Home Misteri 10 Kuburan Tersembunyi Yang Hanya Mampu Ditemukan Dengan Satelit

10 Kuburan Tersembunyi Yang Hanya Mampu Ditemukan Dengan Satelit

992
SHARE

Dengan munculnya teknologi baru, penemuan yang dilakukan oleh “space archaeologists” atau arkeolog luar angkasa selalu digembar-gemborkan di zaman sekarang. Beberapa orang telah berhasil dengan Google Maps dan Google Earth, menemukan situs tersembunyi dari jarak ribuan mil jauhnya. Salah satu tren paling menarik dalam penemuan ini adalah menemukan makam dan kuburan dimana sisa-sisa banyak orang hilang selama bertahun-tahun yang sebelumnya tak pernah diketahui orang.

1. Kuburan Yahudi Tua yang Terlupakan Di Plymouth, Inggris

Pada tahun 2016, seorang yang bernama Jerry Sibley bekerja sebagai pengurus pemakaman yahudi di kota Plymouth, Inggris. Suatu hari dia melakukan aktivitasnya seperti biasa, berangkat untuk membersihkan beberapa kebun-kebun yang ditumbuhi di The Citadel yang berlokasi di bukit Lambhay. Mulanya ia mulai mengerjakan sebuah pemakaman yang telah ada sejak tahun 1850-an, kemudian ia menyadari dari melihat dokumen-dokumen bersejarah bahwa ada pemakaman yang ternyata lebih tua lagi usianya di area tersebut.

Namun masalahnya dia sama sekali tidak tahu di mana letaknya persisnya. Untuk menemukannya, Sibley mencoba melihat menggunakan Google Maps. Dia melakukan zoom-in ke daerah tersebut dan menemukan kuburan tersembunyi yang ia cari. Begitu dia tahu lokasinya, dia bisa menemukan pintu tersembunyi di sepanjang dinding batu yang sudah ditutupi tumbuhan-tumbuhan. Dia diberi sekotak ratusan kunci kuno dan diberitahu untuk mencari tahu mana yang membuka pintu. Begitu masuk, dia menemukan batu nisan yang ditulis dalam bahasa Ibrani. Semuanya benar-benar tertutup tanaman yang telah tumbuh di atas situs ini selama ratusan tahun. Dengan bantuan beberapa teman, Sibley memindahkan fauna yang menghalangi situs-situs kuburan. Dia ingin berbagi penemuan ini dengan masyarakat setempat, jadi Sibley menugaskan sebuah rombongan teater lokal untuk merekam tur audio visual yang dipandu tentang sejarahnya. Dari beberapa orang dikuburkan di kuburan. Setelah dibuka, orang-orang Yahudi dari daerah tersebut dapat mengunjungi kuburan leluhur mereka. Tur sekarang akan berjalan setiap musim panas untuk Plymouth History Festival.

2. Pemakaman dengan simbol aneh di Suffolk

Gary Campion, 48 tahun berasal dari Suffolk di Inggris, memiliki hobi menggunakan alat metal detektor untuk menemukan harta karun tersembunyi. Dari hobinya itu, ia bahkan sudah menemukan koin emas kuno. Bagian dari tekniknya dalam menemukan potensi harta kuno tak hanya lewat metal detector, tapi juga dengan Google Maps. Suatu hari, dia melihat sebuah lingkaran misterius dan bentuk yang digariskan yang hanya terlihat dari pemandangan udara.

Gary melaporkan apa yang dia temukan di Suffolk pada pihak berwenang setempat. Departemen arkeologi sangat antusias untuk memastikan bahwa bentuk yang dia lihat sebenarnya adalah gundukan pemakaman dari tahun 2300-700 SM. Biasanya, saat situs-situs ini digali, arkeolog menemukan benda-benda logam mulia kuno yang dilelang atau dipajang di museum. Namun, situs pemakaman ini terletak di sebuah properti pribadi. Mereka tidak bisa melakukan penggalian arkeologi tanpa izin dari pemiliknya. Secara teknis, harta karun yang ditemukan di tanah itu adalah milik pemilik tanah.

