Home Misteri 10 Cerita Mengerikan Pencari Harta Karun Yang Berujung Pada Kematian

10 Cerita Mengerikan Pencari Harta Karun Yang Berujung Pada Kematian

722
SHARE

Keserakahan adalah satu dari tujuh dosa yang mematikan, namun tetap saja bayangan tentang harta karun yang terkubur itu sangat menggiurkan untuk beberapa kalangan orang. Mencari harta karun bukan hanya isapan jempol, kenyataannya mencari harta karun di dunia nyata diminati banyak orang yang ingin mencoba peruntungannya untuk menjadi kaya mendadak. Fakta dengan adanya harta yang terkubur itu tidak menghentikan ribuan orang untuk mencoba menghalalkan segala cara, bahkan ada yang rela mengorbankan nyawa.

Banyak dari mereka yang pulang dengan tangan hampa, tapi sayangnya beberapa orang ada pula yang tidak pernah kembali. Banyak kematian dan kehilangan gara-gara mencari harta karun sampai ada bebearapa kasus yang menjadi misteri yang belum bisa dipecahkan. Mungkinkah kematian misterius ini adalah pembunuhan seperti yang ada dalam film-film atau seperti beberapa orang percaya, apakah ada sesuatu yang berhubungan dengan supranatural terjadi pada mereka yang sedang mengambil harta karun tersebut? Inilah beberapa daftar cerita pencari harta karun di dunia nyata yang tragis dan berujung pada hilangnya si pencari harta atau bahkan kematian.

1. Cerita Willie And Frank McLeod

Suku Naha adalah penduduk asli yang tinggal di sebelah barat laut-nya Kanada. Ketika para pemukim di Eropa mulai muncul untuk berburu emas, Suku Naha secara misterius menghilang. Pada tahun 1908, kakak beradik yang bernama Willie dan Frank McLeod melakukan perjalanan ke tambang emas di tempat yang sekarang dikenal sebagai Taman Nasional Nahanni, yang dinamai menurut suku Naha. Setelah kakak beradik McLeods pergi dari rumah selama dua tahun, para tetangganya mulai percaya bahwa kakak beradik itu mungkin sudah menemukan emas dan jadi kaya sehingga memutuskan untuk memulai kehidupan baru di suatu tempat.

Paman mereka, Charlie McLeod mulai khawatir karena mereka tidak pernah menulis surat ke rumah. Akhirnya pamannya itu mencari mereka, dia menemukan kerangka Willie dan Frank yang terletak di samping sebuah sungai tempat mereka mendirikan kamp. Mereka ada di kantong tidur mereka, tapi kepala mereka hilang. Mereka telah menulis sebuah pesan yang berbunyi, “Kami telah menemukan prospek yang bagus.” Tidak ada barang berharga mereka yang diambil. Sejak hari itu, lokasi tersebut dikenal dengan nama Headless Creek di Deadmen Valley, Kanada.

2. Phil Powers

Beberapa orang mulai hilang atau ditemukan mati di lokasi yang bernama Deadmen Valley semenjak ditemukannya kerangka dua bersaudara McLeod yang tanpa kepala. Banyak orang mulai mengatakan bahwa lembah itu dikutuk, dihantui, atau dipenuhi oleh anggota suku Naha yang sedang menunggu untuk membunuh orang-orang Eropa yang memasuki wilayah mereka. Desas-desus itu jelas tidak menghentikan beberapa orang untuk terus mencari emas.

Pada tahun 1931, seorang pemburu bernama Phil Powers memutuskan untuk mencoba peruntungannya untuk menjadi kaya. Karena ia merasa kalau dirinya seorang profesional, ia merasa percaya diri dengan kemampuannya untuk berburu dan bertahan di padang belantara. Mungkin dia percaya bahwa orang lain telah meninggal karena kurangnya skill bertahan hidup. Namun semenjak kepergiannya kesana, Phil tidak pernah kembali, polisi pun mulai mencarinya. Pondok yang ditinggali Phil telah terbakar habis. Kerangka Phil terbaring di tanah di luar pondok. Pistolnya ditemukan beberapa meter jauhnya seolah dilempar ke samping. Keenam peluru tersebut tampaknya telah ditembakkan ke siapapun atau apapun yang telah membunuhnya.

