Namanya ruangan tertutup pasti tak memiliki memiliki pintu keluar yang lain, tapi James menemukan ruangan itu kosong. Si pria misterius itu melarikan diri entah lewat mana.

Selama beberapa minggu berikutnya, cerita James Durham pun cepat tersebar di seluruh kota. Seorang pria tua bernama Edward Pease sangat tertarik dan mengundang James ke rumahnya. Dia mengatakan kepada James bahwa seorang pekerja di stasiun tersebut melakukan bunuh diri beberapa tahun yang lalu. Tidak hanya pekerja itu mencocokkan deskripsi tentang hantu itu, tapi juga memiliki seekor anjing retriever hitam.

7. Kisah wanita berwajah babi dari Manchester Square

Pada musim dingin tahun 1814, beredar rumor di London tentang seorang wanita berwajah babi yang tinggal bersama keluarganya di Grosvenor Square di kota. Sekelompok orang London mengaku pernah mengejar wanita tersebut saat dia sedang mengendarai kereta, dan seorang pemuda bernama Sir William Elliot bahkan mengaku telah diserang olehnya.

Pada bulan Februari 1815, ceritanya menarik perhatian The Times, yang merasa perlu untuk mengomentari hal itu setelah seorang pria menawarkan mau mengiklan apabila ada berita tentang wanita itu. The Times, yang akhirnya skeptis terhadap keberadaan wanita tersebut tidak melanjutkan pencariannya karena masih ragu dengan keberadaannya.

8. Hantu dari William Field

Pada tahun 1804, walikota William Field menggantung dirinya di desa Moreton Selatan. Selama lebih dari 40 tahun, hantu Field menghantui daerah di dekat gudangnya, menakut-nakuti penduduk desa.

Pada tahun 1850, kelompok yang terdiri dari 11 pendeta merasa tertantang dan memutuskan untuk mengusir hantu tersebut. Sementara para pendeta melakukan ritual eksorsisme (proses pengusiran hantu), sepasang pria bernama John dan James Parkes diam-diam melihat ritual itu di bawah jerami.

Katanya, sebelum diusir, hantu William Field meminta agar diberi ayam jantan terdekat atau “dua tikus di bawah jerami”. Hantu William Field sebenarnya mengatakan “Two rats under the straw”, yang artinya dua orang yang diam-diam bersembunyi di bawah jerami.

Untungnya, para pendeta memberikan ayam jantan itu dan kemudian mengejar William Field ke sebuah kolam. Untuk memastikan bahwa hantu itu tinggal di kolam itu, mereka menancapkan sebuah tiang untuk menahan hantu itu tetap di tempat.

9. Hantu dari Renishaw Hall

Pada tahun 1885, seorang pria bernama Sir George Reresby Sitwell merayakan ulang tahunnya yang ke 25 dengan sebuah pesta di rumah leluhurnya, Renishaw Hall. Setelah mencoba tidur di kamarnya, seorang tamu wanita mengeluh kepada George bahwa dia merasa seperti sesuatu yang dingin sedang menciumnya di tempat tidur. George tidak menanggapi keluhan itu dengan sangat serius, tapi temannya bernama Mr. Turnbull punya cerita lain. Menurut Turnbull, wanita lain yang tinggal di ruangan itu beberapa tahun sebelumnya juga mendapat ciuman dingin yang tak kasatmata. George adalah seorang skeptis yang terkenal, setelah sekali menolak keputusan, mendapatkan pujian dari media.

Dia menolak hantu sebagai halusinasi dan meragukan pengalaman tamunya karena dia adalah seorang wanita. Hebatnya, beberapa saat setelah pesta itu, sebuah peti mati kosong ditemukan di bawah papan lantai dari ruangan tamu itu. Siapa yang ada dalam peti mati itu, dan mengapa dimakamkan di sana, adalah sebuah misteri, walaupun beberapa orang mengklaim bahwa peti itu milik seorang anak laki-laki yang tenggelam pada abad ke-18.

10. Keangkeran dari The Willington Mill

Antara tahun 1831 dan 1847, pengusaha Joseph Procter Jr. dan keluarganya tinggal di Willington Mill, sebuah rumah penggilingan yang dibangun di atas tanah yang dulunya adalah tempat pondok penyihir. Beberapa tahun pertama tinggal disana biasa-biasa saja, tapi pada tahun 1835, Joseph dan pelayannya mereka mulai mendengar langkah kaki yang tak dapat dijelaskan yang suka mondar-mandir di sebuah ruangan kosong di dalam rumah itu. Suara aneh lainnya, seperti mengetuk, suara dering bel, dan suara-suara lain sudah sering terdengan di seluruh rumah. Tidak ada orang di rumah yang tidak merasakan keangkeran itu. Tempat tidur anak-anak tidak hanya bergetar tapi dilingkari oleh langkah kaki tak kasat mata di malam hari.

Salah seorang gadis melaporkan melihat kepala wanita tua yang terbelalak menatapnya di tempat tidur, sementara yang lain melihat seorang wanita tanpa mata yang duduk di ranjang ibunya. Jumlah penampakan lain yang terlihat di rumahnya Joseph tampaknya tak ada habisnya. Ada juga seekor kucing putih besar yang masuk ke kompor dan hantu yang sedang menatap tetangga melalui jendela di atas lantai dan sebuah benda mirip sapu tangan yang bergerak-gerak sendiri dan terbang keluar rumah. Ada lagi beberapa hantu yang ditemukan oleh Joseph dan temannya serta kesaksian dari para tamunya.

Jangan lupa bagikan, like dan tweet artikel ini ke teman-temanmu di facebook, twitter dan google plus

Berikan komentarmu