3. Piramid tersembunyi di Mesir

Piramida Mesir mungkin adalah makam paling mewah yang pernah dibangun. Setiap monumen masif dimaksudkan untuk menghormati para raja atau ratu yang telah meninggal, dan makam-makam itu dipenuhi dengan harta karun yang bisa dibawa orang-orang mati ke kehidupan selanjutnya. Sarah Parcak dari Universitas Alabama di Birmingham menggunakan citra satelit dari NASA untuk menemukan piramida Mesir yang Belum pernah digali Pada tahun 2011, Parcak menemukan 17 bangunan baru di Tanis, Mesir. Dia juga menemukan lebih dari 1.000 makam yang lebih kecil.

Ia tidak berhenti sampai di situ. Dia terus menemukan lebih banyak situs arkeologi tersembunyi setiap tahun. Dia mengklaim bahwa ada begitu banyak reruntuhan kuno yang tersembunyi yang hanya kami temukan kira-kira 10 persen dari apa yang ada di luar sana. Proyek terbarunya adalah memburu peradaban Peru yang hilang. Pada tahun 2016, dia meluncurkan sebuah proyek baru bernama GlobalXplorer, yang terus menggunakan gambar satelit untuk space archaeology.

4. Kuburan masal bekas Holocaust di Treblinka

Selama masa Holocaust, Treblinka adalah salah satu kamp konsentrasi di Polandia. Pada tahun 1943, Nazi berusaha menghancurkan semua bukti yang ada. Mereka bahkan mengambil batu bata dari kamar gas dan menggunakannya untuk rumah pertanian di atas tanah sehingga mereka bisa berpura-pura itu hanya sebuah peternakan. Sebuah penyelidikan pada tahun 1946 mengungkapkan bukti yang membuktikan bahwa kamp tersebut ada di lokasi tersebut. Ketika para peneliti mulai menggali, mereka menemukan beberapa tulang manusia. Tapi mereka tidak pernah bisa menemukan mayat yang dibuang di kuburan massal yang digunakan saat kamp pertama kali dibuka.

Pada tahun 2010, peneliti menggunakan teknologi modern untuk menjelajahi situs itu lebih jauh lagi. Mereka membandingkan foto udara yang diambil dari situs pada tahun 1943 sampai menggunakan gambar yang diambil dari Google Earth. Dengan menggunakan kedua gambar itu, mereka telah memetakan apa yang mereka yakini sebagai tata letak kamp kematian. Mereka juga menggunakan radar penetrasi darat untuk melihat apakah ada tanda-tanda lokasi pemakaman di bawah tanah. Pada tahun 2014, sebuah penggalian arkeologi besar di situs Treblinka mengkonfirmasi lokasi kuburan massal. Ini juga memastikan lokasi yang tepat dari kamar gas. Prosesnya difilmkan dalam sebuah film dokumenter berjudul Treblinka: Hitler’s Killing Machine.

5. Kuburan tersembunyi di Mongolia

Genghis Khan adalah salah satu pemimpin paling kejam dalam sejarah. Ketika dia meninggal, dia ingin memastikan bahwa dia tidak akan pernah bisa ditemukan. Rumornya adalah bahwa makamnya penuh dengan harta karun dan dia ingin menyimpannya untuk selamanya. Tentu, perburuan kekayaan membuat banyak arkeolog secara aktif mencari makam tersebut. Jurnal akademis PLOS ONE memutuskan untuk melakukan riset tentang ini. Mereka bekerja sama dengan National Geographic dan University of California di San Diego untuk menggunakan teknologi gambar satelit.

Selanjutnya mereka meminta 10.000 sukarelawan untuk membantu melakukan review pada gambar untuk menemukan sesuatu yang menyerupai makam atau kuburan. Sejumlah besar penelitian gratis itu membantu National Geographic menjabarkan setidaknya ada 55 situs yang berpotensial yang tampaknya merupakan sebuah situs kuno. Namun, orang-orang Mongolia marah dan memprotes tindakan ini. Walau makam-makam kuno Mongolia itu ditemukan, namun sampai sejauh ini lokasi makam Genghis Khan masih menjadi misteri.