3. Dr. Maurice Dametz

Pada tahun 1981, seorang pria tua bernama Dr. Maurice Dametz pergi berburu bebatuan dengan temannya David McSherry di Hutan Nasional Pike di Douglas County, Colorado, di dekat tempat pemakaman terkenal bernama Devil’s Head. Mereka melaju menyusuri jalan menuju daerah bernama Topaz Point untuk mencari mineral. Pengambilan jalur topaz hanyalah hobi bagi Dametz. Dia memiliki gelar PhD dalam bidang teologi dan mempresentasikan karyanya di beberapa publikasi agama, termasuk sebuah pamflet mengerikan yang mengklaim bahwa Antikristus akan datang.

Pada tahun 1971, Dametz mengklaim bahwa “(AntiChrist) akan menjadi otokrat politik, religius, komersial di dunia.” Dametz dalam keadaan kesehatan yang buruk, jadi dia memerlukan bantuan dari McSherry untuk sampai ke tempat penggaliannya, sebuah lubang berpasir kecil di tengah hutan. McSherry meninggalkan Dametz dan menemukan tempat penggaliannya sendiri sekitar 45 meter dari lubang milik Dametz. Setelah sekitar dua jam menggali, McSherry menghampiri Dametz untuk memberi tahu dia bahwa sudah waktunya pulang. Kemudian McSherry kembali ke lubangnya lagi untuk membersihkan peralatan dan mengumpulkan batu-batu yang sudah dikumpulkan. Ketika dia berjalan kembali ke tempat Dametz hanya 15 menit kemudian, si dokter Dametz secara misterius hilang. Hilang entah kemana.

Tidak ada darah atau tanda-tanda apapun. McSherry segera memanggil sheriff yang membawa tim SAR gabungan dengan anjing pelacak. Setelah pencarian lima hari, mereka tidak menemukan bekas dan jejak si Dametz dan kasusnya pun ditutup. 15 tahun setelah hilangnya Dametz, David Paulides, seorang mantan perwira polisi dan ahli peneliti orang hilang memfilmkan video di bawah dan membawa kasus ini kembali dan para Pemerintah Colorado setuju untuk membuka kembali penyelidikan tentang hilangnya Dr. Maurice Dametz. Aneh bin ajaib.

4. Hilangnya Billy Murray

Pada tahun 1908, dua pemuda mencari emas di Arizona. Salah satunya bernama Billy Murray. Temannya lebih memilih untuk tetap anonim, tapi sebut saja namanya si “Bob”. Billy dan Bob bersiap untuk berkemah selama beberapa hari di dekat peternakan Norris saat mereka mencari emas. Mereka membawa anjing dan keledai untuk membantu membawa persediaan mereka. Setelah kerja pagi yang panjang, Bob dan Billy memutuskan untuk tidur siang. Bob terbangun beberapa jam kemudian di sore hari dan menyadari bahwa Billy tidak terlihat di mana-mana. Bob belum pernah mendengar temannya bangun, dan hanya ada jaketnya di tanah. Tak satu pun peralatan prospeksi yang telah diambil. Bob berasumsi bahwa Billy pasti ada di dekatnya. Malam hari pun datang lagi dan sejak saat itu Billy tidak pernah muncul kembali. Keesokan paginya, Bob melaporkan bahwa temannya hilang. Dia tidak pernah ditemukan. Hilang begitu saja. Aneh bin ajaib.

5. Randy Bilyeu

Penulis Forrest Fenn adalah mantan dealer seni yang menyembunyikan jutaan dolar harta karun di padang gurun New Mexico saat ia berusia 80 tahun. Dia meninggalkan petunjuk dalam sebuah puisi tentang lokasi harta karun ini dan menantang publik untuk menemukannya. Dalam sebuah wawancara, dia mengklaim bahwa dia ingin memulai pencarian harta karun ini untuk mendorong orang keluar dan menjelajahi alam.