6. Kota dari suku maya kuno

Pada 2016, seorang remaja 15 tahun, William Gadoury dari Kanada terpesona dengan budaya suku Maya. Dia juga belajar astronomi dan menyadari bahwa 117 kota Maya yang terkenal berbaris sempurna dengan beberapa rasi bintang. Untuk menguji teori ini, dia menggunakan gambar satelit yang disediakan oleh Canadian Space Agency untuk mengetahui apakah dia bisa menemukan lokasi kota yang tidak diketahui di Campeche, Mexico. Dari project ini, mereka menemukan daerah dengan lekukan persegi yang tertutup tumbuhan yang mengindikasikan bahwa ada semacam struktur buatan yang telah dibangun di sana. Namun, untuk membuktikan sepenuhnya bahwa ia telah menemukan sebuah kota kuno di Maya, Gadoury perlu melakukan perjalanan dengan sebuah tim ke Meksiko dan berjalan ke tengah hutan langsung. Jika memang benar ada kota tersembunyi, mereka perlu menghabiskan waktu selama berbulan-bulan untuk mengungkap bangunan, makam, objek, dan sisa-sisa peradaban manusia.

Ketika berita tersebut mengungkap penemuan dari anak laki-laki tersebut, banyak arkeolog mulai memperebutkan klaim Gadoury. Mereka mengatakan bahwa lekukan persegi tidak berarti bahwa ada kota yang hilang. National Geographic menerbitkan beberapa teori dari para skeptis di lapangan, kebanyakan mengklaim bahwa rasi bintang dan bintang adalah konsep Barat yang tidak dipahami suku Maya. Tapi untungnya Gadoury tidak terpengaruh oleh kritik para ahli. Dia percaya bahwa mereka hanya diancam oleh gagasan baru yang menantang dugaan mereka sebelumnya. Dia masih berencana untuk menggali situs tersebut dengan bantuan tim arkeologi yang sudah kredibel, dan dia sudah memiliki kesepakatan untuk mempublikasikan temuannya di jurnal akademis.

7. Makam Saudi

Tepat di luar kota Jeddah di Arab Saudi, peneliti arkeologi David Kennedy dari Universitas Western Australia menemukan lebih dari 2.000 makam dengan gambar dari Google Earth di tahun 2011. Area dimana makam ditemukan berada di lapangan kering, itulah sebabnya mengapa orang-orang tidak pernah menemukan makam sampai titik itu.

David telah berusaha untuk meneliti Arab Saudi selama bertahun-tahun terbang pesawat terbang kecil dalam upaya menemukan situs arkeologi potensial. Kini, teknologi gambar dari satelit membuat pekerjaannya menjadi lebih mudah karena semuanya bisa dilakukan dari rumah. Meskipun Arab Saudi memiliki peradaban yang sangat tua, belum ada penelitian arkeologi ekstensif di wilayah tersebut. Pemerintah Arab Saudi tidak ingin ada bukti prasejarah yang ditemukan.

8. Kuburan tersembunyi di The Dahshur Necropolis

Di Mesir, teknologi pencarian gambar lewat satelit membantu arkeolog menemukan banyak tempat-tempat kuno bersejarah. Pada tahun 2016, Dr. Sarah Parcak menggunakan satelit untuk menemukan makam kuno di El-Lisht, Mesir. Sarah dan Mohamed Youssef, direktur barang antik dari tempat pemakaman Dahshur, menemukan batu nisan yang ternyata adalah lempengan batu besar Gambar karya pembawa stempel kerajaan dan kehidupan rumah terukir di batu, melestarikan kisah hidupnya untuk generasi mendatang.