Pada bulan Januari 2016, seorang pria bernama Randy Bilyeu yang berusia 54 tahun ingin menemukan harta karun tersebut. Jadi dia menuju ke lokasi yang sudah ditetapkan dengan beberapa perlengkapan hiking dan anjingnya. Setelah beberapa hari, istrinya melaporkan bahwa dia hilang. Jenazahnya tidak ditemukan sampai 7 bulan kemudian. Ketika ditanya tentang Bilyeu satu bulan setelah kepergiannya, Fenn mengatakan bahwa dia tidak merasa bertanggung jawab tapi dia ingin ambil bagian dalam pencarian untuk menemukan Bilyeu. Tidak ada tindak lanjut setelah Bilyeu dinyatakan meninggal dunia dan harta karun itu hingga kini masih belum ditemukan.

6. Misteri hilangnya para penambang emas di Venezuela

Pada tahun 2016 di Bolivar, Venezuela, 28 orang yang bekerja sebagai penambang emas meninggalkan rumah mereka untuk mencari logam mulia dan secara misterius menghilang. Keluarga mereka percaya bahwa semua orang dibunuh oleh geng yang memutuskan untuk mengambil tambang emas itu untuk mereka sendiri. Keluarga korban memohon kepada gubernur daerah setempat untuk melakukan sesuatu. Dia menepis insiden tersebut sebagai upaya untuk menimbulkan masalah dengan “oposisi,” nama yang diberikan kepada warga yang melawan Nicolas Maduro, presiden Venezuela saat itu. Gubernur tersebut mengklaim bahwa tidak ada bukti pembantaian, jadi tidak ada orang Bisa berasumsi hal itu terjadi. Tim pencari mulai menyisir hutan di dekatnya, berharap bisa menemukan mayat orang-orang yang hilang. Sampai hari ini, para penambang emas itu belum ditemukan.

7. James Kidd

Pada tahun 1949, seorang pria berusia 70 tahun bernama James Kidd adalah seorang pemburu harta karun profesional dari Phoenix, Arizona. Dia memiliki perusahaan pertambangan tembaga. Suatu hari, dia masuk ke mobilnya dan pergi. Dan semenjak saat itu dia tidak pernah terlihat lagi. Beberapa tahun setelah dia hilang begitu saja, dia dianggap sudah meninggal. Seorang pengacara real estate melihat-lihat surat wasiat dan perjanjian terakhirnya. Kidd telah memutuskan untuk membuat perburuan harta karun miliknya sendiri. Dia menulis bahwa dia akan menyerahkan semua uangnya kepada seseorang yang bisa membuktikan keberadaan jiwa manusia.

Jelas, tantangan ini berhasil masuk ke pers. Akhirnya sebuah acara yang bernama “The Great Soul Trial” dimulai pada tahun 1967. Para ilmuwan berkompetisi dalam usaha mereka untuk membuktikan bahwa seorang jiwa meninggalkan tubuhnya pada saat mati. Bila tidak ada yang bisa menemukan bukti, acaranya akan diulang lagi pada tahun 1971 dengan 102 periset mencoba mengklaim uang hadiahnya. James Kidd awalnya sudah meninggalkan uang 500 ribu dollar atau sekitar 6 miliar rupiah. Namun, biaya hukum dan biaya acara nya saja sudah memakan begitu banyak uang sehingga hanya 175 ribu dollar yang tersisa. Uang itu akhirnya diberikan kepada Barrow Neurological Institute of Phoenix, Arizona. Ceritanya telah menginspirasi banyak buku untuk ditulis, dan banyak seniman telah menciptakan karya berdasarkan acara tersebut.