Ini adalah penemuan penting karena memberi kita lebih banyak wawasan tentang karir dan kehidupan sehari-hari orang-orang yang berasal dari Kerajaan (2000-1700 SM). Penemuan ini juga menunjukkan bahwa orang biasa di kerajaan juga dihormati dan dikenang jasanya untuk pekerjaan mereka. Sarah juga menggunakan gambar satelit untuk memetakan seluruh kota kuno. Dengan cara ini, tak perlu waktu lama untuk orang-orang modern bisa memiliki pemahaman yang jauh lebih luas tentang kehidupan di zaman Mesir kuno.

9. Pemakaman tersembunyi di Bosnia

Di Bosnia, Komisi Internasional untuk Orang Hilang mencari sisa-sisa orang-orang yang terbunuh dalam perang Bosnia-Herzegovina pada 1990-an. Selama perang itu, banyak orang hilang. Mereka dikuburkan di seluruh negeri dan tidak pernah diberi tanda kubur. Hampir tidak mungkin menemukan orang-orang ini dan mengembalikan jenazah mereka ke keluarga mereka, yang menginginkan penguburan dan penutupan yang tepat. Organisasi tersebut berusaha menggali tanah di tempat di mana mereka berteori bahwa mayat dapat ditemukan. Tapi sayangnya, mereka salah. Solusi untuk menemukan mayat tersebut berasal dari ahli antropologi forensik Amy Mundorff, yang membantu mengidentifikasi sisa-sisa korban dari serangan teroris 9/11. Dia telah mempelajari bagaimana tanaman bereaksi terhadap bumi yang mengelilingi tubuh yang terkubur dan juga membantu mengembangkan deteksi cahaya dan teknologi jarak jauh (Light Detection And Ranging technology atau LIDAR). Sebuah pesawat kecil menggunakan teknologi LIDAR untuk merekam data tentang suhu di daerah tersebut. Mereka juga menggabungkan data suhu dengan gambar beresolusi tinggi dari satelit sehingga mereka dapat mengetahui rincian tentang medan. Dengan teknologi ini, Mundorff berharap dapat menemukan korban di Bosnia dan juga korban kejahatan kekerasan. Jika mayat ditemukan lebih cepat dengan kombinasi gambar satelit / kombinasi LIDAR ini, ini mungkin berarti bahwa penjahat dapat ditangkap lebih cepat dari sebelumnya.

10. Pemakaman yahudi Colootolla

Di Calcutta, banyak pemakaman tua telah hilang atau tersembunyi di tempat-tempat aneh dan tak terduga. Deepanjan Ghosh, adalah seorang penulis untuk media Quartz di India. Ia memutuskan untuk mencari beberapa pemakaman tersembunyi ini. Dalam arsip bersejarah, dia menemukan peta lama Calcutta dari tahun 1800-an yang memetakan lokasi berbagai situs pemakaman. Dengan menggunakan Google Maps, Ghosh membawa gambar modern dari jalanan dan bangunan di kota dan menyelaraskannya dengan peta bersejarah itu. Setelah dia mendapat alamatnya menurut peta saat ini, dia pergi ke setiap lokasi untuk memotret tempat tersebut. Dia menemukan catatan tentang pemakaman Yahudi besar di tempat yang dikenal sebagai Jalan Colootolla pada tahun 1847, (sekarang disebut Maulana Shaukat Ali Street).

Ketika dia tiba, lokasi itu memiliki bangunan besar yang berada di atasnya. Ketika Ghosh bertanya kepada penduduk yang sudah senior di sana, apa yang terjadi pada pemakaman Yahudi tersebut, mereka menjawab bahwa tanah itu telah dibeli dan jenazahnya digali dan bangunannya dibangun di atasnya. Lokasi itu bahkan disebut “Kabristan Bazar,” yang berarti “Pasar Pemakaman”. Ghosh menghubungi dewan Yahudi Calcutta untuk menanyakan bagaimana perasaan mereka tentang salah satu tempat pemakaman mereka hancur. Mereka mengatakan bahwa mereka bahkan tidak mengetahui keberadaan makam tersebut.

Berikan komentarmu