8. Hilangnya pencari harta “The California Gold Rush”

Pada tahun 1849 ada peristiwa bernama Gold Rush California, lebih dari 30.000 orang berbondong-bondong ke sebuah tempat untuk mencari emas. Sayangnya, di saat bersamaan ada wabah kolera di New York City dari air minum saat itu. Banyak dari orang-orang yang sedang mencari emas terinfeksi orang New York yang datang jauh-jauh ke California. Mereka menggunakan air yang sama dari sungai seperti orang lain dan tanpa sadar menginfeksi banyak orang lainnya. Karena ada begitu banyak orang, setiap orang saling berdekatan satu sama lain. Penyakit ini menyebar dengan cepat. Beberapa puluh persen pria yang pindah ke California saat Gold Rush meninggal karena penyakit seperti kolera dalam waktu enam bulan setelah kedatangan mereka. Banyak dari mereka adalah suami dan ayah yang telah melakukan perjalanan dengan harapan bisa menyediakan rumah bagi keluarga mereka. Karena tidak ada cara mudah bagi orang lain untuk berhubungan dengan keluarga almarhum, ribuan orang lenyap begitu saja dari kehidupan seperti menghilang tanpa jejak.

9. Jesse Capen

Selama bertahun-tahun, Jesse Capen yang berusia 35 tahun terobsesi dengan legenda Lost Dutchman Gold Mine. Dia membaca hampir setiap buku tentang subjek sambil bekerja shift malam sebagai pelayan selama 10 tahun. Pada tahun 2009, dia akhirnya memutuskan untuk mengambil cuti sebulan untuk mengejar mimpinya. Dia meninggalkan Colorado untuk mencari tambang emas yang hilang di Pegunungan Arizona. Sejak saat itu dia tidak pernah kembali. Tidak lama setelah dianggap hilang, pejalan kaki menemukan kaleng kaleng di tebing tebing setinggi 55 meter yang hanya berkata, “Jesse Capen was here”.

Ditemukan satu sepatu boot, SIM, dan peralatan berkemah, namun orangnya tidak ditemukan. Selama tiga tahun, orang mencari Jesse dan tidak dapat menemukan jejak jenazahnya. Tubuhnya akhirnya ditemukan 3 tahun kemudian, pada tahun 2012, yang berada di jarak 11 meter dari tanah di dalam sebuah ceruk di tepi tebing. Karena tidak ada bukti bahwa dia telah berusaha mendaki tebing, orang tuanya percaya bahwa dia telah jatuh dan tubuhnya hinggap secara ajaib di tebing, karena terlihat jenazahnya tetap utuh selama tiga tahun. Satu-satunya cara untuk mengambil jenazahnya adalah dengan helikopter.

10. Cerita Curtis Merworth, Ardean Charles, dan Malcolm Meeks

Pada tahun 2010, Curtis Merworth, Ardean Charles, dan Malcolm Meeks adalah tiga orang teman di Salt Lake City, Utah. Mereka memutuskan akan menyenangkan untuk pergi dalam perjalanan untuk mencari harta karun terkenal, “Lost Dutchman Gold Mine”. Kebanyakan pemburu harta karun pergi mencari di siang hari dan kemudian kembali ke motel. Ketiga pria itu pergi hiking, tapi tidak ada tanda-tanda mereka pernah keluar dari area pegunungan. Mobil mereka diparkir di jalur utama dan mereka memilih pergi pada hari ketika panas terik mencapai 46 derajat Celcius, yang parahnya lagi mereka tidak membawa ponsel.

Warga setempat berkomentar bahwa setiap orang tahu untuk tidak pergi kesana di musim panas karena panas yang ekstrem bisa berbahaya. Setahun kemudian, setelah usaha pencarian dan penyelamatan yang ekstensif, ketiga mayat tersebut akhirnya ditemukan kembali. Dompet satu orang rupanya dilemparkan ke dekat jenazahnya. Polisi setempat tidak pernah menjelaskan di mana mereka menemukan mayat atau yang mereka yakini sebagai penyebab kematian. Tanpa menerima keseluruhan cerita tentang kejadian hari itu, banyak yang mengklasifikasikan kasus ini sebagai misteri yang belum terpecahkan.

Berikan komentarmu